Menu ✖

Mode Gelap
Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina BRSN DPP PKS Kunjungi Tiga Provinsi di Pulau Jawa, Perkuat Konsolidasi dan Program Join PKS Denny Sambangi PKS, Putusan MK dan MA Jadi Sorotan Baru dalam Desakan Pemakzulan Gibran KM Dorolonda Singgah Perdana di Pelabuhan Donggala Sulteng

Uncategorized

54 Hari Pascabanjir, Hilir Krueng Peusangan Masih Berselimut Lumpur Bantuan Minim, Warga Bangkit Sendiri

badge-check


 54 Hari Pascabanjir, Hilir Krueng Peusangan Masih Berselimut Lumpur  Bantuan Minim, Warga Bangkit Sendiri Perbesar

Wartatrans.com, BIREUEN – Hingga 12 Februari 2026, kondisi di hilir Sungai Krueng Peusangan, Kecamatan Peusangan dan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, belum menunjukkan perubahan signifikan.

Sebagian besar masyarakat terdampak masih berjuang sendiri membersihkan lumpur sisa banjir besar yang melanda pada Rabu, 26 November 2025, dalam bencana hidrometeorologi yang merusak parah kawasan tersebut.

Luapan sungai yang keruh dan ganas merambat keluar jalur hingga puluhan meter, menghantam pemukiman warga, merusak rumah, serta menimbun lingkungan dengan tanah bercampur pasir dan serpihan kayu.

Di sejumlah titik, lumpur mengendap setinggi setengah badan rumah warga. Sawah berubah menjadi hamparan pasir menyerupai pantai, menyisakan debu dan kerusakan yang akan tercatat dalam sejarah Krueng Peusangan.

Salah satu wilayah terdampak parah adalah Gampong Krueng Beukah (Sungai Pecah), Kecamatan Peusangan Selatan, yang berada dekat Jembatan Awe Geutah – Teupen Redup. Meski jembatan sempat putus di bagian ujung dan telah diperbaiki pada minggu ketiga pascabencana, lingkungan pemukiman warga hingga kini—54 hari setelah banjir—masih dipenuhi timbunan lumpur yang belum tertangani dengan baik.

Alat berat hanya membersihkan jalan lintas antar desa dan kecamatan. Sementara itu, jalan lingkungan desa masih dipenuhi sisa banjir.

Relawan hampir tak terlihat. Jalanan sepi, hanya satu dua warga yang tampak membersihkan rumah mereka dengan alat seadanya—cangkul, sekop, dan parang.

Situasi ini sangat berbeda dengan daerah terdampak banjir bandang di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di sana, pemukiman relatif lebih cepat bersih berkat respons pemerintah daerah dan dukungan relawan.

Bantuan pangan dan logistik mengalir langsung ke masyarakat terdampak. Sebaliknya, di hilir Krueng Peusangan, kondisi dinilai jauh dari harapan.

Di Gampong Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, sekitar 700 dari total 800 kepala keluarga terdampak banjir.

Lumpur yang mengendap di rumah warga kini mengeras dan berbau busuk, namun minim penanganan.

Bantuan yang diterima sebagian besar hanya berupa beras. Dukungan untuk pembersihan lingkungan hampir tidak ada.

Warga mengaku terpaksa bekerja sendiri tanpa biaya kebersihan dari pemerintah desa maupun kabupaten. Tidak terlihat program terpadu untuk percepatan pemulihan lingkungan.

Pengungsian hanya menjadi tempat distribusi logistik dasar, sementara persoalan utama—lumpur dan hunian—belum tersentuh maksimal. Sementara di lapangan warga masih bergelut dengan lumpur. Padahal bulan suci Ramadhan akan segera tiba.

Mayoritas warga Peusangan hanya berharap satu hal: kehadiran nyata pemerintah dalam bentuk tindakan darurat yang menyentuh langsung kebutuhan korban.

Sebab bagi mereka, bencana bukan hanya soal air yang datang dan surut, tetapi tentang bagaimana bangkit kembali—dan sejauh mana negara hadir di tengah penderitaan rakyatnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Pelindo dan Pemkab Bangka Barat Bahas Pengelolaan Pelabuhan Mentok

30 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Dari Ranah Minang Ke Singapura – Jejak Besar yang Terlupakan 

30 Oktober 2026 - 12:36 WIB

IDSurvey Tegaskan Peran Strategis Pemastian Mutu untuk Daya Saing Industri Nasional

30 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Trending di NASIONAL