Wartatrans.com, JAKARTA — Aktor Baim Wong mengungkapkan sempat dilanda keraguan saat pertama kali menerima tawaran bermain dalam film “Suamiku Lukaku”. Keraguan itu muncul karena pada saat yang bersamaan rumah tangganya tengah menjadi sorotan publik, sehingga ia khawatir perannya sebagai suami yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akan memperkeruh situasi.
Baim mengaku sempat mempertimbangkan matang-matang sebelum akhirnya memutuskan menerima peran tersebut. Ia takut adegan KDRT dalam film justru memicu kesalahpahaman publik terhadap kehidupan pribadinya.

“Waktu itu saya sempat takut menerima tawaran main film dengan adegan KDRT. Saya khawatir malah menambah ruwet situasi yang sedang terjadi di rumah tangga saya,” kata Baim Wong.
Keraguan tersebut akhirnya terjawab setelah produser film, Viva Vesti, memberikan penjelasan panjang mengenai konsep cerita dan karakter yang akan ia perankan. Baim bahkan diminta mempelajari naskah secara mendalam yang sempat mengalami beberapa kali revisi sebelum produksi dimulai.
“Tapi Mbak Viva Vesti meyakinkan saya kalau peran ini tidak akan memperkeruh masalah yang sedang saya hadapi. Saya diminta membaca skripnya berulang-ulang sampai akhirnya yakin dengan ceritanya. Setelah itu baru saya memutuskan untuk menerima,” ujarnya.
Meski sudah menerima peran tersebut, tantangan lain muncul saat ia harus menjalani adegan kekerasan dengan lawan mainnya, Acha Septriasa. Baim mengaku sempat canggung karena dalam kehidupan nyata ia tidak pernah melakukan tindakan seperti yang digambarkan dalam film.
“Saya sempat ragu ketika harus memukul Acha di adegan KDRT. Awalnya pukulan saya terlihat tidak meyakinkan karena memang tidak benar-benar memukul,” ungkapnya.
Namun demi mendapatkan hasil adegan yang realistis, sutradara akhirnya meminta Baim melakukan pukulan yang lebih nyata. Sebelum melakukannya, ia memastikan terlebih dahulu bahwa Acha Septriasa merasa nyaman dengan adegan tersebut.
“Sebelum take saya tanya dulu ke Acha, apakah dia mengizinkan. Ternyata dia bilang tidak masalah. Ya sudah akhirnya saya lakukan sesuai kebutuhan adegan,” kata Baim sambil bercanda, “Kapan lagi bisa mukul Acha sungguhan.”
Bagi Baim, sebagai seorang aktor profesional, totalitas dalam membawakan karakter menjadi hal penting agar cerita yang disampaikan terasa kuat di layar.
“Sebagai pemain kita harus bisa menyampaikan adegan yang terasa nyata supaya penonton bisa merasakan emosi ceritanya. Saya dan Acha selalu berdiskusi sebelum pengambilan gambar,” tuturnya.
Menariknya, Baim mengungkapkan sebagian besar adegan mereka berjalan lancar tanpa perlu banyak pengulangan.
“Alhamdulillah banyak adegan yang langsung selesai dalam satu kali take. Kalau terlalu sering diulang, kasihan juga Acha,” pungkasnya.*** (Buyil)




























