Menu

Mode Gelap
KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026 PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

Uncategorized

Meugang, Amanah dan Ujian di Hadapan Allah

badge-check


 Meugang, Amanah dan Ujian di Hadapan Allah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Menjelang datangnya Ramadhan 1447 H, Allah kembali menguji sekaligus memuliakan masyarakat Aceh Tengah. Di tengah luka banjir bandang dan tanah longsor yang belum sepenuhnya pulih, hadir kabar bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menerima alokasi dana Rp8,05 miliar untuk penyediaan daging meugang.

Dana tersebut merupakan bagian dari bantuan Rp72,75 miliar untuk 19 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh. Bantuan ini menjadi wasilah agar tradisi meugang tetap hidup, agar dapur-dapur rakyat tetap mengepul, dan agar anak-anak yatim serta orang tua jompo ikut merasakan kebahagiaan menyambut bulan suci.

Usai salat Subuh di Masjid Agung Ruhama, pemerintah daerah bermusyawarah bersama DPRK, OPD, camat, serta unsur masyarakat. Ini bukan sekadar rapat, tetapi ikhtiar agar amanah tersalurkan dengan adil dan tepat sasaran kepada 167 kampung yang terdampak.

Meugang bukan hanya tentang daging. Ia adalah simbol syukur, persaudaraan, dan kasih sayang. Dalam setiap potongan daging yang dibagikan, ada doa para ibu, ada harapan anak-anak, dan ada senyum para dhuafa.

Namun di balik itu semua, ada amanah besar yang dipikul. Setiap rupiah yang turun bukan hanya angka dalam laporan, melainkan hak rakyat yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Ramadhan adalah bulan pembersih jiwa. Jangan sampai tangan yang seharusnya menyalurkan rezeki justru mengurangi hak saudara sendiri. Jangan sampai tradisi suci ternodai oleh kepentingan pribadi.

Semoga para pemimpin dan pelaksana amanah diberi kekuatan untuk berlaku jujur dan adil. Karena sesungguhnya jabatan adalah titipan, dan dunia hanyalah persinggahan. Di yaumil kiamah nanti, bukan jabatan yang menyelamatkan, tetapi kejujuran dan amanah yang kita jaga.

Semoga meugang tahun ini bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menenangkan hati dan menguatkan iman masyarakat Aceh Tengah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bandara Husein Mulai Layani Pesawat Jet dengan 12 Rute Domestik

14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

“Duta” Radio Rimba Raya Hadiri Transformasi Kreator Indonesia di RRI Pusat

13 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Raup Suara Mayoritas Tantan Sulthon Nakhodai PWI Jabar Periode 2026-2031

13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Trending di Uncategorized