Menu

Mode Gelap
KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal Komut KAI Wisata Kunjungi Stasiun Jakarta Kota, Luncurkan Inisiatif Pelestarian 5 Stasiun Bersejarah Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

PERON

Komut KAI Wisata Kunjungi Stasiun Jakarta Kota, Luncurkan Inisiatif Pelestarian 5 Stasiun Bersejarah

badge-check


 Komut KAI Wisata Kunjungi Stasiun Jakarta Kota, Luncurkan Inisiatif Pelestarian 5 Stasiun Bersejarah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Komisaris Utama (Komut) PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata), Suria Ati Kusumah, melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Jakarta Kota (Stasiun Beos Lama).

Kunjungan ini merupakan langkah awal dalam upaya melestarikan, membangkitkan kembali, dan memperkenalkan nilai sejarah stasiun-stasiun tua di Jakarta. Sebagai salah satu ikon perkeretaapian tertua di Indonesia, Stasiun Jakarta Kota menyimpan jejak panjang peradaban kota yang layak dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Ibu Suria Ati Kusumah disambut oleh:
1. Adly Hakim Nasution – VP Pelayanan KCI
2. Kuscayono – Manajer Fasilitas Pelayanan Penumpang Daop 1 Jakarta
3. Kurniawan Bellani Adhinata – Kepala Stasiun Jakarta Kota
4. Dwi Irpal – Wakil Kepala Stasiun Jakarta Kota

Kunjungan ini difokuskan pada potensi Stasiun Jakarta Kota dengan tema “Awal Perjalanan Batavia Modern”. Stasiun ini menjadi gerbang utama Batavia pada masa Hindia Belanda dan menjadi saksi lahirnya sistem transportasi modern di Indonesia. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai simpul pergerakan penumpang, tetapi juga sebagai penanda historis yang merekam peralihan kota dari era kolonial menuju kemandirian modern.

Sejarah Stasiun Jakarta Kota menyimpan banyak cerita menarik yang layak diangkat sebagai narasi utama dalam program pelestarian heritage KAI Wisata. Sebelum menjadi Stasiun Jakarta Kota, terdapat stasiun lama bernama Batavia Zuid. Bangunan yang dikenal saat ini diresmikan pada tahun 1929 dan menjadi salah satu stasiun termegah di Asia Tenggara pada masanya. Dirancang oleh arsitek Belanda dengan gaya Art Deco yang masih sangat terjaga, stasiun ini menghadirkan inovasi teknik pada zamannya berupa atap bentang lebar tanpa banyak tiang penyangga.

Pada masa kolonial, hampir seluruh pejabat, pedagang, dan wisatawan yang datang dengan kereta memasuki Batavia melalui BEOS. Stasiun ini menjadi “wajah pertama” ibu kota, sekaligus simpul utama yang menghubungkan Batavia dengan Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Merak. Nama BEOS sendiri berasal dari Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij, perusahaan kereta api swasta pada masa Hindia Belanda yang mengelola jalur kereta api jalur timur Batavia.

Setelah Proklamasi 1945, stasiun ini menjadi bagian penting dalam pengambilalihan aset perkeretaapian dari Jepang oleh para pegawai kereta Indonesia, sehingga BEOS turut menjadi saksi perjuangan kemerdekaan bangsa. Karena keindahan arsitekturnya, stasiun ini sering dijadikan lokasi syuting film, video musik, dan pemotretan, memperkuat perannya sebagai ikon visual kota Jakarta. Lokasinya yang berhadapan langsung dengan kawasan Kota Tua menjadikan BEOS sebagai pintu gerbang wisata sejarah yang menghubungkan elemen perkeretaapian dengan kawasan cagar budaya di sekitarnya.

Perjalanan teknologi perkeretaapian Indonesia juga terekam jelas di stasiun ini. Dari lokomotif uap, diesel, hingga KRL modern, semuanya pernah beroperasi di Stasiun Jakarta Kota. Meski terus melayani penumpang setiap hari, karakter bangunan bersejarahnya tetap dipertahankan, sehingga menjadi contoh pelestarian bangunan cagar budaya yang masih berfungsi aktif hingga kini.

“BEOS bukan sekadar stasiun, tetapi gerbang yang menyambut jutaan perjalanan selain hampir satu abad—mulai dari pedagang di masa kolonial, pejuang kemerdekaan, para perantau, hingga komuter Jakarta masa kini,” ujar Suria Ati Kusumah.

