Wartatrans.com, JAKARTA — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai membawa tantangan baru bagi kehidupan keluarga. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan sosial.

Hal tersebut menjadi tema utama dalam kegiatan ICMI Goes to Campus yang digelar di Universitas YARSI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Kegiatan bertajuk “Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence” itu menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan, akademisi, dan pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).
Rektor Universitas YARSI, Prof dr Fasli Jalal PhD, mengatakan perkembangan teknologi digital harus disikapi secara bijak oleh keluarga. Menurut dia, keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan zaman yang sangat cepat.
“Kemajuan teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng utama dalam membangun nilai, etika, dan karakter anak-anak,” ujar Fasli Jalal.
Dalam forum tersebut, Waketum 6 ICMI, Prof Dr Ir Riri Fitri Sari MM MSc, juga menyoroti pentingnya literasi digital di lingkungan keluarga. Ia menilai penggunaan AI harus diimbangi dengan penguatan pendidikan moral dan pengawasan orang tua terhadap anak.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang IPTEK, Agrimaritim dan Lingkungan Hidup ICMI, Prof Dr Ir M Jafar Hafsah IPU, menegaskan bahwa kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, bukan justru melemahkan hubungan sosial dalam keluarga.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Al-Quddus Universitas YARSI itu turut menghadirkan Wakil Ketua Deputi Pengembangan Kepemimpinan Pemuda ICMI Dr H Mustadin Taggala. Ia mengajak generasi muda untuk tetap menjaga nilai kebersamaan dan komunikasi dalam keluarga di tengah dominasi dunia digital.
Selain itu, hadir pula Dr Hj Tuty Mariany MM dari bidang pengembangan jaringan organisasi dan perlindungan anak, Dr Hj Herawati Tarigan MM selaku Ketua Koordinasi Perempuan, Anak dan Lansia MPP ICMI, serta dr Dewi Inong SpD V.E FINSDV dari Departemen Upaya Kesehatan Perorangan Bidang Kesehatan Majelis Pengurus ICMI.
Melalui kegiatan ini, ICMI dan Universitas YARSI berharap lahir berbagai gagasan strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga Indonesia agar mampu menghadapi tantangan era kecerdasan buatan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai kemanusiaan.*** (Dulloh)




























