Menu ✖

Mode Gelap
Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh AHY Run Jawa Tengah 2026 dapat Apresiasi Baik dari Menko IPK, Gubernur Jateng, dan Masyarakat Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak Diperkuat Anggota DPRD Jawa Barat Prihatin atas Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia Okupansi KA Joglosemarkerto Tembus 256 Persen, Ini 10 KA Jarak Jauh Terpadat Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

RAGAM

Dana Reboisasi Dinilai Perlu Masuk Skema Dana Desa untuk Penghijauan Hutan

badge-check


 Dana Reboisasi Dinilai Perlu Masuk Skema Dana Desa untuk Penghijauan Hutan Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Pemerhati lingkungan dari Yayasan Linge Gayo Raya, Mahakadri, menilai dana reboisasi yang digelontorkan pemerintah pusat untuk wilayah Aceh harus dikelola dengan mekanisme yang lebih efektif agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.

Menurut Mahakadri, salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah memasukkan program reboisasi ke dalam skema Dana Desa, sehingga setiap desa memiliki kewajiban sekaligus tanggung jawab dalam menjalankan program penghijauan.

“Dana reboisasi ini sebaiknya dimasukkan ke dalam skema Dana Desa. Pemerintah pusat juga perlu menyiapkan tambahan alokasi anggaran khusus agar program penghijauan bisa berjalan maksimal di setiap desa,” ujar Mahakadri di Takengon, Selasa (12/5/2026).

Ia menyoroti berbagai kegagalan program bantuan bibit yang selama ini terjadi di lapangan. Menurutnya, banyak bibit tanaman yang akhirnya mati karena tidak disertai dukungan biaya perawatan dan operasional.

“Bibit sudah dibagikan, tetapi tidak ada perawatan lanjutan. Tidak tersedia pupuk maupun nutrisi yang dibutuhkan. Bahkan sering terlihat bibit hanya dibiarkan begitu saja di samping rumah warga,” katanya.

Mahakadri menjelaskan, minimnya anggaran operasional membuat masyarakat enggan melakukan penanaman.

“Masyarakat menolak menanam karena tidak ada biaya tanam dan biaya operasional. Akibatnya bibit mengering dan mati sebelum tertanam. Uang negara habis, tetapi target penghijauan tidak tercapai,” tegasnya.

Ia menilai pemerintah desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi wilayah masing-masing, termasuk kawasan kritis, daerah rawan longsor, hingga jenis tanaman yang cocok dikembangkan.

Menurutnya, apabila dana reboisasi dikelola melalui desa, program penghijauan akan lebih cepat terealisasi dan tepat sasaran karena tidak terhambat birokrasi panjang. Selain itu, masyarakat juga akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap keberhasilan program tersebut.

“Desa mengetahui kebutuhan lahannya sendiri. Dengan melibatkan seluruh desa, penghijauan ribuan hektare lahan bisa dilakukan secara merata,” ujarnya.

Mahakadri juga menekankan pentingnya reboisasi sebagai investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di wilayah Aceh Tengah.

Melalui skema Dana Desa, kata dia, pemerintah desa dapat menggunakan anggaran untuk membayar upah penanaman, membeli pupuk dan nutrisi tanaman, hingga melakukan perawatan pohon sampai tumbuh besar dan kuat.

“Tujuan akhirnya sederhana, pohon harus hidup dan tumbuh menjadi hutan yang rimbun. Ini merupakan investasi nyata untuk melindungi Aceh Tengah dari bencana sekaligus memberi manfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.*** (Basaruddin/BSG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Anggota DPRD Jawa Barat Prihatin atas Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia

18 Oktober 2026 - 17:39 WIB

KAI Services Hadirkan Warteg on Train di Kereta Batavia, Penumpang Bisa Pilih Menu Rumahan

17 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Jokowi Sebut Ada Operasi Politik Terkait Polemik Ijasah Gibran dan Dirinya, Pengamat: Sederhana, Tunjukkan Saja Ijazah Aslinya

17 Oktober 2026 - 11:28 WIB

AHY Run Jateng 2026 Siap Digelar, Panitia Wahyoe Liluk Winarto Tegaskan Jaga Keamanan dan Ketertiban

17 Oktober 2026 - 09:55 WIB

5.000 Santri Dorong Perwali Literasi Al-Qur’an, FKTPQ Makassar Siapkan Munaqasyah Akbar

17 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional di Singapura

17 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Pahami AI Orchestration, Endatoe Foundation Gelar Webinar Edukasi AI untuk Generasi Muda

17 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Satresnarkoba Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Narkotika, Sita Sabu Seberat 10,18 Gram di Darul Makmur

17 Oktober 2026 - 04:50 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Trending di RAGAM