Menu

Mode Gelap
KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026 PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

Uncategorized

SBY Art Community Sukses Menggelar Road Show Seni di Tiga Kota Jawa

badge-check


 SBY Art Community Sukses Menggelar Road Show Seni di Tiga Kota Jawa Perbesar

Wartatrans.com, PACITAN — SBY Art Community (SAC) dalam sepekan ini melakukan road show seni di Jawa. Masing – masing di Pacitan mewakili Jawa Timur, Cikeas mewakili Jawa Barat, dan Magelang yang berorientasi Jawa Tengah serta DIY. Berbagai cabang seni seperti seni rupa, musik, tari, teater/drama, dan seni sastra sukses di gelar.

Di Pacitan kota kelahiran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang notabene pendiri SAC, diadakan event pertama yaitu Tribute to Koes Plus, Sabtu (7/2/2026). Tujuannya adalah memberi ruang perjumpaan antara musik dan ingatan lintas generasi agar tidak melupakan para legenda Indonesia di bidang musik. Kali ini yang diapresiasi adalah Koes Plus.

Seperti diketahui, Koes Plus bukan sekadar grup musik populer. Sejak dekade 1960-an, lagu-lagu mereka tumbuh bersama masyarakat Indonesia, mengisi ruang keseharian dengan musik dan lirik sederhana yang membicarakan cinta, keluarga, dan kehidupan sosial. Dalam perjalanan musik nasional, Koes Plus menjadi salah satu penanda penting era lahir dan berkembangnya musik pop Indonesia.

SBY tengah melukis

Panggung menampilkan putra putri personel band Koes Plus seperti Rico Murry, Kenny Koeswoyo, Sari Koeswoyo, Garry Koeswoyo, dan Damon Koeswoyo. Mereka membawakan kembali lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat. SBY sebagai tuan rumah juga ikut menyumbang lagu.

Sementara di Cikeas Bogor, hampir tiap hari ada kegiatan seni seperti melukis, musik, puisi dan nobar film. Markas SAC ini sering menerima kunjungan tokoh – tokoh seni level nasional maupun internasional. Terakhir kedatangan entertainment Merry Riana yang mempresentasikan acara seni menyambut Tahun Baru Imlek tanggal 18 Februari 2026 nanti.

Sedangkan di Magelang digelar Art 3 Vity Night yang mempertontonkan hampir semua macam seni seperti lukis, puisi, tari, nyanyi, serta drama. Pantomim juga ada.

Kegiatan sekaligus peresmian pembentukan SAC Chapter Magelang Raya ini diadakan di Semanggi Ballroom Artos Hotel Magelang tanggal 11 Februari 2026.

Sebelumnya, pada Rabu (10/2/2026) diselenggarakan Parade Puisi Garis Tak Bertepi. Acara menampilkan puluhan seniman muda Magelang yang membacakan puisi dari buku terbaru SBY berjudul “Garis Waktu Tak Bertepi”. Buku tersebut merangkum 80 puisi yang merupakan ekspresi hati SBY.

Tidak selesai di sini, pada Kamis (12/2/2026) SBY sang Presiden keenam RI melukis bersama sekitar 60 pelukis asal Magelang, Semarang dan Yogyakarta di Wonolelo Hill Camp, Sawangan, Magelang. Nama yang hadir tercatat Maestro lukis Nasirun, pemilik Museum OHD Magelang Oei Hong Djien  , Walikota Magelang Damar Prasetyono, CEO SICE Slamet Widodo, serta Pengurus SAC chapter Magelang yaitu Bonny Kusprasetyo, Budiyono, Sapta Mutiara dan Haries Sahaja.

Sepekan acara SAC, semuanya diikuti langsung oleh SBY dan disambut antusias ratusan masyarakat. Dengan tanpa lelah, ayah Menko AHY ini mengajak para seniman mengisi ruang kebersamaan dan pengabdian melalui karya seni yang penuh kedamaian.

Selain melukis, SBY juga dikenal suka menyanyi dan mencipta lagu.

SBY menyebut seni sebagai ruang ekspresi yang melampaui sekat-sekat sosial maupun politik. Maka, setelah purna pengabdian panjang di militer dan pemerintahan, ia kini memilih seni dan olahraga sebagai media kebersamaan dengan masyarakat.

“Setelah saya meninggalkan dunia politik dan pemerintahan, juga masa pengabdian saya sebagai prajurit selama 30 tahun di TNI, saya bergabung dengan teman-teman di dunia seni dan olahraga,” ujar SBY.

Ia menegaskan, SBY Art Community bukan organisasi massa maupun organisasi politik. Komunitas SAC adalah wadah berkarya dan berbagi gagasan seni tanpa kepentingan kekuasaan.

“Seniman itu mungkin bukan orang kaya raya, bukan pemilik kekuasaan politik, tapi hatinya tulus untuk melakukan sesuatu demi kebaikan bangsa dan negara,” demikian SBY.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026

27 Agustus 2026 - 11:21 WIB

PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman

27 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Trending di RAGAM