Menu

Mode Gelap
Stasiun Bogor Tertinggi Layani Penumpang KRL Semester I 2026, KAI Kebut Pengembangan Peron untuk 12 Kereta Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban  Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal  Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

RAGAM

Bedah Buku “Diplomasi Sengketa 4 Pulau”, Tokoh Aceh Soroti Pentingnya Data dan Potensi Ekonomi

badge-check


 Bedah Buku “Diplomasi Sengketa 4 Pulau”, Tokoh Aceh Soroti Pentingnya Data dan Potensi Ekonomi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Bedah buku Diplomasi Sengketa 4 Pulau karya Murizal Hamzah berlangsung hangat di Jakarta, Senin (18/5/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Merawat Data Mencegah Sengketa Batas Wilayah” itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Aceh yang menetap di ibu kota.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Taman Iskandar Muda Muslim Armas dan Ketua Seuramoe Masyarakat Lhokseumawe Zulkifli Ibrahim.

Sebelum acara utama dimulai, suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi oleh empat penyair perempuan Aceh, yakni D. Kemalawati, Helfi Tiana Rosa, Fatin Hamama, dan Devie Matahari. Puisi-puisi yang dibacakan banyak menyoroti persoalan sengketa empat pulau yang belakangan menjadi perhatian publik.

Dalam paparannya yang dipandu sastrawan Fikar W. Eda, Murizal Hamzah mengatakan buku tersebut disusun sebagai arsip dokumentasi agar persoalan serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

“Ini bukan sengketa pertama. Karena itu, informasi yang benar dan terdokumentasi sangat penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Murizal juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang publik, terutama di media sosial. Menurut dia, pejabat publik pun harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Muslim Armas menilai buku Diplomasi Sengketa 4 Pulau layak diapresiasi karena memuat banyak dokumen dan data penting terkait persoalan batas wilayah.

Menurutnya, sengketa tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ekonomi yang melatarbelakanginya.

“Karena seperti berita yang beredar, pulau tersebut memiliki kandungan minyak. Sebenarnya masalahnya di situ,” kata Muslim.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Fajri menyebut empat pulau yang berada dalam wilayah administratif Kabupaten Aceh Singkil memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata.

Namun, menurut alumni Jerman itu, pengembangan tersebut membutuhkan keseriusan serta kerja sama lintas pihak, termasuk membuka peluang investasi.

“Kita panggil investor, buat kerja sama untuk tujuan pariwisata,” ujarnya.*** (Pane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

13 Tahun, Mengabdi Direktur Ernawati Komit Bawa PT CMN Melayani Sepenuh Hati

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

Cost Sharing ala Carpooling: Solusi Atasi Kemacetan, Biaya Energi dan Emisi Karbon

3 Juli 2026 - 12:28 WIB

265 Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Jalani Khitan Gratis, Senyum Warnai Masa Pemulihan

3 Juli 2026 - 11:16 WIB

Sebanyak 265 anak penyintas banjir di Aceh Tamiang mengikuti program khitan gratis yang digelar relawan dari Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026). (Foto:Serambinews)
Trending di RAGAM