Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

KABIN

Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT

badge-check


 Peserta dan penyelenggara Pelatihan VCT Perbesar

Peserta dan penyelenggara Pelatihan VCT

Wartatrans.com, TANGERANG – Diikuti peserta dari lima negara, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) sukses gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Validasi ICAO (Validation Competency-based Training) 2026.

Ini merupakan bagian dari komitmen dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia perhubungan udara yang selaras dengan standar internasional International Civil Aviation Organization (ICAO).

Pelatihan ini diikuti oleh tujuh peserta bersertifikasi ICAO Qualified Course Developer (IQCD) yang berasal dari Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Thailand, dan Kazakhstan, yang dilaksanakan selama lima hari di Tangerang, 11–15 Mei 2026.

Kepala PPSDMPU, M. Abrar Tuntalanai menyampaikan, pelatihan ini merupakan bagian penting dari strategi pembangunan kapasitas SDM perhubungan udara yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penguatan kualitas tenaga profesional penerbangan harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan global yang semakin dinamis,” ucapnya.

Pelatihan VCT merupakan kesempatan berkontribusi terhadap komitmen inklusif dalam pembangunan kapasitas.
Pelatihan ini akan menghasilkan SDM yang cakap dengan keterampilan, sikap, dan pengetahuan dalam pengembangan pelatihan.

Dia menekankan pentingnya peran validator kompetensi dalam menjaga mutu pelatihan berbasis kompetensi agar tetap memenuhi prinsip-prinsip ICAO dan kebutuhan industri penerbangan yang terus berkembang.

“Pelatihan ini memberikan validator Desain Sistem Instruksional (Instructional System Design/ISD) kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan validasi kursus pelatihan berbasis kompetensi sesuai dengan ICAO Document 9941, Training Development Guide (TDG),” ungkapnya.

Abrar berharap para peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan kualitas sistem pelatihan di institusi masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari penyelesaian program, tetapi juga dari implementasi nyata kompetensi yang diperoleh dalam mendukung keselamatan dan kualitas penerbangan sipil global.

“Diharapkan setelah berhasil menyelesaikan kursus ini, para peserta mampu memvalidasi metodologi program pelatihan berbasis kompetensi secara komprehensif, meninjau laporan tiga tahap pengembangan pelatihan secara sistematis, serta mengevaluasi kualitas dan efektivitas materi pelatihan,” imbuhnya.

Turut hadir Capt. Mostafa Hoummady sebagai Instruktur International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk pelatihan VCT.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti sesi pembelajaran intensif yang dirancang untuk memperkuat kemampuan validasi program pelatihan, mulai dari metodologi pengembangan hingga evaluasi kualitas materi pembelajaran.

Dalam pelatihan ini, peserta mempelajari proses validasi metodologi pelatihan, penelaahan laporan tiga tahap pengembangan pelatihan berbasis kompetensi, serta evaluasi kualitas materi pembelajaran guna memastikan kesesuaian dengan standar keselamatan dan operasional penerbangan internasional.

Program ICAO VCT bertujuan membekali peserta dengan kompetensi untuk melakukan validasi terhadap program pelatihan berbasis kompetensi sesuai pedoman ICAO Document 9941 – Training Development Guide (TDG).

Melalui pelatihan ini, PPSDMPU terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kualitas SDM penerbangan nasional, sekaligus mendukung harmonisasi standar pelatihan penerbangan internasional.

“Selain itu juga, sekaligus memperluas jejaring kerja sama antarnegara di bidang pengembangan SDM perhubungan udara,” tutup Abrar. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara

2 Juli 2026 - 21:04 WIB

Insiden Pesawat Perintis PK-RCY di Balinggama, Papua Pegunungan, Pilot Meninggal Dunia

2 Juli 2026 - 16:21 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

KKP Perkuat Literasi Hukum Nelayan Perbatasan untuk Cegah Penangkapan Ikan Lintas Negara

2 Juli 2026 - 10:22 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Citilink Buka 5 Rute Baru Hubungkan Kalimantan, Yogya, dan Batam

1 Juli 2026 - 14:43 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Kemenhub Dorong Percepatan Persiapan Reaktivasi Bandara Husein Bandung

1 Juli 2026 - 09:06 WIB

Trending di BANDARA