Wartatrans.com, KUALA LUMPUR — Pagi itu saya memulai hari di Capitol Kopitiam, sebuah tempat sederhana yang menghadirkan suasana hangat di tengah hiruk-pikuk Kuala Lumpur. Aroma kopi yang baru diseduh langsung menyambut ketika saya melangkah masuk. Rasanya seperti menemukan jeda kecil yang menenangkan di tengah kesibukan kota.
“Morning My Brother … Breakfast Time,” sapaan itu terasa akrab dan penuh persaudaraan. Saya duduk menikmati sarapan sambil memandangi orang-orang yang mulai menjalani aktivitas pagi mereka. Di atas meja tersaji roti bakar, telur setengah matang, dan secangkir kopi hangat yang membuat suasana terasa semakin nyaman.

Bagi saya, sarapan di kopitiam bukan hanya soal makanan. Ada suasana yang sulit dijelaskan—percampuran antara nostalgia, obrolan ringan, dan rasa syukur karena masih bisa menikmati pagi dengan tenang. Di Malaysia, saya justru merasakan kehangatan yang begitu dekat dengan suasana di Indonesia.
Capitol Kopitiam menghadirkan pengalaman sederhana namun berkesan. Dari meja kecil di sudut ruangan, saya menikmati bagaimana pagi berjalan perlahan. Tidak ada yang mewah, tetapi justru kesederhanaan itulah yang membuat momen ini terasa istimewa.
Kadang, kebahagiaan memang hadir dari hal-hal kecil: secangkir kopi, sarapan hangat, dan kesempatan untuk menikmati pagi dengan hati yang tenang.***
Kuala Lumpur 2026.

























