Wartatrans.com,, Aliansi Mahasiswa Semarang Raya (AMSR) mengadakan demonstrasi di Bundaran Air Mancur, Kamis (22/10/2026). Mereka berasal dari Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, UIN Walisongo, Universitas Wahid Hasyim, Universitas Semarang, Politeknik Negeri Semarang, dan Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa poster dan spanduk berisi kritik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menemui mereka tanpa pengawalan.
Di tengah kerumunan para pendemo, Kapolda mengajak para mahasiswa untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami dari Kepolisian menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum serta berkomitmen mengawal aksi dengan pendekatan humanis dan persuasif.
Kami juga yakin mahasiswa menjaga ketertiban dan keamanan,” kata Roy.
Sementara itu, salah satu perwakilan mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang, Bima mengatakan bahwa demo tidak semata membawa kepentingan mahasiswa di Semarang maupun Jawa Tengah.

“Kami bukan berbicara sebagai warga kota Semarang ataupun Jawa Tengah. Kami mewakili aspirasi rakyat Indonesia,” ujar Bima. Mewakili aliansi, dirinya menyampaikan lima tuntutan aksi yang mereka lakukan.
Pertama, menstabilkan harga dan mempermudah akses masyarakat mendapat kebutuhan pokok termasuk BBM
Kedua, mengembalikan TNI dan Polri pada fungsi utamanya
Ketiga, melakukan evaluasi total terhadap proyek strategis nasional
Keempat, mengembalikan hak atas tanah kepada rakyat serta memulihkan wilayah terdampak bencana
Kelima, menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan pemerintahan.
Aksi penyampaian aspirasi yang dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir sekira jam 18.40 WIB sempat disertai tindakan vandalisme dan pembakaran gambar seorang pejabat negara.***
(Slamet Widodo)


























