Menu ✖

Mode Gelap
Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KAI Catat Jutaan Perjalanan Antarkota, Rute Gambir-Yogyakarta Tembus 1 Juta Teuku Ismuhadi “Arsitek” Kedai Aceh Lampoh, Dikonsep untuk Memuliakan Kuliner Khas Tanah Rencong Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks BKKP Kemenhub Catat Berbagai Prestasi Strategis ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

Uncategorized

Forum Kritik Seni Jakarta Soroti Tantangan Kritik Seni di Era Digital

badge-check


 Forum Kritik Seni Jakarta Soroti Tantangan Kritik Seni di Era Digital Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Di tengah derasnya arus media sosial dan banjir opini singkat di ruang digital, tradisi kritik seni dinilai semakin penting untuk menjaga kualitas dialog kebudayaan. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Masyarakat Kesenian Jakarta (MKJ) akan menggelar Forum Kritik Seni Jakarta pada 19 Mei 2026 di PDS H.B. Jassin, Jakarta.

Kegiatan bertema “Membangun Tradisi Kritik Seni yang Kritis, Terbuka, dan Berkelanjutan” itu merupakan kerja sama MKJ dengan PDS H.B. Jassin–Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta serta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Ketua Masyarakat Kesenian Jakarta, Arie F. Batubara, mengatakan kritik seni bukan sekadar upaya menilai karya, melainkan proses membaca dan memahami karya seni secara lebih mendalam.

“Di tengah banjir informasi dan opini singkat hari ini, kemampuan membaca karya seni secara kritis menjadi semakin penting. Kritik seni membantu publik memahami konteks, makna, dan persoalan yang ada di balik sebuah karya,” ujar Arie dalam keterangan persnya.

Menurut dia, kritik seni berfungsi sebagai jembatan antara seniman dan masyarakat. Karena itu, ruang-ruang diskusi serta pendidikan kritik seni perlu terus dihidupkan agar ekosistem kebudayaan berkembang sehat dan terbuka.

Forum tersebut akan diawali dengan workshop menulis kritik seni pada pukul 08.30–12.00 WIB. Workshop menghadirkan Bambang Bujono dan Mustafa Ismail bersama Arie F. Batubara sebagai narasumber. Acara dipandu moderator Rintis Mulya.

Peserta akan diajak memahami cara membaca karya seni secara kritis, teknik menulis kritik yang komunikatif, hingga membangun sudut pandang dalam tulisan budaya dan kesenian.

Sementara itu, diskusi publik bertajuk “Bagaimana Wajah Kritik Seni Kini?” akan berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB dengan menghadirkan Ahmadun Yosi Herfanda, Hilmi Faiq, dan Akhlis Suryapati. Diskusi dimoderatori Dedy Tri Riyadi dengan pewara Dian Mariyana.

Ketua Panitia, Mustafa Ismail, mengatakan forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan antara seniman, akademisi, mahasiswa, media, dan masyarakat umum untuk membangun kembali tradisi kritik seni di Indonesia.

“Kritik seni penting untuk menjaga percakapan kebudayaan tetap hidup. Lewat forum ini, kami ingin mendorong lahirnya penulis dan pengamat seni muda yang kritis, terbuka, dan mampu membaca perubahan zaman,” kata Mustafa.

Ia menambahkan, kritik seni seharusnya tidak berhenti pada penilaian “bagus” atau “tidak bagus”, melainkan menghadirkan pembacaan yang argumentatif dan kontekstual terhadap karya seni.

Forum ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta juga akan memperoleh sertifikat keikutsertaan. Panitia menargetkan sekitar 100 peserta dari kalangan seniman, mahasiswa, jurnalis budaya, komunitas seni, akademisi, hingga masyarakat umum.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

19 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Brotherhood of SANFFEST, Sineas Mancanegara Berbagi Ilmu Film di Sejumlah Daerah

19 Oktober 2026 - 12:52 WIB

​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober

19 Oktober 2026 - 10:09 WIB

15 Tahun Sastra Bulan Purnama, Merawat Persahabatan dan Menghidupkan Puisi di Era Digital

18 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Seluruh Academia Sabet Tiga Standing Ovation, Persaingan Top 12 D’Academy 8 Kian Ketat

17 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Dari Panggung Spanyol, Anak-Anak Indonesia Suarakan Perdamaian Dunia, Teater Tanah Air Borong Empat Penghargaan

17 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Nina Nugroho Sulap Tenun Makassar Jadi Busana Modern, Filosofi Kehormatan dan Harmoni Jadi Inspirasi

16 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Dwiki Dharmawan: Indonesia Tidak Kekurangan Talenta Musik

16 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Sineas Palestina Ameen Nayfeh Tiba di Jakarta, Disambut Panitia SANFFEST 2026

15 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Trending di SENI BUDAYA