Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

RAGAM

MAA Jakarta Surati Menag soal Penggunaan Atribut Adat Aceh dalam Ucapan Keagamaan

badge-check


 MAA Jakarta Surati Menag soal Penggunaan Atribut Adat Aceh dalam Ucapan Keagamaan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta menyampaikan sikap resmi terkait penggunaan atribut pakaian adat Aceh oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam penyampaian ucapan yang berkaitan dengan perayaan keagamaan non-Muslim. Sikap itu dituangkan melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Menteri Agama tertanggal 12 Mei 2026.

Ketua MAA Perwakilan Jakarta, Surya Darma, mengatakan surat bernomor 005/MAA/PWJKT/V/2026 tersebut berisi pandangan lembaganya mengenai pentingnya menjaga marwah dan nilai simbolik pakaian adat Aceh.

“Kami dari MAA Perwakilan Jakarta sudah mengirim surat resmi kepada Menteri Agama. Kami menyampaikan bahwa pakaian adat Aceh seperti Kupiah Meuketop bukan sekadar busana seremonial, tetapi simbol identitas sejarah, nilai syariat, dan marwah masyarakat Aceh sebagai Serambi Mekkah,” ujar Surya Darma saat ditemui di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, penggunaan atribut adat Aceh memiliki dimensi etika, penghormatan budaya, serta sensitivitas sosial yang perlu dijaga secara bijaksana. Karena itu, MAA menilai penggunaan simbol adat dalam konteks tertentu semestinya mempertimbangkan nilai sejarah dan adat yang melekat di dalamnya.

Polemik muncul setelah Menteri Agama mengenakan pakaian adat Aceh saat menyampaikan ucapan “Bulan Maria”. Langkah tersebut, kata Surya Darma, memunculkan beragam pandangan dan keresahan di tengah sebagian masyarakat Aceh.

Dalam surat tersebut, MAA juga menegaskan pentingnya menjaga harmonisasi sosial dan menghormati kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

MAA Perwakilan Jakarta meminta Menteri Agama memberikan klarifikasi resmi mengenai maksud dan tujuan penggunaan atribut adat Aceh tersebut. Selain itu, lembaga adat itu juga mengimbau para pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam menggunakan simbol budaya daerah tertentu.

“Penggunaan simbol budaya hendaknya mempertimbangkan nilai sejarah, agama, dan adat yang melekat padanya,” kata Surya Darma.

Dalam surat itu, MAA menyebut sikap yang disampaikan merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar sekaligus upaya menjaga marwah adat Aceh dalam bingkai persatuan nasional.

Surat tersebut turut ditembuskan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Menteri Dalam Negeri, Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, Ketua MAA Pusat, Ketua MPU Aceh, serta Ombudsman Republik Indonesia.

Meski demikian, Surya Darma menegaskan masyarakat Aceh tetap menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama dan semangat persatuan nasional. Namun, ia berharap penggunaan simbol adat Aceh dilakukan secara proporsional agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya

25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Maulid di Simpang Kelaping Jadi Momentum Menghidupkan Masjid dan Memperkuat Kebersamaan Warga

25 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Santunan KEMALA Berbuah Inspirasi, Anak Yatim Mitra Istiqomah Tunjukkan Hafalan dan Karakter

25 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Masyarakat Reubee Antusias Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Isnaeni Anggap Ngeles Alasan Kepolisian Blokir Rekening Koordinator AMPB

25 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Commuter Run 2026 Berhadiah Umrah, KAI Commuter Siapkan Doorprize untuk 2.500 Pelari

24 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Trending di OLAH RAGA