Wartatrans.com, MALAYSIA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Indonesia di tingkat internasional. Tim G-PEAT dari Universitas Riau (UNRI) jurusan pertanian yang beranggotakan Julis Andreas Wijaya Gea, Rafi Rasyadiq Alya, dan Rahma Dwi Rahayu berhasil meraih penghargaan Gold dalam ajang Perlis International Engineering Invention & Innovation Exhibition (Pi-ENVEX) 2026 yang berlangsung di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, pada 14–16 Mei 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi bertajuk “Micro Lamp Innovation Based on Electrochemical Reactions from Peat Water”. Karya itu menghadirkan gagasan pemanfaatan air gambut melalui reaksi elektrokimia sebagai sumber energi alternatif untuk lampu mikro.

Inovasi tersebut dinilai memiliki nilai kebaruan sekaligus potensi manfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan energi ramah lingkungan berbasis sumber daya alam lokal. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap energi berkelanjutan, penelitian yang memanfaatkan potensi air gambut itu dinilai menjadi salah satu terobosan menarik dari kalangan muda Indonesia.
Ajang Pi-ENVEX sendiri merupakan pameran dan kompetisi inovasi teknik tingkat internasional yang mempertemukan peneliti, mahasiswa, pelajar, dan inovator dari berbagai negara. Dalam kompetisi tersebut, para peserta mempresentasikan hasil riset dan inovasi di bidang teknologi, lingkungan, dan rekayasa terapan.
Keberhasilan Tim G-PEAT meraih medali emas menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan bersaing di forum internasional. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi kalangan pelajar dan mahasiswa untuk terus mengembangkan riset yang inovatif, solutif, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Raihan penghargaan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi berbasis potensi lokal yang mampu menjawab tantangan energi dan lingkungan di masa depan.





























