Menu ✖

Mode Gelap
Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara 15 Tahun Sastra Bulan Purnama, Merawat Persahabatan dan Menghidupkan Puisi di Era Digital KAI Services Hadirkan Warteg on Train di Kereta Batavia, Penumpang Bisa Pilih Menu Rumahan KA Sangkuriang Angkut 330 Ribu Pelanggan dalam Lima Bulan, Okupansi Tembus 284 Persen Pimpin PABERSI Sulteng, Farid Podungge Bidik Prestasi Atlet di PON 2028 Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

Uncategorized

Diundang Wapres dan Tawaran Beasiswa ke China Buat Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar

badge-check


 Diundang Wapres dan Tawaran Beasiswa ke China Buat Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Perbesar

Wartatrans.com, KALBAR — Riuh polemik yang mengiringi pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat akhirnya membawa salah satu peserta ke ruang pertemuan paling bergengsi di negeri ini. Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang akrab disapa Ocha, mendapat undangan khusus dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, untuk bertemu langsung di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Pertemuan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Ocha. Didampingi rekannya, Almira Khairunnisa, beserta guru pendamping, ia mengaku bahagia sekaligus terharu karena memperoleh perhatian langsung dari orang nomor dua di Indonesia itu.

“Pastinya saya merasa sangat senang karena bisa diundang langsung oleh Wakil Presiden. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berkembang dan melangkah maju,” ujar Ocha usai pertemuan.

Undangan itu datang setelah nama Ocha ramai diperbincangkan publik menyusul polemik dalam pelaksanaan final LCC Empat Pilar MPR tingkat Kalbar yang digelar pada 9 Mei 2026. Perdebatan mengenai proses penilaian lomba sempat memicu beragam tanggapan di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran tidak hanya menyambut para siswa secara hangat, tetapi juga memberikan motivasi agar mereka tidak larut dalam berbagai isu yang berkembang di luar substansi pendidikan.

Menurut Almira, Wakil Presiden berpesan agar mereka tetap fokus pada masa depan dan tidak mudah terpengaruh oleh opini liar yang beredar terkait kontroversi lomba tersebut.

Selain memberi dukungan moral, Gibran juga membagikan berbagai masukan mengenai kemampuan berbicara di depan umum. Ocha menuturkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya mendapat pembelajaran mengenai teknik public speaking hingga cara menyampaikan argumen saat berdebat.

“Tadi kami diberi motivasi serta tips bagaimana berbicara di depan umum dan berdebat dengan baik,” kata Ocha.

Perhatian terhadap Ocha rupanya tidak berhenti sampai di situ. Siswi kelas XI tersebut juga mendapat tawaran beasiswa kuliah ke China setelah dinilai mengalami perlakuan yang tidak adil selama kompetisi berlangsung.

Dukungan itu datang dari Rifqinizamy Karsayuda, anggota MPR RI yang juga merupakan alumnus SMAN 1 Pontianak. Melalui sambungan video call, Rifqi menghubungi Ocha dan menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi dalam ajang lomba tersebut.

Dalam percakapan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Rifqi menegaskan bahwa lembaga MPR akan memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara institusional terkait polemik yang mencuat.

“Saya minta maaf kalau ada kesalahan dalam proses lomba kemarin. Nanti secara institusi, MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf,” ujar Rifqi dalam video tersebut.

Tak hanya itu, Rifqi juga menawarkan beasiswa pendidikan tinggi gratis di China kepada Ocha. Bahkan, ia menyebut peluang pekerjaan setelah lulus kuliah sebagai bagian dari dukungan terhadap prestasi dan semangat belajar siswi tersebut.

Respons Ocha terlihat penuh antusias. Dalam video yang beredar, ia tampak tersenyum dan mengangguk saat mendengar tawaran tersebut.

Keberangkatannya ke Jakarta untuk memenuhi undangan MPR dan Wakil Presiden pun turut didampingi pihak sekolah, termasuk kepala sekolah serta humas SMAN 1 Pontianak.

Di tengah polemik yang sempat memanas, perhatian dari pejabat negara kepada para pelajar itu menjadi penanda bahwa dunia pendidikan tetap harus berpijak pada penghargaan terhadap proses, sportivitas, dan masa depan generasi muda.

Bagi Ocha dan timnya, peristiwa ini bukan sekadar kontroversi lomba, melainkan titik balik yang membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar.***

LONYENKRAP

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

6 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Alutsista Indonesia Makin Modern: Rafale, A400M, Scorpene hingga Kapal Induk Pertama Perkuat Pertahanan Nasional

5 Oktober 2026 - 20:21 WIB

760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026, Perjalanan Wisata Antarkota Terus Tumbuh

4 Oktober 2026 - 14:05 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Penumpang Melahirkan di Kereta KRL Rute Serpong

24 September 2026 - 18:46 WIB

Trending di Uncategorized