Wartatrans.com, JAKARTA — Direktur Pengembangan Produksi Film Negara (PFN), Narliswandi Piliang yang akrab dipanggil Iwan Piliang menilai – pameran JAKARTUN “Jakarta dalam Kartun” yang digagas oleh AKI (Asosiasi Kartunis Indonesia) dalam rangka HUT Jakarta Juni mendatang, akan menjadi ruang penting bagi seniman visual untuk merekam dinamika ibu kota melalui pendekatan satire, humor, dan kritik sosial.
Menurut Iwan, kartun bukan sekadar karya hiburan, melainkan medium komunikasi yang mampu merepresentasikan realitas sosial masyarakat urban secara efektif dan mudah diterima publik.

“Jakarta adalah kota dengan kompleksitas yang luar biasa. Kartun mampu menangkap denyut kehidupan itu dengan bahasa visual yang ringan namun tajam,” ujarnya saat bincang santai bersama Putra Gara, selalu Ketua AKI dan koordinator pameran di kantor PFN, Senin (11/05/2026).

Kartun karya Slamet Widodo
Iwan menegaskan, karya kartun memiliki nilai dokumentatif yang kuat karena dapat menjadi arsip sosial tentang bagaimana masyarakat memandang perubahan zaman, persoalan kota, hingga perilaku sosial yang berkembang di tengah kehidupan metropolitan.
Lebih jauh Iwan juga melihat seni kartun memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan industri kreatif, terutama perfilman dan animasi. Karena itu, menurutnya, ruang-ruang apresiasi seperti pameran harus terus diperkuat agar mampu melahirkan ekosistem kreatif yang sehat.
“Kartun, ilustrasi, animasi, dan film memiliki hubungan yang sangat dekat. Dari karya-karya seperti ini lahir imajinasi visual yang nantinya bisa berkembang menjadi karya kreatif yang lebih luas,” katanya.

Kartun karya Non-O
Ia mengapresiasi langkah AKI yang menghadirkan pameran bertema Jakarta tersebut. Menurutnya, para kartunis telah menghadirkan sudut pandang yang jujur sekaligus reflektif mengenai wajah ibu kota.
Sementara itu, Ketua AKI, Putra Gara mengatakan – bahwa pameran ini menjadi upaya menghadirkan Jakarta melalui perspektif para kartunis Indonesia.
“Melalui kartun, masyarakat bisa melihat Jakarta dengan cara yang lebih cair. Ada kritik, ada humor, tetapi juga ada kecintaan terhadap kota ini,” ujar Putra Gara.

Kartun karya Putra Gara
Pameran “Jakarta dalam Kartun” menghadirkan berbagai karya kartunis yang mengangkat isu kemacetan, banjir, budaya urban, hingga kehidupan sosial masyarakat Jakarta. Melalui goresan visual yang satir dan komunikatif, pameran ini menjadi refleksi tentang wajah ibu kota yang terus bergerak di tengah perubahan zaman.
Ada pun para kartunis yang akan ikut andil dalam pameran JAKARTUN antara lain Non O (Kompas) – Imam Yuni (Tempo) – Slamet Widodo (Suara Merdeka) – Munadi (ParahianganPos) – Yoyo (Wartatrans) Marwan (AKI) – Jan Praba (Pajarti) dan Putra Gara.***
– (Septiadi)

Kartun karya Munadi




























