Menu ✖

Mode Gelap
Melalui Kolaborasi Bersama Stakeholders, Ditjen Hubdat Perkuat Budaya Keselamatan INKA Buka Suara soal KRL CLI-225 Bermasalah, Perbaikan Dipercepat KKP Salurkan 100 Ribu Benih Lele di Bantul, Dorong Ekonomi Masyarakat Kronologi Kematian Ayudiah di Ajang Porprov XVII Jateng 2026 IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026 Kembali Terjadi, Atlet Meninggal di Ajang Porprov XVII Jateng 2026

Uncategorized

Qariah Tunanetra Kalbar Raih Juara Nasional PTQ RRI

badge-check


 Qariah Tunanetra Kalbar Raih Juara Nasional PTQ RRI Perbesar

Qariah Tunanetra Kalbar Raih Juara Nasional PTQ RRI

Suasana halaman Graha LPTQ Kalimantan Barat, Pontianak, Minggu sore, 1 Maret 2026, terasa berbeda. Sejumlah pengurus telah berkumpul sejak pukul 16.00 WIB untuk menyambut kepulangan seorang qariah muda yang baru saja menorehkan prestasi di tingkat nasional. Senyum dan ucapan selamat mengalir ketika Andi Safira tiba.

Qariah tunanetra asal Kalimantan Barat itu didampingi Kepala LPP RRI Pontianak sekaligus Ketua Korwil IX Kalimantan Barat, Peri Widodo. Andi Safira sebelumnya meraih Juara Terbaik I cabang Tartil Sensorik Netra Putri pada Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI ke-55 yang berlangsung di Jakarta.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Barat. Ajang PTQ RRI mempertemukan qari dan qariah terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, menjadikannya salah satu kompetisi tilawah paling bergengsi di tingkat nasional.

Sejumlah pengurus LPTQ Kalimantan Barat turut hadir dalam penyambutan itu, di antaranya Dahlia, Lukmanul Hakim, Edi Setiawan, Khusnul Fadhil, Salman Busrah, dan Iriansyah. Penyambutan berlangsung sederhana namun hangat. Pelukan dan ungkapan syukur mengiringi langkah Andi Safira memasuki halaman kantor.

Bagi LPTQ Kalbar, kepulangan Andi Safira bukan sekadar membawa pulang trofi kemenangan. Capaian tersebut dipandang sebagai bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Ketekunan dan disiplin latihan menjadi faktor utama yang mengantarkannya ke posisi puncak.

Dalam sambutannya, Andi Musa yang mewakili jajaran pengurus LPTQ Kalbar menyampaikan apresiasi atas perjuangan Andi Safira. “Keberhasilan ini bukan hanya milik Andi Safira, tetapi juga kebanggaan kita semua. Semoga menjadi motivasi menjelang MTQ tingkat kabupaten dan kota,” ujarnya.

Menurut Andi Musa, prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan qari dan qariah di Kalimantan Barat berjalan dengan arah yang tepat. Latihan konsisten, pendampingan pembina, serta dukungan kelembagaan menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan peserta tampil di ajang nasional.

Peri Widodo mengatakan ia menyaksikan langsung penampilan Andi Safira saat babak final di Jakarta. Menurutnya, ketenangan menjadi kunci utama kemenangan. “Ia tampil percaya diri dan fokus. Tidak tampak gugup, meski bersaing dengan peserta dari Banjarmasin, Bukittinggi, dan daerah lain yang kualitasnya sangat baik,” kata Peri.

Ia menegaskan, kemenangan tersebut merupakan hasil dari proses panjang. Latihan rutin, penguatan mental, dan evaluasi berkelanjutan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju juara. LPTQ Kalbar, kata dia, berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan agar qari dan qariah daerah mampu bersaing hingga tingkat internasional.

Pelaksanaan PTQ RRI sendiri mendapat dukungan dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari penguatan syiar Al-Qur’an di Indonesia. Ajang ini menjadi salah satu wadah strategis dalam menjaring talenta terbaik di bidang tilawah.

Cabang Tartil Sensorik Netra memiliki karakteristik khusus. Selain harus tunanetra, peserta diwajibkan membaca Al-Qur’an melalui huruf Braille yang disiapkan panitia. Tantangan ini menuntut ketelitian serta penguasaan teknik membaca yang tinggi.

Keunggulan Andi Safira terletak pada kelancaran membaca huruf Braille, ketepatan tajwid, serta kemampuan menjaga tempo dan artikulasi bacaan. Di mimbar tilawah, bacaannya terdengar jelas dan tertata.

Prestasi tersebut mencerminkan semakin terbukanya ruang pembinaan keagamaan yang inklusif. Qari dan qariah penyandang disabilitas kini memiliki kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Menjelang akhir penyambutan, doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan untuk langkah berikutnya. Para pengurus berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya penyandang disabilitas, agar tidak ragu bermimpi dan berjuang di jalur Al-Qur’an.

Kepulangan Andi Safira sore itu menjadi pengingat bahwa dengan tekad, kerja keras, dan pembinaan berkelanjutan, keterbatasan bukanlah batas akhir.***

LONYENKRAP

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

INKA Buka Suara soal KRL CLI-225 Bermasalah, Perbaikan Dipercepat

28 Oktober 2026 - 17:16 WIB

IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026

28 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Chairil Gibran Ramadhan Perjuangkan Film Biografi Ismail Marzuki

24 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Demonstrasi AMSR di Semarang Disertai Aksi Vandalisme

23 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

20 Oktober 2026 - 10:48 WIB

​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober

19 Oktober 2026 - 10:09 WIB

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Trending di Uncategorized