Menu

Mode Gelap
Stasiun Bogor Tertinggi Layani Penumpang KRL Semester I 2026, KAI Kebut Pengembangan Peron untuk 12 Kereta Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban  Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal  Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

RAGAM

Dana Reboisasi Dinilai Perlu Masuk Skema Dana Desa untuk Penghijauan Hutan

badge-check


 Dana Reboisasi Dinilai Perlu Masuk Skema Dana Desa untuk Penghijauan Hutan Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Pemerhati lingkungan dari Yayasan Linge Gayo Raya, Mahakadri, menilai dana reboisasi yang digelontorkan pemerintah pusat untuk wilayah Aceh harus dikelola dengan mekanisme yang lebih efektif agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.

Menurut Mahakadri, salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah memasukkan program reboisasi ke dalam skema Dana Desa, sehingga setiap desa memiliki kewajiban sekaligus tanggung jawab dalam menjalankan program penghijauan.

“Dana reboisasi ini sebaiknya dimasukkan ke dalam skema Dana Desa. Pemerintah pusat juga perlu menyiapkan tambahan alokasi anggaran khusus agar program penghijauan bisa berjalan maksimal di setiap desa,” ujar Mahakadri di Takengon, Selasa (12/5/2026).

Ia menyoroti berbagai kegagalan program bantuan bibit yang selama ini terjadi di lapangan. Menurutnya, banyak bibit tanaman yang akhirnya mati karena tidak disertai dukungan biaya perawatan dan operasional.

“Bibit sudah dibagikan, tetapi tidak ada perawatan lanjutan. Tidak tersedia pupuk maupun nutrisi yang dibutuhkan. Bahkan sering terlihat bibit hanya dibiarkan begitu saja di samping rumah warga,” katanya.

Mahakadri menjelaskan, minimnya anggaran operasional membuat masyarakat enggan melakukan penanaman.

“Masyarakat menolak menanam karena tidak ada biaya tanam dan biaya operasional. Akibatnya bibit mengering dan mati sebelum tertanam. Uang negara habis, tetapi target penghijauan tidak tercapai,” tegasnya.

Ia menilai pemerintah desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi wilayah masing-masing, termasuk kawasan kritis, daerah rawan longsor, hingga jenis tanaman yang cocok dikembangkan.

Menurutnya, apabila dana reboisasi dikelola melalui desa, program penghijauan akan lebih cepat terealisasi dan tepat sasaran karena tidak terhambat birokrasi panjang. Selain itu, masyarakat juga akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap keberhasilan program tersebut.

“Desa mengetahui kebutuhan lahannya sendiri. Dengan melibatkan seluruh desa, penghijauan ribuan hektare lahan bisa dilakukan secara merata,” ujarnya.

Mahakadri juga menekankan pentingnya reboisasi sebagai investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di wilayah Aceh Tengah.

Melalui skema Dana Desa, kata dia, pemerintah desa dapat menggunakan anggaran untuk membayar upah penanaman, membeli pupuk dan nutrisi tanaman, hingga melakukan perawatan pohon sampai tumbuh besar dan kuat.

“Tujuan akhirnya sederhana, pohon harus hidup dan tumbuh menjadi hutan yang rimbun. Ini merupakan investasi nyata untuk melindungi Aceh Tengah dari bencana sekaligus memberi manfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.*** (Basaruddin/BSG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

13 Tahun, Mengabdi Direktur Ernawati Komit Bawa PT CMN Melayani Sepenuh Hati

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

Cost Sharing ala Carpooling: Solusi Atasi Kemacetan, Biaya Energi dan Emisi Karbon

3 Juli 2026 - 12:28 WIB

265 Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Jalani Khitan Gratis, Senyum Warnai Masa Pemulihan

3 Juli 2026 - 11:16 WIB

Sebanyak 265 anak penyintas banjir di Aceh Tamiang mengikuti program khitan gratis yang digelar relawan dari Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026). (Foto:Serambinews)
Trending di RAGAM