Menu

Mode Gelap
Layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo, Mudahkan Jemaah Haji Embarkasi Solo Dana Reboisasi Dinilai Perlu Masuk Skema Dana Desa untuk Penghijauan Hutan PNM Kembangkan Klaster Pala di Ngada untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Forum Kritik Seni Jakarta Soroti Tantangan Kritik Seni di Era Digital Sambut Long Weekend, DAMRI Siapkan Lebih dari 50 Ribu Kursi AKAP dan Beragam Kemudahan Pemesanan Tiket Warga Cipayung Mulai Terapkan Pemilahan Sampah, Tuntut Perlengkapan Sarana dan Prasarana 

RAGAM

Dana Reboisasi Dinilai Perlu Masuk Skema Dana Desa untuk Penghijauan Hutan

badge-check


 Dana Reboisasi Dinilai Perlu Masuk Skema Dana Desa untuk Penghijauan Hutan Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Pemerhati lingkungan dari Yayasan Linge Gayo Raya, Mahakadri, menilai dana reboisasi yang digelontorkan pemerintah pusat untuk wilayah Aceh harus dikelola dengan mekanisme yang lebih efektif agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.

Menurut Mahakadri, salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah memasukkan program reboisasi ke dalam skema Dana Desa, sehingga setiap desa memiliki kewajiban sekaligus tanggung jawab dalam menjalankan program penghijauan.

“Dana reboisasi ini sebaiknya dimasukkan ke dalam skema Dana Desa. Pemerintah pusat juga perlu menyiapkan tambahan alokasi anggaran khusus agar program penghijauan bisa berjalan maksimal di setiap desa,” ujar Mahakadri di Takengon, Selasa (12/5/2026).

Ia menyoroti berbagai kegagalan program bantuan bibit yang selama ini terjadi di lapangan. Menurutnya, banyak bibit tanaman yang akhirnya mati karena tidak disertai dukungan biaya perawatan dan operasional.

“Bibit sudah dibagikan, tetapi tidak ada perawatan lanjutan. Tidak tersedia pupuk maupun nutrisi yang dibutuhkan. Bahkan sering terlihat bibit hanya dibiarkan begitu saja di samping rumah warga,” katanya.

Mahakadri menjelaskan, minimnya anggaran operasional membuat masyarakat enggan melakukan penanaman.

“Masyarakat menolak menanam karena tidak ada biaya tanam dan biaya operasional. Akibatnya bibit mengering dan mati sebelum tertanam. Uang negara habis, tetapi target penghijauan tidak tercapai,” tegasnya.

Ia menilai pemerintah desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi wilayah masing-masing, termasuk kawasan kritis, daerah rawan longsor, hingga jenis tanaman yang cocok dikembangkan.

Menurutnya, apabila dana reboisasi dikelola melalui desa, program penghijauan akan lebih cepat terealisasi dan tepat sasaran karena tidak terhambat birokrasi panjang. Selain itu, masyarakat juga akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap keberhasilan program tersebut.

“Desa mengetahui kebutuhan lahannya sendiri. Dengan melibatkan seluruh desa, penghijauan ribuan hektare lahan bisa dilakukan secara merata,” ujarnya.

Mahakadri juga menekankan pentingnya reboisasi sebagai investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di wilayah Aceh Tengah.

Melalui skema Dana Desa, kata dia, pemerintah desa dapat menggunakan anggaran untuk membayar upah penanaman, membeli pupuk dan nutrisi tanaman, hingga melakukan perawatan pohon sampai tumbuh besar dan kuat.

“Tujuan akhirnya sederhana, pohon harus hidup dan tumbuh menjadi hutan yang rimbun. Ini merupakan investasi nyata untuk melindungi Aceh Tengah dari bencana sekaligus memberi manfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.*** (Basaruddin/BSG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PNM Kembangkan Klaster Pala di Ngada untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

13 Mei 2026 - 14:26 WIB

Sambut Long Weekend, DAMRI Siapkan Lebih dari 50 Ribu Kursi AKAP dan Beragam Kemudahan Pemesanan Tiket

13 Mei 2026 - 14:05 WIB

Warga Cipayung Mulai Terapkan Pemilahan Sampah, Tuntut Perlengkapan Sarana dan Prasarana 

13 Mei 2026 - 13:00 WIB

TPK Teluk Lamong Catat Lonjakan Arus Petikemas Internasional 91 Persen

13 Mei 2026 - 11:59 WIB

SPJM Bukukan Laba Bersih Lampaui Target RKAP pada Kuartal I 2026

13 Mei 2026 - 07:39 WIB

Stakeholders Pelabuhan Priok Perkuat Sinergi dan Kemitraan Melalui Raker IPEC 2026

13 Mei 2026 - 07:19 WIB

FIFGROUP Tegaskan Komitmen terhadap Tata Kelola yang Baik melalui Seminar Nasional Bersama Asosiasi Advokat Konstitusi

12 Mei 2026 - 19:32 WIB

IPC Terminal Petikemas Dorong Inklusi Ekonomi Perempuan Penyandang Disabilitas Melalui Program TJSL di Kalimantan Barat

12 Mei 2026 - 19:21 WIB

Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Perkuat Kesiapan Layanan Penumpang ke Kepulauan Seribu

12 Mei 2026 - 19:10 WIB

IZI Sediakan Rumah Singgah Bagi Keluarga Pasien Asal Aceh Tengah  ‎ 

12 Mei 2026 - 16:53 WIB

Trending di RAGAM