Menu

Mode Gelap
Menteri PU Pastikan Daerah Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Sudah Tidak Terisolir Lagi Green SM Perbesar Bisnis Fleet EV, 500 Limo Green Masuk Jakarta Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat Buntut OTT KPK Di Kantor ATR/BPN Cibinong , HPPMI Dan LIRA Gelar Syukuran Serta Potong Domba.  SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel

ANJUNGAN

ASDP Percepat Realisasi Long Distance Ferry, Perkuat Konektivitas Jawa–NTT

badge-check


 Dirut ASDP (tengah) saat menerima audensi Perbesar

Dirut ASDP (tengah) saat menerima audensi

Wartatrans.com, JAKARTA – Membangun konektivitas bukan hanya menghadirkan jalur transportasi, tetapi juga membuka akses ekonomi, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat.

Berangkat dari semangat tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar audiensi untuk membahas percepatan pengembangan lintasan Long Distance Ferry (LDF) yang menghubungkan Pulau Jawa dengan NTT, Senin (27/2026).

Inisiatif ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun koridor logistik yang lebih efisien sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di kawasan kepulauan.

Audiensi dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Frederik Christian Purwanto Koenunu mewakili Gubernur NTT, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Wakil Direktur Utama Yossianis Marciano, Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse, beserta jajaran manajemen ASDP dan para pemangku kepentingan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan, pengembangan Long Distance Ferry (LDF) bukan sekadar membuka lintasan baru, melainkan bagian dari strategi memperkuat konektivitas nasional, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan).

“Namun sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Bagi ASDP, konektivitas bukan sekadar menghubungkan pelabuhan, tetapi memastikan setiap layanan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Layanan penyeberangan harus mampu memperlancar distribusi barang, meningkatkan efisiensi logistik, memperluas akses pasar, menjaga rantai pasok, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” urainya.

Menurutnya, pengembangan LDF diharapkan menjadi simpul logistik yang memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Dalam audiensi tersebut, ASDP memaparkan hasil kajian awal pengembangan lintasan LDF, yang menghubungkan Surabaya dengan Lembata dan Belu.

Kajian awal menunjukkan NTT memiliki prospek yang menjanjikan, didukung pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, tingginya kebutuhan distribusi barang dari Pulau Jawa, serta potensi komoditas unggulan seperti peternakan, perikanan, rumput laut, garam, dan hasil perkebunan yang dapat menjadi muatan balik menuju Jawa.

Pola tersebut diyakini berpotensi membentuk ekosistem logistik dua arah yang lebih efisien sekaligus mengurangi perjalanan kapal tanpa muatan.

Selain memangkas waktu dan biaya distribusi melalui layanan Ro-Ro langsung tanpa alih muat, pengembangan lintasan ini juga diharapkan mampu menghadirkan kepastian jadwal pengiriman, menekan risiko kerusakan barang, serta memperkuat rantai pasok antarwilayah.

Keberhasilan pengembangannya sangat ditentukan oleh sinergi pemerintah daerah, operator layanan, dan pelaku usaha dalam membangun komitmen muatan yang berkelanjutan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara optimal.

Sejalan dengan itu, seluruh pihak juga sepakat bahwa pengembangan lintasan Long Distance Ferry masih memerlukan kajian lanjutan yang lebih komprehensif.

Berbagai masukan dari para kepala daerah dalam audiensi akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kajian, mencakup aspek kelayakan operasional, kesiapan ekosistem logistik, potensi muatan, hingga keberlanjutan layanan.

Kajian lanjutan tersebut akan dipercepat sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat sebelum implementasi dilakukan.

Ruang Kolaborasi

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi atas komitmen ASDP dalam membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat konektivitas wilayah kepulauan.

“Kami bersyukur dapat berdiskusi bersama ASDP. Yang terpenting adalah memastikan perjalanan pergi maupun pulang memiliki muatan sehingga layanan dapat berjalan secara berkelanjutan. Transportasi laut merupakan urat nadi daerah kepulauan, dan kami berharap kolaborasi ini menjadi awal penguatan konektivitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa pengembangan lintasan baru hanya dapat berhasil melalui kolaborasi yang erat.

Pemerintah daerah berperan memperkuat ekosistem usaha dan infrastruktur pendukung, ASDP memastikan layanan yang andal, sementara pelaku usaha menghadirkan kepastian muatan sehingga tercipta koridor logistik yang sehat dan berkelanjutan.

“Audiensi ini menunjukkan adanya potensi yang baik untuk pengembangan koridor Long Distance Ferry Jawa–NTT. Namun, potensi tersebut masih perlu diperdalam melalui kajian lanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan. Berbagai masukan dari pemerintah daerah menjadi modal penting untuk menyempurnakan perencanaan sehingga implementasinya kelak memiliki dasar yang kuat, memenuhi aspek kelayakan, dan mampu menghadirkan layanan yang berkelanjutan,” tutur Windy.

Melalui sinergi yang telah terbangun, ASDP memandang pengembangan Long Distance Ferry Jawa–NTT memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan.

Meski demikian, implementasinya akan didahului dengan kajian lanjutan secara menyeluruh guna memastikan kesiapan operasional, dukungan ekosistem logistik, serta keberlanjutan layanan.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan LDF ke depan mampu memperkuat konektivitas antarpulau, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan daerah, serta mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. (omy)

Baca Lainnya

Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 16:41 WIB

SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan

21 September 2026 - 14:37 WIB

Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali

21 September 2026 - 10:52 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Penyebab Kecelakaan Virgo Transport 8 Perlu Dibuktikan Secara Menyeluruh

21 September 2026 - 10:12 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

Perkuat Tata Kelola & Kepatuhan, PT Federal International Finance Raih Sertifikasi ISO 37301:2021

21 September 2026 - 09:39 WIB

PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

20 September 2026 - 16:42 WIB

Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat

20 September 2026 - 16:34 WIB

Kinerja 2025 Moncer, Pelindo Naik 3 Peringkat di Fortune Indonesia 100

20 September 2026 - 13:49 WIB

Trending di ANJUNGAN