Wattatrans.com, JAKARTA — Cloudy memperkenalkan dirinya di industri musik Indonesia dengan cara mengcover lagu legend yang sudah populer dan familiar di kuping pecinta musik Indonesia. Untuk itu pilihan Cloudy untuk single Arti Cinta Karya Ari Lasso.
“Saya kan lama di Jerman, jadi kurang familiar lagu-lagu Indonesia. Kemudian saya mendapatkan masukan soal lagu karya Oom Ari Lasso dari Mamah. Setelah saya dengarkan, kok enak ya, kok pas dengan karakter vokal saya. Ya, udah saya setuju untuk cover lagu karya Oom Ari Lasso,” ujar Cloudy saya peluncuran single perdananya yang bertajuk Arti Cinta di Hutan Pelataran, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2025)

Musisi muda ini tak hanya mengandalkan tampilan atau warna vokal, tetapi membawa pengalaman musikal yang ditempa di Eropa. Setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan musik klasik di Berlin, Jerman, Cloudy memilih kembali ke Indonesia untuk memulai langkah profesionalnya.
Dari Berlin ke Jakarta
Selama di Jerman, Cloudy mendalami komposisi musik dari karya Beethoven hingga Wagner. Namun di balik pencapaian akademik tersebut, ia justru mengalami kegamangan identitas.
“Jujur, saya sempat bingung. Di Eropa saya dianggap terlalu Asia, tapi pas balik ke sini orang bilang saya kebarat-baratan,” ujarnya.
Kegelisahan itu tidak membuatnya mundur. Justru menjadi energi kreatif yang mengubah cara pandangnya terhadap musik. Ia mengaku sempat terjebak perfeksionisme akibat latar belakang klasik, hingga akhirnya menemukan perspektif baru setelah bersentuhan dengan dinamika musik Jakarta.
Menurutnya, musik bukan sekadar rumus komposisi, melainkan bagaimana rasa sampai ke hati pendengar.
Kado Valentine: “Arti Cinta”
Pada 14 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Valentine, Cloudy merilis karya perdananya berupa remake lagu legendaris Ari Lasso, “Arti Cinta.” Ia ingin lagu tersebut menjadi jembatan lintas usia.
“Saya ingin anak muda merasakan pahit manisnya cinta, sementara yang dewasa mendapatkan nostalgia. Dulu cinta itu juga soal tanggung jawab,” katanya.
Sentuhan Produser Berpengalaman
Proyek ini digarap serius di bawah naungan Prabawa Entertainment Indonesia milik eksekutif produser Farida Wijanarko. Cloudy bekerja sama dengan produser Seno M. Hardjo dan Nur Satriatama (Satrio Alexa).
Versi baru “Arti Cinta” dihadirkan dengan aransemen akustik minimalis yang lebih hangat.
“Versi Mas Ari bernuansa rock kuat. Versi Cloudy kami buat lebih manis dan intim,” ujar Satrio Alexa.
Remake lagu karya Ari Lasso dan Ricky Five Minutes ini juga mendapat izin resmi dari Aquarius Musikindo, yang sekaligus mendistribusikannya secara digital.
Cloudy mengaku bersyukur bisa berada dalam ekosistem label yang melahirkan banyak musisi besar seperti Dewa, Ari Lasso, dan Bunga Citra Lestari.
Terinspirasi legenda seperti Chrisye, ia ingin membuktikan bahwa kualitas musisi Indonesia mampu berdiri sejajar di level internasional—selama digarap dengan hati.
Apakah Cloudy akan menjadi nama besar berikutnya di industri musik Tanah Air? Waktu yang akan menjawab. Namun langkah awalnya menunjukkan arah yang menjanjikan.*** (Byl)




















