Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

ANJUNGAN

PELNI Layani Kapal Pesiar MV Odyssey Selama Beroperasi di Indonesia

badge-check


 Kapal berbendera Bahamas di Indonesia Perbesar

Kapal berbendera Bahamas di Indonesia

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) melalui layanan keagenan kapal mendukung operasional kapal pesiar MV Odyssey selama pelayarannya di Indonesia.

Kapal berbendera Bahamas tersebut memasuki wilayah Indonesia melalui Pulau Komodo pada 25 April 2026 setelah berlayar dari Dili, Timor-Leste.

Kapal pesiar berukuran 24.344 gross tonnage (GT) dengan panjang 194 meter itu membawa 274 penumpang.

“Selama berada di Indonesia, MV Odyssey singgah di sejumlah pelabuhan, di antaranya Pelabuhan Benoa, Denpasar; Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya; serta Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang,” tutur Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap MV Odyssey menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat layanan keagenan kapal, khususnya bagi kapal pesiar internasional.

“Dukungan ini menunjukkan kesiapan PELNI dalam memberikan layanan keagenan kapal yang profesional bagi kapal nasional maupun internasional, terutama kapal pesiar,” ungkapnya.

Dalam layanan tersebut, PELNI menyediakan full port agency yang mencakup pengurusan dokumen kapal bersama instansi terkait, penyediaan paket wisata di Pulau Komodo, hingga layanan shuttle bus bagi penumpang di Surabaya dan Semarang.

Dikatakan dia, perusahaan juga memastikan kebutuhan operasional kapal terpenuhi selama berada di pelabuhan Indonesia.

“Kami siap memberikan dukungan menyeluruh mulai dari pengurusan dokumen, kebutuhan operasional kapal, hingga layanan hospitality bagi penumpang agar aktivitas kapal pesiar internasional dapat berjalan lancar, aman, dan tepat waktu,” katanya.

Selain layanan operasional, PELNI turut bekerja sama dengan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) dalam penanganan pembuangan greywater dari MV Odyssey sebanyak 400 ton di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

“Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan pelabuhan,” kata Ditto.

Dia menambahkan, PELNI akan terus memperkuat kapabilitas layanan full port agency dan logistik untuk mendukung operasional kapal internasional di berbagai pelabuhan Indonesia.

“Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI siap menjadi mitra strategis bagi industri kapal pesiar guna mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian nasional,” ujarnya.

PELNI menilai peningkatan layanan keagenan kapal internasional juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ADEXCO Dorong Industrialisasi Kebencanaan dari Hulu ke Hilir, Dukung Penanganan Kahutla

25 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink  Sabet Rating Keselamatan Tertinggi

25 Agustus 2026 - 07:51 WIB

TNI AD dan AL Kerahkan Kapal Rumah Sakit ke NTT

25 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Menhub Dudy Instruksikan Peningkatan Keselamatan Bertransportasi di Kepulauan Riau

24 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

24 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pelindo Semai Harapan di Langowan melalui Relawan Bakti BUMN Batch IX

24 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Alhamdulillah, Operasional Transportasi di Wilayah Kalimantan Berjalan Normal

24 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Citilink Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan

24 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Cilegon Jadi Klaster Industri Baru, Proyeksi Pabrik Kendaraan Listrik Rp10 Triliun

24 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi

24 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Trending di BANDARA