Menu

Mode Gelap
KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah Mantap, Program Motis DJKA Angkut 12.419 Motor Pemudik Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah Pascagempa 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Beroperasi Kembali

RAGAM

Abiya Jeunieb: Lelaki Kurus yang Memeluk 500 Anak Yatim

badge-check


 Abiya Jeunieb: Lelaki Kurus yang Memeluk 500 Anak Yatim Perbesar

Oleh: Agam Rimba

__________

Tubuhnya kurus. Langkahnya pelan. Wajahnya sering terlihat lelah.

Namun di balik tubuh yang kerap melemah itu, berdiri seorang lelaki dengan hati seluas samudera.

Namanya Teungku Muhammad Yusuf Nasir.

Orang-orang memanggilnya dengan penuh hormat: Abiya Jeunieb.

Di sebuah sudut Lancang Raya, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, berdiri Dayah Rauhul Mudi Al-Aziziah. Di tempat inilah Abiya menjadi ayah bagi sekitar 500 anak yatim piatu dan anak terlantar.

Lima ratus anak.

Lima ratus masa depan.

Lima ratus amanah.

Tak pernah lelah — meski tubuhnya sering tak kuat. Tak jarang beliau harus diinfus karena kelelahan. Namun setiap kali ditanya tentang beban yang dipikulnya, jawabannya selalu sama:

“Rezeki anak-anak itu sudah Allah takar, tidak akan tertukar.”

Keyakinan itulah yang membuatnya tetap berdiri.

Ayah Bagi Mereka yang Kehilangan Ayah

Di dayah itu, tak ada istilah bayar-membayar untuk yatim piatu

Makan mereka ditanggung.

Pakaian mereka disiapkan.

Sekolah mereka diurus.

Bahkan uang jajan pun diperhatikan.

Abiya memastikan tidak ada satu pun anak yang merasa menjadi beban.

Sering kali beliau makan bersama anak-anak itu. Bahkan menyuapi mereka satu per satu. Ada hari-hari di mana beliau terlalu sibuk memperhatikan mereka hingga lupa makan untuk dirinya sendiri.

Ketika keluar berdakwah dua atau tiga hari, hatinya tak pernah benar-benar pergi.

“Apakah anak-anak sudah makan?”

Pertanyaan itu kerap terucap dengan mata yang berkaca-kaca.

Abiya tidak pernah membedakan anak kandungnya dengan anak-anak dayah.

Bagi beliau, mereka semua adalah anak-anaknya.

Dana yang Mengalir dari Hati

Mengasuh 500 anak tentu bukan perkara kecil. Biaya yang dibutuhkan sangat besar.

Sebagian berasal dari dana pribadi Abiya.

Sebagian lagi dari para donatur yang memilih tak disebut namanya.

Ada yang mengirim sedekah harian.

Ada yang bulanan.

Ada yang tahunan.

Dari dalam negeri. Dari luar negeri. Dari grup WhatsApp kecil. Dari pribadi-pribadi yang diam-diam peduli.

Mereka mungkin tak dikenal publik. Tapi kebaikan mereka hidup di piring-piring makan anak yatim setiap hari.

Kekhawatiran Seorang Ayah

Di balik keteguhan imannya, Abiya tetap manusia biasa. Ada satu kalimat yang sering beliau sampaikan dengan suara lirih:

“Kalau kelak aku mati, tolong berikan mereka makan, pakaian, dan kasih sayang.”

Kalimat itu bukan tentang rasa takut.

Itu tentang cinta.

Cinta seorang ayah yang tidak ingin anak-anaknya kehilangan pelindung untuk kedua kalinya.

Beliau yakin Allah telah mencukupkan rezeki mereka. Namun sebagai manusia, hati seorang ayah tetap ingin memastikan anak-anaknya aman.

Jika Bukan Kita, Siapa Lagi?

Anak-anak ini adalah generasi penerus.

Jika mereka tidak diselamatkan dalam pendidikan dayah, jika mereka tidak dipeluk dalam kasih sayang, lalu ke mana mereka akan melangkah?

Di Dayah Rauhul Mudi Al-Aziziah, mereka tidak hanya belajar agama dan sekolah formal. Mereka belajar tentang arti keluarga.

Dayah adalah rumah.

Dan penghuninya adalah keluarga.

Dan di rumah itu, ada seorang lelaki kurus yang setiap hari berdiri di antara lelah dan cinta — menjaga 500 masa depan agar tetap menyala.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara Rampung, Aktivis: Ini Awal Pemulihan

2 April 2026 - 15:49 WIB

Pengukuhan Imuem Syiek Abu Indrapuri Picu Polemik, Kuasa Hukum BKM Minta Polda Periksa Bupati Aceh Besar

2 April 2026 - 14:56 WIB

Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye”

2 April 2026 - 09:20 WIB

Pelindo Regional 4 Layani 758.000 Penumpang Selama Lebaran 2026, Naik 10,41% YoY

2 April 2026 - 09:10 WIB

Nakes Joget Saat Operasi, Citra RSUD Datu Beru Tercoreng

2 April 2026 - 08:20 WIB

Trending di RAGAM