Menu

Mode Gelap
KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal Komut KAI Wisata Kunjungi Stasiun Jakarta Kota, Luncurkan Inisiatif Pelestarian 5 Stasiun Bersejarah Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan

SUMBER DAYA

Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

badge-check


 Kunjungan langsung ke Terminal Operasi 3 IPC TPK Perbesar

Kunjungan langsung ke Terminal Operasi 3 IPC TPK

Mahasiswa FEB Universitas Indonesia kunjungi Integrated Planning Control Room IPC TPK Tanjung Priok

Wartatrans.com, JAKARTA  – Di balik aktivitas bongkar muat, pelabuhan merupakan simpul utama rantai pasok nasional sekaligus pusat konektivitas ekonomi yang membuka ruang besar bagi berbagai disiplin ilmu dan talenta masa depan. Berangkat dari semangat tersebut, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan industri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sebagai bagian dari Program Jejak Pelabuhan pada Jumat (8/5) lalu.
Program Jejak Pelabuhan merupakan inisiatif IPC TPK untuk membuka akses pembelajaran industri sekaligus menjembatani teori akademik dengan realita operasional di lapangan. Melalui program ini, mahasiswa diperkenalkan secara langsung pada ekosistem kepelabuhanan modern yang kini berkembang jauh melampaui aktivitas operasional konvensional.

Ekwan, Supervisor Berth Allocation IPC TPK Tanjung Priok menjelaskan teknologi yang digunakan pada layanan operasional

Selama kunjungan, peserta berkesempatan melihat langsung alur kerja logistik modern dengan mengunjungi Integrated Planning & Control Room serta Terminal Operasi 3 di Pelabuhan Tanjung Priok. Tidak hanya menyaksikan proses bongkar muat peti kemas, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai bagaimana pelabuhan menjadi simpul penting rantai pasok global, pusat pengambilan keputusan bisnis, hingga bagian dari transformasi digital dan sustainability dalam industri logistik nasional.
Pada kunjungan ini, mahasiswa turut menggali lebih dalam mengenai peran digitalisasi dalam operasional pelabuhan modern, mulai dari pemanfaatan sistem terintegrasi untuk mendukung efisiensi layanan hingga upaya mitigasi risiko terhadap potensi gangguan operasional. Selain itu, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pengelolaan customer relation, struktur organisasi di lingkungan pelabuhan, serta pentingnya koordinasi lintas sektor dan fungsi dalam memastikan kelancaran proses bongkar muat sebagai bagian penting dari rantai pasok nasional.
Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membuka wawasan generasi muda terhadap industri kepelabuhanan dan logistik yang terus berkembang.
“Dunia kepelabuhanan hari ini bukan lagi industri yang eksklusif atau hanya dipahami kalangan tertentu. Industri ini sangat terbuka dan membutuhkan banyak perspektif keilmuan, mulai dari ekonomi, bisnis, teknologi, data, sustainability, hingga komunikasi. Karena itu, kami ingin membuka wawasan bahwa pelabuhan adalah industri masa depan yang relevan bagi generasi muda,” ujar Daniel.
Berbeda dengan kunjungan akademik pada umumnya, Program Jejak Pelabuhan dirancang untuk memberikan pengalaman industri yang lebih kontekstual dan strategis. Mahasiswa diajak memahami bagaimana efisiensi logistik memengaruhi biaya distribusi nasional, bagaimana arus perdagangan internasional bergerak melalui pelabuhan, hingga bagaimana terminal petikemas bertransformasi melalui digitalisasi dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sebagai operator terminal petikemas di bawah naungan Pelindo Group, IPC TPK menilai bahwa pengenalan industri sejak dini menjadi penting untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Keterbukaan akses terhadap dunia kepelabuhanan juga diharapkan dapat mengubah perspektif generasi muda bahwa sektor ini merupakan bidang yang dinamis, modern, dan memiliki prospek besar di masa depan.
“Melalui Program Jejak Pelabuhan, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realita industri. Mahasiswa tidak hanya melihat proses operasional, tetapi juga memahami bagaimana pelabuhan bekerja sebagai penghubung rantai pasok dan penggerak aktivitas ekonomi. Harapannya, mahasiswa dapat melihat langsung bahwa sektor ini terus berkembang dan membutuhkan banyak talenta dengan beragam latar belakang keilmuan,” tutup Daniel Setiawan.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

3 Juli 2026 - 02:26 WIB

BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

2 Juli 2026 - 22:05 WIB

Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan

2 Juli 2026 - 21:58 WIB

Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga

2 Juli 2026 - 16:23 WIB

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Upacara Hari Ke-80 Bhayangkara di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat, Perkuat Sinergitas Polri Bersama TNI, Pemerintah, dan Masyarakat

2 Juli 2026 - 13:11 WIB

Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 13:08 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Trending di EKOBIS