Menu ✖

Mode Gelap
Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina BRSN DPP PKS Kunjungi Tiga Provinsi di Pulau Jawa, Perkuat Konsolidasi dan Program Join PKS Denny Sambangi PKS, Putusan MK dan MA Jadi Sorotan Baru dalam Desakan Pemakzulan Gibran KM Dorolonda Singgah Perdana di Pelabuhan Donggala Sulteng

JALUR

Menhub Dudy dan Gubernur Jabar Koordinasi Pengawasan Titik Rawan Libur Mudik Lebaran

badge-check


 Menhub Dudy bersama Gubernur KDM beserta jajaran Perbesar

Menhub Dudy bersama Gubernur KDM beserta jajaran

Wartatrans.com, SUBANG – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi guna membahas kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (14/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Menhub Dudy menegaskan pentingnya memperkuat pengawasan pada sejumlah titik rawan yang berpotensi menimbulkan kepadatan maupun gangguan keselamatan perjalanan masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Jawa Barat.

“Jawa Barat (Jabar) memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Berdasarkan hasil survei nasional, Jabar merupakan salah satu daerah asal pergerakan terbesar secara nasional, sekaligus menjadi wilayah lintasan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tutur Menhub.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil Survei Angkutan Lebaran 2026, prakiraan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

Meski terjadi penurunan dibandingkan survei tahun sebelumnya, Menhub mengingatkan bahwa angka realisasi pergerakan berpotensi lebih tinggi.

“Realisasi berbasis Mobile Positioning Data (MPD) pada Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang. Artinya, potensi pergerakan realisasi 2026 berpeluang lebih tinggi dari angka survei. Ini menjadi dasar kita untuk tetap menyiapkan kapasitas maksimal, khususnya di wilayah mobilitas tinggi seperti Jawa Barat,” kata Menhub.

Dia juga menyampaikan bahwa dominasi penggunaan mobil pribadi dalam perjalanan mudik Lebaran menjadi perhatian utama, mengingat sekitar 53 persen masyarakat memilih mobil pribadi sebagai moda transportasi.

Selain itu, mayoritas pengguna mobil pribadi memilih jalur tol, terutama koridor Jakarta–Cikampek, yang selama ini menjadi titik kritis kepadatan setiap Lebaran.

“Karena Jabar merupakan salah satu jalur utama, dukungan Pemerintah Provinsi sangat krusial, khususnya sinkronisasi pengaturan di jalur arteri dan pengendalian titik-titik rawan kepadatan,” sebutnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menhub meminta dukungan penuh Pemprov Jawa Barat untuk memperkuat pengawasan di sejumlah titik rawan, seperti pasar tumpah yang berada di jalur arteri mudik, kawasan wisata yang diprediksi padat pasca hari pertama Lebaran, serta perlintasan sebidang yang menjadi salah satu titik rawan kecelakaan.

“Kami meminta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jabar dalam pengendalian pasar tumpah dan hambatan samping, penataan kawasan wisata, pengawasan perlintasan sebidang, serta penguatan rekayasa lalu lintas di jalur arteri dan tol,” tegas Menhub.

Selain itu, dia turut menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan titik rawan bencana di wilayah Jawa Barat, termasuk daerah rawan banjir, longsor, dan rob, yang dapat berdampak pada kelancaran transportasi.

Dalam rangka mendukung kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Menhub memastikan Kementerian Perhubungan telah menyiapkan sarana dan prasarana transportasi lintas moda, meliputi angkutan darat, laut, penyeberangan, udara, dan perkeretaapian.

Kemenhub juga melakukan berbagai upaya peningkatan keselamatan, termasuk kegiatan ramp check di seluruh moda transportasi.

Dia menyoroti pentingnya penguatan manajemen operasional di simpul-simpul transportasi padat di Jawa Barat, seperti terminal dan stasiun, guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik.

Menhub optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman dan lancar dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Melihat besarnya pergerakan dari dan melalui Jabar, keberhasilan Angkutan Lebaran 2026 sangat ditentukan oleh kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah setempat. Kami optimis, dengan sinergi seluruh jajaran, pemerimtah Jawa Barat dapat menjadi contoh dalam pengelolaan arus mudik dan arus balik yang aman dan tertib,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat tinggi madya Kementerian Perhubungan serta perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jabar. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jelang Libur Nataru, Menhub Dudy Instruksikan Rampcheck Seluruh Moda Transportasi

31 Oktober 2026 - 10:59 WIB

BRI Life Dukung Literasi & Gerakan Road Safety di Kalangan Mahasiswa

30 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Menhub Dudy Dorong USABC Investasi di Sektor Transportasi

30 Oktober 2026 - 11:03 WIB

APGLI Ajak Pelaku Industri Angkutan Logistik Makin Ramah Lingkungan

30 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Saat Anak Hendak Bepergian, Share My Ride Grab Pilihan Tepat

30 Oktober 2026 - 08:54 WIB

3 Fokus Utama Jasa Raharja Hadapi Libur Nataru

28 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, DAMRI Mataram Dorong Kepedulian Lingkungan lewat Tanam Pohon

28 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Melalui Kolaborasi Bersama Stakeholders, Ditjen Hubdat Perkuat Budaya Keselamatan

28 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Begini Langkah Strategi Ditjen Hubdat Hadapi Libur Nataru

27 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Pemerintah Usulkan Penerapan WFA di Libur Nataru

27 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Trending di JALUR