Menu

Mode Gelap
KAI Logistik Tingkatkan Kapasitas Bisnis di Tahun 2026, Bidik Rp 2,47 Triliun Pendapatan IPC TPK Perkuat Kemandirian Generasi Muda Pesisir Lewat Sertifikasi Kompetensi Digital Distribusi Avtur ke YIA Naik 40 Persen, Dukung Lonjakan Penerbangan Jelang Lebaran 2026 Angkutan Lebaran 2026: Perkuat Layanan dan Koordinasi, Pelindo Regional 4 Siap Optimalkan Operasional Pelabuhan Kembali Sediakan Mudik Gratis 2026, Pelindo Sinergi Lokaseva Siap Antarkan Pemudik dengan Aman & Nyaman Menhub Dudy: Sulsel Diprediksi jadi Favorit Pemudik di Indonesia Timur

PERON

Balai Yasa Lahat Perkuat Keandalan Sarana KA di Sumatera Selatan, Dukung Keandalan Angkutan Barang dan Penumpang

badge-check


 Petugas Balai Yasa Lahat melakukan perawatan intensif pada rangkaian kereta api untuk memastikan seluruh sarana dalam kondisi prima sebelum kembali beroperasi. Optimalisasi perawatan ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan, keandalan, dan kelancaran perjalanan kereta api barang dan penumpang di Sumatera Selatan. Perbesar

Petugas Balai Yasa Lahat melakukan perawatan intensif pada rangkaian kereta api untuk memastikan seluruh sarana dalam kondisi prima sebelum kembali beroperasi. Optimalisasi perawatan ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan, keandalan, dan kelancaran perjalanan kereta api barang dan penumpang di Sumatera Selatan.

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat sistem perawatan sarana perkeretaapian di Sumatera Selatan melalui optimalisasi UPT Balai Yasa (BY) Lahat. Unit ini menjadi pusat perawatan strategis yang menopang keberlangsungan perjalanan kereta api barang dan penumpang di wilayah Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Balai Yasa Lahat berperan sentral dalam menjaga performa sarana yang beroperasi di lintas Sumatera bagian selatan.

“Keandalan perjalanan kereta api sangat ditentukan oleh kualitas perawatan. Balai Yasa Lahat memastikan setiap lokomotif, kereta, dan gerbong berada dalam kondisi optimal sebelum kembali melayani pelanggan maupun angkutan logistik,” ujar Anne.

Balai Yasa Lahat berdiri di atas lahan seluas 109.310,734 meter persegi dengan luas bangunan 47.754,64 meter persegi serta memiliki 36 jalur dengan total panjang 3.842 meter. Infrastruktur tersebut memungkinkan proses perawatan berjalan sistematis, mulai dari pemeriksaan berkala, rekayasa teknik, perbaikan berat, hingga pengujian akhir sebelum sarana kembali beroperasi.

Unit ini bertanggung jawab atas 233 lokomotif, 82 kereta, 5.979 gerbong, 17 genset, dan 27 peralatan khusus yang tersebar di Divre III dan Divre IV. Sepanjang 2025, BY Lahat telah menyelesaikan perawatan 61 lokomotif, 51 kereta, 2.431 gerbong, 5 genset, serta 4 peralatan khusus, sehingga siklus operasional angkutan logistik dan layanan penumpang tetap berjalan konsisten dan terjadwal.

Di Sumatera Selatan, angkutan barang didominasi komoditas batu bara yang menjadi penopang distribusi energi nasional. Pada 2025, volume angkutan batu bara KAI mencapai 57.522.994 ton atau sekitar 82,4 persen dari total angkutan barang perusahaan. Pergerakan tersebut sangat bergantung pada kesiapan lokomotif dan gerbong yang dirawat secara berkala di Balai Yasa Lahat.

Selain mendukung Divre III dan Divre IV, Balai Yasa Lahat juga menyuplai kebutuhan suku cadang untuk Divre I Sumatra Utara, menangani perawatan roda untuk Divre II Sumatra Barat, serta memberikan dukungan teknis roda bagi LRT Sumsel. Integrasi ini memperkuat ekosistem perawatan sarana KAI di Sumatera agar standar kualitas tetap terjaga secara seragam.

