Menu

Mode Gelap
Indra Adhari Rilis ‘Lima Tahun’ Dimomen HUT RI: September Rilis Single di Label Internasional Malaysia! AHY Inginkan Pimpinan Demokrat Yang Efektif Dan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat  Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Ingin Merdeka di Tanah Sendiri dengan Menolak Tambang Perusak Alam KAI Perkuat Safety at Scale di Tengah Pertumbuhan Pelanggan 8,32 Persen Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Jakarta Butuh Hub Logistik

RAGAM

Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

badge-check


 Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH – Memasuki 50 hari pascabanjir bandang, kondisi Kemukiman Karang Ampar yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Aceh Tengah

masih terisolasi. Akses utama menuju kawasan tersebut hingga kini belum dapat dilalui kendaraan roda empat akibat kerusakan parah pada badan jalan.

Jalur menuju Kemukiman Karang Ampar melewati Kampung Digul, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah. Digul merupakan pintu gerbang menuju lima desa, yakni Ayun, Bergang, Puting, Karang Ampar, dan Pantan Jerik. Jarak dari Kampung Digul ke lima desa tersebut sekitar 50 kilometer dan masuk dalam wilayah administratif Aceh Tengah. Namun, jalan penghubung menuju kawasan ini dilaporkan putus akibat diterjang banjir bandang.

Saat ini, akses ke lima desa hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dengan memotong beberapa jalur alternatif yang kondisinya sulit dan berisiko. Warga harus melewati jalur darurat yang terbatas untuk keluar masuk wilayah tersebut.

Akses jalan yang belum normal.

Rusli, warga Kampung Digul, mengatakan alat berat masih berada di Desa Karang Ampar dan belum sepenuhnya membuka akses ke desa-desa lainnya. “Alat berat masih di Karang Ampar,” ujarnya.

Berdasarkan data warga, banjir bandang yang terjadi lebih dari sebulan lalu itu mengakibatkan lima unit rumah tertimbun material banjir dan satu orang meninggal dunia. Hingga kini, masyarakat di lima desa tersebut masih mengalami trauma akibat bencana yang datang secara tiba-tiba.

“Bencana ini sangat mengejutkan. Kami tidak sempat mengambil apa pun. Yang ada hanya nyawa kami yang selamat,” kata salah seorang warga.

Terkait bantuan logistik, warga menyebutkan bantuan memang telah masuk ke wilayah terdampak, sebagian diantar menggunakan helikopter. Namun, jumlahnya dinilai terbatas dan pendistribusiannya belum merata.

“Bantuan ada, tapi tidak bisa dikatakan banyak. Saat pembagian juga belum merata,” ungkap warga.

Informasi mengenai kondisi terisolasinya Kemukiman Karang Ampar dan lima desa di sekitarnya ini disampaikan oleh Idrus Saputra melalui unggahan di halaman akun Facebook miliknya.

Masyarakat berharap pemerintah segera mempercepat pembukaan akses jalan dan memastikan distribusi bantuan berjalan adil agar proses pemulihan kehidupan warga di Kemukiman Karang Ampar dan desa-desa sekitarnya dapat segera berlangsung.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AHY Inginkan Pimpinan Demokrat Yang Efektif Dan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat 

30 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Ingin Merdeka di Tanah Sendiri dengan Menolak Tambang Perusak Alam

30 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

30 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar: Bangun Kepedulian dan Kebersamaan Warga Dengan Semangat Kemerdekaan

30 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Pedang, Amanah, dan Marwah Linge

30 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Trending di RAGAM