Wartatrans.com, SALATIGA — Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) menyiapkan rangkaian agenda budaya nasional dalam rangka memperingati 10 tahun berdirinya organisasi tersebut pada 13 Agustus 2026. Sejumlah kegiatan budaya berskala nasional akan digelar di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan sebagai bentuk ikhtiar menjaga, merawat, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai adat dan tradisi Nusantara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) VII Jawa Tengah yang akan berlangsung di Kota Salatiga pada 24–26 Juli 2026. Perhelatan budaya ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kota Salatiga ke-1276.

Festival tersebut akan menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisi, kirab budaya, forum adat, hingga pameran budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran para tokoh adat, budayawan, akademisi, dan komunitas budaya diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan antarsuku dan daerah.
Pada waktu yang sama, juga akan digelar Festival Putri Keraton Nusantara (FPKN) I di Kota Salatiga. Ajang ini menjadi wadah silaturahim bagi putri-putri keraton dan duta budaya Nusantara untuk memperkenalkan nilai-nilai tradisi, etika, serta kearifan lokal yang diwariskan leluhur bangsa.
Ketua Umum MATRA, KPH Andi Bau Malik Barammase, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni budaya, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga identitas bangsa di tengah arus modernisasi.

“Budaya adalah akar peradaban bangsa. Melalui festival ini, kami ingin menghadirkan ruang bersama agar generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya Nusantara,” ujarnya.
Puncak peringatan satu dekade MATRA akan digelar melalui Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) VIII di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12–14 Agustus 2026. Agenda ini sekaligus menjadi perayaan resmi Hari Ulang Tahun MATRA ke-10 sejak organisasi tersebut berdiri pada 13 Agustus 2016.
Makassar dipilih sebagai tuan rumah puncak perayaan karena dinilai memiliki jejak sejarah dan kekayaan budaya yang kuat dalam khazanah Nusantara. Sejumlah delegasi budaya dari berbagai provinsi dijadwalkan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Mengusung tema “Melangit dalam Karya, Membumi dalam Budaya”, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu memperkuat harmoni kebangsaan, mempererat persatuan dalam keberagaman, serta menegaskan bahwa budaya Indonesia merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.*** (PG)


























