Menu

Mode Gelap
Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen Ramainya WNA Naik Whoosh Sepanjang 2026, Malaysia Jadi Penumpang Terbanyak HUT ke-23, KAI Services Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan dan Keamanan Pangan Lewat Sertifikasi ISO 22000 Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub

ANJUNGAN

Menuju Zero Accident, Terminal Teluk Lamong Gelar Safety Forum 2026

badge-check


 Foto istimewa/Terminal Teluk Lamong Perbesar

Foto istimewa/Terminal Teluk Lamong

Wartatrans.com, SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggelar Safety Forum 2026 bertajuk Safety Improvement Program pada 10–12 Maret 2026 sebagai upaya memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta meningkatkan budaya keselamatan operasional di lingkungan terminal.

Kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam. Para peserta merupakan pekerja yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan keselamatan operasional di area terminal, mulai dari shift manager, operator alat berat, foreman hingga petugas keamanan.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai gagasan dan program konkret untuk memperkuat sistem K3 di lingkungan terminal.

“Melalui forum ini kami berharap lahir berbagai ide, masukan, dan program yang dapat semakin memperkuat implementasi K3 di Terminal Teluk Lamong. Kami juga ingin memastikan seluruh pihak, baik internal maupun eksternal, semakin memahami pentingnya penerapan standar keselamatan di area operasional pelabuhan,” ujar David.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi penerapan reward and punishment dalam implementasi keselamatan kerja, serta perlunya setiap terminal secara berkelanjutan memperkuat program safety induction bagi seluruh pekerja maupun pihak eksternal yang memasuki area operasional.

Safety Forum ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan di lingkungan Pelindo Group, di antaranya Direktur Manajemen Risiko PT Pelabuhan Indonesia Boy Robyanto yang hadir secara daring, Direktur Utama PT Pelindo Terminal Petikemas M. Adji, serta Direktur Operasi PT Pelindo Terminal Petikemas Muarip, bersama jajaran manajemen Terminal Teluk Lamong.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operasi PT Pelindo Terminal Petikemas, Muarip, menegaskan bahwa alat berat yang digunakan dalam operasional pelabuhan memiliki potensi risiko yang sangat besar apabila tidak dikelola dengan standar keselamatan yang ketat.

“Peralatan operasional di pelabuhan memiliki tingkat risiko yang tinggi. Oleh karena itu, forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga menghasilkan temuan, ide, serta rekomendasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat sistem keselamatan kerja di lingkungan Pelindo Group,” ujar Muarip.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, forum ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang membagikan pengalaman serta praktik terbaik dalam pengelolaan K3 di sektor kepelabuhanan.

Melalui sesi sharing session, diskusi kelompok, dan observasi lapangan, para peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai potensi risiko keselamatan yang masih ditemukan di area operasional, termasuk unsafe behavior dan unsafe condition yang berpotensi memicu kecelakaan kerja apabila tidak ditangani secara sistematis.

Pelaksanaan Safety Forum 2026 ini merupakan bagian dari komitmen TTL dalam meningkatkan standar keselamatan operasional pelabuhan, khususnya di tengah kompleksitas operasional terminal peti kemas yang melibatkan aktivitas bongkar muat, pergerakan alat berat, kendaraan operasional, serta interaksi intensif antara manusia dan mesin di area terminal.

Melalui forum ini, perusahaan menargetkan sejumlah capaian strategis, antara lain menurunkan angka kecelakaan kerja menuju zero accident, mengurangi tindakan tidak aman terutama yang melibatkan pengemudi truk di area terminal, serta memperkuat safety leadership pada level supervisor hingga manajerial.

Selain itu, TTL juga mendorong penerapan Behavior Based Safety (BBS) sebagai pendekatan untuk membangun budaya keselamatan kerja yang lebih kuat dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pencapaian zero fatality serta menurunkan secara signifikan Total Recordable Incident Rate (TRIR) di lingkungan operasional Terminal Teluk Lamong.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia, dan CMA CGM Perkuat Kemitraan Logistik untuk Memberantas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

3 Juli 2026 - 15:27 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

13 Tahun, Mengabdi Direktur Ernawati Komit Bawa PT CMN Melayani Sepenuh Hati

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

Cost Sharing ala Carpooling: Solusi Atasi Kemacetan, Biaya Energi dan Emisi Karbon

3 Juli 2026 - 12:28 WIB

265 Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Jalani Khitan Gratis, Senyum Warnai Masa Pemulihan

3 Juli 2026 - 11:16 WIB

Sebanyak 265 anak penyintas banjir di Aceh Tamiang mengikuti program khitan gratis yang digelar relawan dari Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026). (Foto:Serambinews)
Trending di RAGAM