Wartatrans.con, TAKENGON — Kepedulian terhadap krisis air bersih di wilayah pedalaman Aceh Tengah mendorong Azza Aprisaufa bersama tim dari Bimbel Saufa Center mengajukan proposal bantuan pengadaan dua unit tandon air bersih kepada Plan International dan Relief Alliance. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di Kampung Reje Payung dan Delung Sekinel, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung selama empat hari. Satu hari digunakan untuk survei lapangan dan penentuan lokasi pembangunan tandon air bersih, sementara tiga hari berikutnya dimanfaatkan untuk proses pembangunan bersama masyarakat secara swadaya.

Azza Aprisaufa mengatakan, seluruh material dan peralatan pembangunan diangkut menggunakan kendaraan pick up menuju kawasan Linge yang dikenal memiliki akses jalan cukup berat dan terbatas. Meski penuh tantangan, semangat gotong royong masyarakat tetap menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Warga di sana hidup dalam keterbatasan yang sangat memprihatinkan. Tidak hanya persoalan air bersih, tetapi juga akses jalan, pendidikan, mata pencaharian, hingga ketersediaan pangan layak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi sosial masyarakat di sejumlah wilayah pedalaman tersebut juga mulai diwarnai gesekan antarsesama warga akibat tekanan ekonomi dan minimnya fasilitas dasar yang tersedia.
Menurut Azza, situasi yang ditemui di lapangan meninggalkan kesan emosional mendalam bagi seluruh relawan yang terlibat. Ia menilai, hingga kini belum terlihat adanya upaya pemulihan yang serius dan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi terhadap kondisi masyarakat di kawasan tersebut.
“Sulit menggambarkan suasana ketika berada langsung di sana. Banyak hal yang membuat kami tidak bisa berpikir tenang melihat kondisi masyarakat yang masih hidup dengan keterbatasan sangat ekstrem,” katanya.
Ia menilai kondisi kehidupan masyarakat di beberapa wilayah pedalaman Kecamatan Linge masih jauh tertinggal. Bahkan, secara kasat mata, kehidupan warga disebut masih menyerupai situasi pada dekade 1970-an dengan minimnya infrastruktur dasar dan pelayanan publik.
Melalui proposal yang diajukan kepada lembaga kemanusiaan internasional, Bimbel Saufa Center berharap pembangunan dua unit tandon air bersih dapat menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang lebih layak dan berkelanjutan.*** (Jasa)


























