Wartatrans.com, PEMALANG — SMK Nusa Mandiri Comal, Jawa Tengah, memperingati hari jadinya yang ke-14 dengan menggelar rangkaian kegiatan bertema budaya, seni, olahraga, dan kepedulian sosial. Kegiatan berlangsung selama sepekan dan melibatkan siswa, guru, masyarakat, hingga peserta dari berbagai daerah.
Beragam agenda digelar untuk memeriahkan peringatan tersebut, di antaranya lomba futsal, Pramuka, Hadroh, mural, santunan anak yatim, jalan sehat, hingga lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan SD.

Kepala SMK Nusa Mandiri, Deni Priyanto, S.Pd., mengatakan peringatan hari jadi sekolah tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi momentum menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda di tengah derasnya pengaruh digital dan media sosial.
“Kami ingin anak-anak tidak kehilangan akar budaya dan nilai kebersamaan. Melalui kegiatan seperti Hadroh, mural, dan Pramuka, siswa diajak mencintai budaya, menghargai seni, sekaligus membangun karakter,” ujar Deni.
Ia menjelaskan, seni Hadroh dipilih sebagai media memperkenalkan akulturasi budaya Islam khas Pantura agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, budaya lokal harus terus dirawat agar tidak tergeser oleh arus modernisasi yang serba instan.
Sementara itu, lomba mural menjadi salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian. Tidak hanya diikuti peserta lokal, lomba tersebut juga menghadirkan peserta dari berbagai daerah seperti Rengas Dengklok, Malang, Yogyakarta, hingga sejumlah kabupaten di Jawa Tengah.
“Bagi kami, mural bukan sekadar gambar di dinding. Di dalamnya ada pesan moral, edukasi, dan misi budaya yang ingin disampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Kegiatan Pramuka juga mendapat perhatian khusus karena dinilai mampu membentuk karakter generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak menumbuhkan jiwa mandiri, percaya diri, solidaritas, dan tenggang rasa sebagai bekal kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Puncak peringatan HUT ke-14 SMK Nusa Mandiri akan digelar pada 17 Mei 2026 dengan menghadirkan lomba mewarnai bagi siswa TK dan SD. Menariknya, sebelum lomba dimulai para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari pelatih berpengalaman, Kak Yoyok dari Borobudur, Magelang.
Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang kreativitas sekaligus sarana edukasi budaya sejak usia dini. Selain mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat, peringatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen SMK Nusa Mandiri dalam menjaga nilai budaya dan seni di tengah gempuran era digital.*** (Priyo)

























