Wartatrans.com, JAKARTA – Budayawan Betawi sekaligus peneliti sejarah sosial, Chairil Gibran Ramadhan (CGR), terus memperjuangkan terwujudnya film biografi (biopic) komponis legendaris Ismail Marzuki sebagai bagian dari pelestarian sejarah musik Indonesia.
Gagasan tersebut kembali menjadi perhatian seiring berlangsungnya Jakarta Biennale 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, pada 4 Oktober–24 November 2026.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Sabtu (24/10/2026), dijadwalkan diskusi mengenai Ismail Marzuki dengan menghadirkan Paola Pietronave, PhD, peneliti asal Italia, aktivis musik David Tarigan, dan CGR. Diskusi juga mengangkat rencana film dokumenter Marzuki’s Violin karya Paola.
Meski memutuskan tidak hadir sebagai pembicara, CGR tetap berkomitmen melanjutkan perjuangannya mengangkat kisah Ismail Marzuki ke layar lebar.
Sejak 2011 hingga 2017, CGR secara mandiri melakukan riset mendalam mengenai kehidupan Ismail Marzuki. Hasilnya dituangkan dalam skenario film yang rampung pada 2018 dengan pendampingan sineas senior Enison Sinaro dan penulis Laora Arkeman dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Naskah tersebut kemudian diterbitkan menjadi buku pada 2020 dengan ISBN 978-602-1244-03-6.
CGR juga mendapat amanah dari Rachmi Aziah, putri Ismail Marzuki, untuk memperjuangkan pendirian Museum Ismail Marzuki sebagai pusat dokumentasi dan edukasi sejarah musik Indonesia.
Upaya mewujudkan film biografi tersebut terus berlanjut. Pada 2025, peluang kerja sama terbuka melalui Iwan Piliang dari Pusat Perfilman Negara (PPFN) bersama Padasan Pictures.
Selanjutnya, pada 12 Mei 2026, CGR mencanangkan gerakan Mei Bulan Ismail Marzuki di markas MURI dengan dukungan Jaya Suprana. Kegiatan itu turut dihadiri Neno Warisman dari Kementerian Kebudayaan.
Bagi CGR, menghadirkan biopic Ismail Marzuki bukan sekadar proyek perfilman, melainkan ikhtiar menjaga warisan budaya bangsa.
Melalui kolaborasi pemerintah, sineas, dan berbagai lembaga kebudayaan, film tersebut diharapkan dapat terwujud sekaligus memperkenalkan kembali sosok Ismail Marzuki kepada generasi muda.
Warisan Ismail Marzuki bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk terus dihidupkan melalui karya.*** (Daus)


