Suria Ati Kusumah menyatakan bahwa KAI Wisata akan mengangkat 5 stasiun bersejarah di Jakarta dalam tema besar “Perjalanan Bersejarah dari Ibukota Kolonial di Jalur Keemasan Hindia Belanda”, yang rencananya akan segera ditinjau secara langsung.

Selain Stasiun Jakarta Kota, empat stasiun lain yang termasuk dalam inisiatif ini yaitu:

Stasiun Tanjung Priok — “Gerbang Perdagangan Dunia”
Dibangun untuk menghubungkan pusat kota Batavia dengan pelabuhan terbesar di Hindia Belanda, menjadi jalur pengangkutan hasil bumi Nusantara menuju kapal-kapal yang berlayar ke berbagai belahan dunia.

Stasiun Manggarai — “Jantung Operasi Perkeretaapian”
Menjadi pusat pengendalian perjalanan kereta api di Batavia sejak awal abad ke-20, dan hingga kini tetap menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia.

Stasiun Jatinegara — “Gerbang Menuju Pulau Jawa”
Dahulu dikenal sebagai Meester Cornelis, menjadi simpul penting yang menghubungkan Batavia dengan kota-kota di Jawa, dari Bandung hingga Surabaya.

Stasiun Bogor — “Menuju Buitenzorg, Kota Peristirahatan”
Dahulu dikenal sebagai Buitenzorg, kota peristirahatan para Gubernur Jenderal Hindia Belanda, serta pintu masuk menuju Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor.

Kelima stasiun ini dipilih karena memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan peran strategis yang khas dalam membentuk lanskap perkeretaapian ibukota. Setiap stasiun menyimpan narasi tersendiri yang merefleksikan perkembangan kota, interaksi budaya, serta dinamika ekonomi pada masanya, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi heritage yang edukatif dan menarik.

“Melalui inisiatif ini, kami ingin menjadikan stasiun-stasiun bersejarah bukan hanya sebagai tempat transit, tetapi juga sebagai pusat sejarah dan destinasi wisata heritage yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” tambah Suria Ati Kusumah.

“Perjalanan ini bukan sekadar melintasi lima stasiun bersejarah. Kita telah menyusuri jejak bagaimana rel kereta membentuk perkembangan Batavia, menghubungkan pelabuhan, pusat perdagangan, kawasan permukiman, hingga kota peristirahatan di Buitenzorg. Setiap stasiun menyimpan kisah tentang kemajuan teknologi, pertumbuhan ekonomi, dan perubahan wajah Indonesia. Semoga perjalanan ini memberikan pengalaman baru dalam memahami sejarah perkeretaapian dan warisan budaya bangsa,” tutupnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi visi KAI Wisata dalam menghidupkan kembali fungsi stasiun sebagai ruang publik yang bernilai, bukan sekadar infrastruktur pergerakan. Dengan pendekatan pelestarian yang terencana, stasiun-stasiun bersejarah diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perjalanan panjang bangsa melalui rel kereta api.

Kunjungan ini menjadi langkah konkret KAI Wisata dalam melestarikan warisan perkereteapian sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis sejarah di Jakarta dan sekitarnya. Inisiatif ini juga selaras dengan upaya memperkuat identitas kota Jakarta sebagai destinasi wisata heritage yang kaya akan cerita dan warisan budaya, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga dan mempromosikan aset bersejarah tersebut.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal

3 Juli 2026 - 07:33 WIB

KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports

2 Juli 2026 - 16:29 WIB

Tiket Diskon Kereta Libur Sekolah Laris, KAI Catat 1,24 Juta Pemesanan dengan Okupansi Tembus 105,75 Persen

2 Juli 2026 - 15:46 WIB

KAI Services Bekali Prama Prami dengan Teknik Sales untuk Dongkrak Penjualan Merchandise di Kereta

2 Juli 2026 - 15:40 WIB

Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026

2 Juli 2026 - 11:16 WIB

Dukung Transisi Energi, KAI Terapkan Biodiesel B50 pada Seluruh Sarana Diesel

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen

1 Juli 2026 - 15:39 WIB

Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

1 Juli 2026 - 15:34 WIB

HUT ke-23 KAI Services, Program Reska Berbagi Salurkan Bingkisan untuk Pekerja di Jawa dan Sumatera

1 Juli 2026 - 15:27 WIB

KAI Ajak Masyarakat Ciptakan Identitas Baru Lewat IP Contest 2026, Pemenang Bisa Dapat Hadiah Rp50 Juta

30 Juni 2026 - 20:30 WIB

Trending di PERON