Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

Uncategorized

Diundang Wapres dan Tawaran Beasiswa ke China Buat Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar

badge-check


 Diundang Wapres dan Tawaran Beasiswa ke China Buat Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Perbesar

Wartatrans.com, KALBAR — Riuh polemik yang mengiringi pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat akhirnya membawa salah satu peserta ke ruang pertemuan paling bergengsi di negeri ini. Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang akrab disapa Ocha, mendapat undangan khusus dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, untuk bertemu langsung di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Pertemuan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Ocha. Didampingi rekannya, Almira Khairunnisa, beserta guru pendamping, ia mengaku bahagia sekaligus terharu karena memperoleh perhatian langsung dari orang nomor dua di Indonesia itu.

“Pastinya saya merasa sangat senang karena bisa diundang langsung oleh Wakil Presiden. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berkembang dan melangkah maju,” ujar Ocha usai pertemuan.

Undangan itu datang setelah nama Ocha ramai diperbincangkan publik menyusul polemik dalam pelaksanaan final LCC Empat Pilar MPR tingkat Kalbar yang digelar pada 9 Mei 2026. Perdebatan mengenai proses penilaian lomba sempat memicu beragam tanggapan di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran tidak hanya menyambut para siswa secara hangat, tetapi juga memberikan motivasi agar mereka tidak larut dalam berbagai isu yang berkembang di luar substansi pendidikan.

Menurut Almira, Wakil Presiden berpesan agar mereka tetap fokus pada masa depan dan tidak mudah terpengaruh oleh opini liar yang beredar terkait kontroversi lomba tersebut.

Selain memberi dukungan moral, Gibran juga membagikan berbagai masukan mengenai kemampuan berbicara di depan umum. Ocha menuturkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya mendapat pembelajaran mengenai teknik public speaking hingga cara menyampaikan argumen saat berdebat.

“Tadi kami diberi motivasi serta tips bagaimana berbicara di depan umum dan berdebat dengan baik,” kata Ocha.

Perhatian terhadap Ocha rupanya tidak berhenti sampai di situ. Siswi kelas XI tersebut juga mendapat tawaran beasiswa kuliah ke China setelah dinilai mengalami perlakuan yang tidak adil selama kompetisi berlangsung.

Dukungan itu datang dari Rifqinizamy Karsayuda, anggota MPR RI yang juga merupakan alumnus SMAN 1 Pontianak. Melalui sambungan video call, Rifqi menghubungi Ocha dan menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi dalam ajang lomba tersebut.

Dalam percakapan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Rifqi menegaskan bahwa lembaga MPR akan memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara institusional terkait polemik yang mencuat.

“Saya minta maaf kalau ada kesalahan dalam proses lomba kemarin. Nanti secara institusi, MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf,” ujar Rifqi dalam video tersebut.

Tak hanya itu, Rifqi juga menawarkan beasiswa pendidikan tinggi gratis di China kepada Ocha. Bahkan, ia menyebut peluang pekerjaan setelah lulus kuliah sebagai bagian dari dukungan terhadap prestasi dan semangat belajar siswi tersebut.

Respons Ocha terlihat penuh antusias. Dalam video yang beredar, ia tampak tersenyum dan mengangguk saat mendengar tawaran tersebut.

Keberangkatannya ke Jakarta untuk memenuhi undangan MPR dan Wakil Presiden pun turut didampingi pihak sekolah, termasuk kepala sekolah serta humas SMAN 1 Pontianak.

Di tengah polemik yang sempat memanas, perhatian dari pejabat negara kepada para pelajar itu menjadi penanda bahwa dunia pendidikan tetap harus berpijak pada penghargaan terhadap proses, sportivitas, dan masa depan generasi muda.

Bagi Ocha dan timnya, peristiwa ini bukan sekadar kontroversi lomba, melainkan titik balik yang membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar.***

LONYENKRAP

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bandara Husein Mulai Layani Pesawat Jet dengan 12 Rute Domestik

14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

“Duta” Radio Rimba Raya Hadiri Transformasi Kreator Indonesia di RRI Pusat

13 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Raup Suara Mayoritas Tantan Sulthon Nakhodai PWI Jabar Periode 2026-2031

13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Trending di Uncategorized