
Wartattans.com, JAKARTA – DAMRI bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Makassar resmi menandatangani kontrak penyelenggaraan layanan angkutan perintis yang akan beroperasi hingga akhir Tahun 2026. Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga konektivitas transportasi darat, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Melalui kontrak tersebut, DAMRI akan mengoperasikan enam trayek angkutan perintis yang berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, simpul transportasi, serta akses menuju pelabuhan dan stasiun, meliputi:
* Terminal Benteng – Pelabuhan Pattumbukkang (Kabupaten Kepulauan Selayar)
* Terminal Daya – Tondong via Malino
* Ujung Lero (Pinrang) – Terminal Lumpue – Pelabuhan Garongkong – Stasiun KA Garongkong
* Masamba – Rongkong
* Terminal Sinjai – Pelabuhan Bira
* Terminal Bungoro – Pelabuhan Maccini Baji – Stasiun Mangilu
Dari keseluruhan trayek tersebut, dua di antaranya turut mendukung konektivitas menuju destinasi pariwisata unggulan Sulawesi Selatan. Trayek Terminal Daya – Tondong via Malino melayani akses menuju kawasan wisata alam Malino, di sisi lain, trayek Terminal Sinjai – Pelabuhan Bira mendukung akses menuju kawasan wisata Pantai Bira yang terintegrasi dengan layanan penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Selayar.
Selain mendukung sektor pariwisata, layanan angkutan perintis DAMRI juga terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Salah satunya melalui trayek Ujung Lero (Pinrang) – Pelabuhan Garongkong – Stasiun KA Garongkong yang terhubung dengan layanan kereta api dari Kabupaten Barru menuju Stasiun Mandai, Kabupaten Maros. Konektivitas tersebut selanjutnya terintegrasi dengan layanan Trans Sulsel menuju kawasan pendidikan, termasuk Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea, dan terkoneksi dengan jalur Bandara Sultan Hasanuddin.
Integrasi antarmoda ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, baik untuk kebutuhan pendidikan, pariwisata, maupun aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan dengan keterbatasan akses angkutan komersial.
“Layanan angkutan perintis memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat tetap terhubung, terutama di daerah dengan keterbatasan akses transportasi. Kerja sama ini menjadi komitmen DAMRI untuk terus mendukung konektivitas dan pemerataan akses antarwilayah,” ujar _Head of Corporate Communication_ DAMRI, P. Septian Adri S.
Melalui kolaborasi ini, DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar berkomitmen menjaga keberlangsungan layanan perintis yang aman, terjangkau, dan andal hingga akhir 2026, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan aksesibilitas transportasi di kawasan timur Indonesia.(ahmad)









