Wartatrans.com, JAKARTA — Bedah buku Diplomasi Sengketa 4 Pulau karya Murizal Hamzah berlangsung hangat di Jakarta, Senin (18/5/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Merawat Data Mencegah Sengketa Batas Wilayah” itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Aceh yang menetap di ibu kota.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Taman Iskandar Muda Muslim Armas dan Ketua Seuramoe Masyarakat Lhokseumawe Zulkifli Ibrahim.

Sebelum acara utama dimulai, suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi oleh empat penyair perempuan Aceh, yakni D. Kemalawati, Helfi Tiana Rosa, Fatin Hamama, dan Devie Matahari. Puisi-puisi yang dibacakan banyak menyoroti persoalan sengketa empat pulau yang belakangan menjadi perhatian publik.
Dalam paparannya yang dipandu sastrawan Fikar W. Eda, Murizal Hamzah mengatakan buku tersebut disusun sebagai arsip dokumentasi agar persoalan serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
“Ini bukan sengketa pertama. Karena itu, informasi yang benar dan terdokumentasi sangat penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Murizal juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang publik, terutama di media sosial. Menurut dia, pejabat publik pun harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Muslim Armas menilai buku Diplomasi Sengketa 4 Pulau layak diapresiasi karena memuat banyak dokumen dan data penting terkait persoalan batas wilayah.
Menurutnya, sengketa tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ekonomi yang melatarbelakanginya.
“Karena seperti berita yang beredar, pulau tersebut memiliki kandungan minyak. Sebenarnya masalahnya di situ,” kata Muslim.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Fajri menyebut empat pulau yang berada dalam wilayah administratif Kabupaten Aceh Singkil memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata.
Namun, menurut alumni Jerman itu, pengembangan tersebut membutuhkan keseriusan serta kerja sama lintas pihak, termasuk membuka peluang investasi.
“Kita panggil investor, buat kerja sama untuk tujuan pariwisata,” ujarnya.*** (Pane)

























