Menu ✖

Mode Gelap
Sekjen APPSI Mujiburrohman Dampingi Anggota DPR RI Titiek Soeharto Sidak  BULOG Kawal Ketersediaan serta Harga Beras Dari Malang, 4.524 Pramuka Santri Didorong Jadi Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan 33 Juta Liter Air Sehari untuk AI, Data Center Jatiluhur Disetop Sementara Catatan Iwan Piliang: Batik, Becak Listrik dan Kejaksaan Agung Konsolidasi Portofolio Bisnis: Penggabungan PPI ke MMI Perkuat Ekosistem Layanan dan Kapabilitas Pelindo Group Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan

PERON

KAI Logistik Kelola 1,1 Juta Ton Barang di Januari 2026, 47% Di antaranya Non Batu Bara

badge-check


 Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Wartatrans.com, JAKARTA – Mengawali tahun 2026, KAI Logistik mencatatkan kinerja pengelolaan angkutan barang yang relatif stabil. Pada Januari 2026, perusahaan berhasil mengelola total volume angkutan sebesar 1,1 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebesar 47% berasal dari segmen angkutan non batu bara, sementara sisanya masih didominasi oleh komoditas batu bara.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga performa operasional di tengah dinamika industri logistik. “Di awal tahun 2026, KAI Logistik mampu menjaga kinerja pengelolaan angkutan barang secara stabil. Angkutan batu bara masih mendominasi dengan porsi sekitar 53% atau setara dengan 590 ribu ton,” ujar Yuskal.

Selain batu bara, KAI Logistik juga mencatatkan kinerja pada berbagai segmen lainnya. Layanan pra dan purna angkutan BBM dan BBK membukukan volume sebesar 266 ribu ton, diikuti oleh angkutan kontainer sebesar 222 ribu ton, angkutan semen 32 ribu ton, angkutan limbah B3 sebesar 594 ton, serta layanan angkutan kurir yang mencapai 6.587 ton.

Yuskal menjelaskan bahwa pada awal tahun ini terdapat penyesuaian kinerja pada segmen batu bara yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.“Kinerja pada segmen batu bara tidak terlepas dari dinamika industri termasuk kebijakan terkait serta fluktuasi harga batu bara global, yang menjadi tantangan tersendiri bagi industri logistik. Meski demikian, peningkatan kinerja pada segmen non batu bara dinilai mampu menjaga stabilitas perusahaan secara keseluruhan. Kontribusi angkutan non batu bara yang mencapai 47% menunjukkan semakin menguatnya portofolio layanan KAI Logistik,” jelasnya.

Capaian ini sekaligus menegaskan peran kereta api sebagai salah satu tulang punggung distribusi logistik nasional. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejumlah segmen non batu bara mencatatkan pertumbuhan positif. Angkutan kontainer meningkat 44%, dari 154 ribu ton pada Januari 2025 menjadi 222 ribu ton pada Januari 2026. Layanan angkutan kurir atau bisnis ritel tumbuh 35%, dari 4.880 ton menjadi 6.587 ton. Sementara itu, angkutan limbah B3 meningkat sebesar 57%, dari 378 ton menjadi 594 ton.

Keragaman muatan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis rel. Keberadaan moda kereta api memungkinkan pengangkutan barang dalam volume besar secara konsisten, sehingga membantu pelaku usaha menjaga efisiensi rantai pasok serta kepastian distribusi.

Yuskal menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut tidak terlepas dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan layanan, antara lain melalui perluasan kapasitas angkut dan percepatan proses pengangkutan. “Serangkaian capaian ini menjadi bukti komitmen KAI Logistik dalam menyediakan layanan logistik yang aman, tepat waktu, dan andal. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas cakupan bisnis guna mendukung distribusi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Yuskal.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Malang, 4.524 Pramuka Santri Didorong Jadi Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan

2 Oktober 2026 - 13:38 WIB

33 Juta Liter Air Sehari untuk AI, Data Center Jatiluhur Disetop Sementara

2 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Catatan Iwan Piliang: Batik, Becak Listrik dan Kejaksaan Agung

2 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Konsolidasi Portofolio Bisnis: Penggabungan PPI ke MMI Perkuat Ekosistem Layanan dan Kapabilitas Pelindo Group

2 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan

2 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Pemkab Fakfak Siapkan Langkah Strategis Amankan Pala Tomandin dari Ancaman Kekeringan

2 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Catatan M. Mujiburrohman: MBG dan Cara Kita Membaca Uang Negara

1 Oktober 2026 - 23:01 WIB

BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026

1 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik

1 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Trending di SUMBER DAYA