
Wartatrans.com. BOGOR – Stakeholders di Pelabuhan Tanjung Priok menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kemitraan guna mendukung kemajuan bersama di pelabuhan tersibuk di Indonesia tersebut.

Komitmen tersebut terungkap dalam diskusi santai antar stakeholders di pelabuhan Tanjung Priok usai pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Indonesia Port Editors Club (IPEC) Tahun 2026, yang dilaksanakan di kawasan Sentul Jawa Barat pada Selasa (12/5/2026).
Diskusi itu menghadirkan Kasie Angkutan Laut Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok Darwin Purba, Executive General Manager Pelabuhan Tanjung Priok Yandri Tri Saputera, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta Suwondo, Sekretaris Indonesia National Shipowners Association (INSA) Jakarta M Erwin Y Zubir, dan Sumardi dari Indonesia Shipping Agency Association (ISAA).
Turut hadir Kiki M Hikmat (Direktur New Priok Container Terminal One), Sekretaris Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan, Perwakilan dari TPK Koja, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Multipurpose, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI), maupun anak usaha lainnya dibawah naungan Pelindo Group.
Semua Jurnalis yang biasa meliput di sektor Kemaritiman, Logistik, Pelabuhan dan Pelayaran, tergabung dalam IPEC juga hadir pada acara rutin tahunan tersebut.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum komunikasi bagi berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem kepelabuhanan, mulai dari operator terminal, regulator, pelaku usaha logistik, asosiasi, hingga insan media.
Dalam suasana penuh keakraban, para peserta menilai bahwa kolaborasi yang kuat antar stakeholder menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan serta meningkatkan kualitas pelayanan logistik nasional.
Selain mempererat hubungan antar pemangku kepentingan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang industri kepelabuhanan ke depan. Penguatan koordinasi dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika perdagangan global dan kebutuhan pelayanan yang semakin cepat serta efisien.
Perwakilan peserta Raker IPEC menyampaikan bahwa sinergi antar stakeholder harus terus dijaga agar Pelabuhan Tanjung Priok mampu mempertahankan perannya sebagai simpul utama logistik nasional.
“Kolaborasi dan komunikasi yang baik menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pelabuhan yang produktif, aman, dan berdaya saing,” ujar Ridwan Sais sebagai Presiden IPEC
Melalui Raker IPEC 2026, para stakeholder berharap hubungan kemitraan yang telah terjalin dapat semakin solid sehingga mampu mendukung pertumbuhan sektor kepelabuhanan dan logistik Indonesia secara berkelanjutan.(ahmad)


