Anne menegaskan Sumatera Selatan merupakan salah satu koridor utama angkutan barang berbasis rel di Indonesia, sehingga stabilitas distribusi energi dan komoditas sangat bergantung pada kesiapan sarana.

“Balai Yasa Lahat menjadi penggerak di balik layar yang memastikan rangkaian angkutan barang, termasuk batu bara, beroperasi tepat waktu dan aman. Pada saat yang sama, layanan penumpang juga ditopang oleh sistem perawatan yang disiplin dan terukur,” katanya.

Dalam operasionalnya, Balai Yasa Lahat menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, 35 prosedur Sistem Manajemen Keselamatan, serta 183 Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko. Seluruh proses terdokumentasi melalui SOP, check sheet, serta pengawasan komite keselamatan dan sistem tanggap darurat.

Transformasi digital turut memperkuat kinerja unit ini. Pada 2023, Balai Yasa Lahat mengembangkan aplikasi SIMPRO berbasis web untuk meningkatkan akurasi perencanaan dan optimalisasi pengadaan suku cadang, yang meraih predikat Platinum pada ajang TKMPN 2023. Pada 2025, pengembangan alat uji internal “Monster Aligator” untuk pengujian motor starter dan alternator charger meningkatkan presisi pemeriksaan sarana traksi listrik dan mengantarkan Balai Yasa Lahat meraih Peringkat 1 Indonesia Innovation Award (IIA) serta Diamond Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2025.

“Penguatan Balai Yasa Lahat merupakan bagian dari strategi KAI dalam membangun sistem perawatan modern yang presisi dan berbasis data. Setiap sarana yang beroperasi di Sumatera Selatan mencerminkan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan yang andal dan berstandar tinggi,” tutup Anne.

Melalui Balai Yasa Lahat, KAI memastikan perjalanan kereta api barang dan penumpang di Sumatera Selatan ditopang sistem perawatan yang terukur dan terintegrasi, sekaligus menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis bagi perekonomian nasional.

(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Logistik Tingkatkan Kapasitas Bisnis di Tahun 2026, Bidik Rp 2,47 Triliun Pendapatan

28 Februari 2026 - 05:43 WIB

Distribusi Avtur ke YIA Naik 40 Persen, Dukung Lonjakan Penerbangan Jelang Lebaran 2026

27 Februari 2026 - 21:22 WIB

Menhub Dudy: Sulsel Diprediksi jadi Favorit Pemudik di Indonesia Timur

27 Februari 2026 - 16:09 WIB

KAI Services Jajaki Kerja Sama Strategis dengan PT Taman Wisata Candi untuk Kelola Keamanan hingga Kebersihan

27 Februari 2026 - 13:12 WIB

KCIC dan KAI Pusatkan Akses KA Feeder Whoosh di Sisi Barat Stasiun Bandung

27 Februari 2026 - 11:43 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Pastikan Kesiapan Armada untuk Angkutan Lebaran 2026

27 Februari 2026 - 11:04 WIB

KAI Madiun Tegaskan Jalur Kereta Bukan Tempat Ngabuburit, Pelanggar Bisa Dipenjara

27 Februari 2026 - 05:06 WIB

KAI Catat 1,8 Juta Tiket Lebaran 2026 Terjual, Masyarakat Diminta Manfaatkan Jadwal Okupansi Rendah

27 Februari 2026 - 00:28 WIB

KAI Daop 1 Telah Jual 541 Ribu Tiket Angkutan Lebaran 2026, Tersedia Lagi 98 Ribu Kursi Mudik

27 Februari 2026 - 00:20 WIB

KAI Dapat Kuota BBM Subsidi 214,3 Juta Liter untuk Operasional 2026: Perkuat Layanan Penumpang dan Distribusi Logistik

26 Februari 2026 - 05:37 WIB

Trending di PERON