Menu

Mode Gelap
KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

RAGAM

Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

badge-check


					Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH – Memasuki 50 hari pascabanjir bandang, kondisi Kemukiman Karang Ampar yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Aceh Tengah

masih terisolasi. Akses utama menuju kawasan tersebut hingga kini belum dapat dilalui kendaraan roda empat akibat kerusakan parah pada badan jalan.

Jalur menuju Kemukiman Karang Ampar melewati Kampung Digul, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah. Digul merupakan pintu gerbang menuju lima desa, yakni Ayun, Bergang, Puting, Karang Ampar, dan Pantan Jerik. Jarak dari Kampung Digul ke lima desa tersebut sekitar 50 kilometer dan masuk dalam wilayah administratif Aceh Tengah. Namun, jalan penghubung menuju kawasan ini dilaporkan putus akibat diterjang banjir bandang.

Saat ini, akses ke lima desa hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dengan memotong beberapa jalur alternatif yang kondisinya sulit dan berisiko. Warga harus melewati jalur darurat yang terbatas untuk keluar masuk wilayah tersebut.

Akses jalan yang belum normal.

Rusli, warga Kampung Digul, mengatakan alat berat masih berada di Desa Karang Ampar dan belum sepenuhnya membuka akses ke desa-desa lainnya. “Alat berat masih di Karang Ampar,” ujarnya.

Berdasarkan data warga, banjir bandang yang terjadi lebih dari sebulan lalu itu mengakibatkan lima unit rumah tertimbun material banjir dan satu orang meninggal dunia. Hingga kini, masyarakat di lima desa tersebut masih mengalami trauma akibat bencana yang datang secara tiba-tiba.

“Bencana ini sangat mengejutkan. Kami tidak sempat mengambil apa pun. Yang ada hanya nyawa kami yang selamat,” kata salah seorang warga.

Terkait bantuan logistik, warga menyebutkan bantuan memang telah masuk ke wilayah terdampak, sebagian diantar menggunakan helikopter. Namun, jumlahnya dinilai terbatas dan pendistribusiannya belum merata.

“Bantuan ada, tapi tidak bisa dikatakan banyak. Saat pembagian juga belum merata,” ungkap warga.

Informasi mengenai kondisi terisolasinya Kemukiman Karang Ampar dan lima desa di sekitarnya ini disampaikan oleh Idrus Saputra melalui unggahan di halaman akun Facebook miliknya.

Masyarakat berharap pemerintah segera mempercepat pembukaan akses jalan dan memastikan distribusi bantuan berjalan adil agar proses pemulihan kehidupan warga di Kemukiman Karang Ampar dan desa-desa sekitarnya dapat segera berlangsung.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

15 Januari 2026 - 19:39 WIB

Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Beri Tahu Kunjungan ke Aceh Tamiang

15 Januari 2026 - 17:04 WIB

BPSPL Pontianak Pastikan Video Viral Bukan Penangkapan Pesut Mahakam

15 Januari 2026 - 15:12 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Banjir untuk Warga Tanjung Priok

15 Januari 2026 - 11:52 WIB

Seniman Kembali Turun ke Jalan, Tolak Komersialisasi Taman Ismail Marzuki

15 Januari 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA