Wartatrans.com, BANDA ACEH — Ulama kharismatik Aceh, Hasanoel Basri HG, menitipkan pesan penting kepada pengurus baru Pengajian Tauhid, Tasauf, dan Fiqih (Tastafi) agar terus menghidupkan pengajian hingga ke pelosok desa.
Pesan itu disampaikan Abu Mudi saat melantik pengurus cabang Tastafi se-Aceh di Banda Aceh, Jumat (15/5/2026) malam. Dalam pelantikan tersebut, pengurus cabang Tastafi Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah turut dikukuhkan.

“Pengajian adalah nafas kehidupan umat Islam. Hidupkan pengajian sampai ke desa-desa dan sempurnakan amanah ini,” ujar Abu Mudi dalam sambutannya.
Menurut pendiri Tastafi itu, pengajian menjadi salah satu jalan penting dalam menjaga aqidah umat, memperbaiki akhlak generasi muda, serta memperkuat persatuan masyarakat di tengah tantangan zaman modern.
Suasana pelantikan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Para pengurus dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi momentum penguatan dakwah Islam berbasis pengajian tauhid, tasauf, dan fiqih.
Untuk Pengurus Cabang Tastafi Aceh Tengah, posisi ketua dipercayakan kepada Abi Syahrika yang juga Pimpinan Dayah Mi’yarul Ulum Al Aziziyah serta anggota MPU Aceh Tengah. Jabatan sekretaris diamanahkan kepada Abi Ridwan Bintang yang juga anggota MPU Aceh Tengah sekaligus Khadim Hayatus Shahabah Al Aziziyah. Sementara bendahara dijabat Walid Sarjuni, Pimpinan Dayah Darul Ulum Celala.
Adapun Pengurus Cabang Tastafi Bener Meriah dipimpin Tgk. Husnul Ilmi yang juga Kepala Yayasan Al Hikam Al Aziziyah serta anggota DPRK Bener Meriah. Posisi sekretaris dipercayakan kepada Abi Hadi Sutrisno, Khadim Dayah Ahlusunah Waljamaah Sp. Balik sekaligus anggota MPU Bener Meriah. Sedangkan bendahara dijabat Tgk. Akmal yang juga pengurus Masjid Al Mutaqin Sp. Balek.
Pelantikan tersebut menjadi langkah awal penguatan jaringan dakwah Tastafi di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kehadiran organisasi itu diharapkan mampu memperluas kegiatan majelis ilmu, pembinaan generasi muda, serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ilmu tauhid, tasauf, dan fiqih sesuai ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Pengurus Tastafi juga diharapkan menjadi motor penggerak dakwah Islam yang menyejukkan dan lebih dekat dengan masyarakat hingga tingkat desa.
Selain itu, dukungan masyarakat dinilai penting agar cita-cita para ulama dalam mencerdaskan generasi bangsa melalui pendidikan agama dan pengajian dapat terus berjalan dengan baik.
Dengan semangat kebersamaan, Tastafi diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu umat sekaligus benteng moral dalam membangun generasi Aceh yang berilmu, berakhlak, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.*** (Kamaruzzaman)

























