
Wartatrans.com, JAKARTA – DAMRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pengembangan transportasi ramah lingkungan melalui partisipasi pada pilot project konversi bus Hydrogen–Diesel Dual Fuel (H2 DDF) yang telah diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, pada Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 yang diselenggarakan pada 21–23 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi transportasi rendah emisi sekaligus memperkuat komitmen DAMRI dalam mewujudkan masa depan transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan._
Pilot project ini merupakan konversi bus H2 DDF pertama di Indonesia. Melalui teknologi tersebut, bus konvensional memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar pendamping (_dual fuel_) sehingga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Bus tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi jalan di Indonesia. Berdasarkan uji emisi statis yang telah dilaksanakan oleh PT SUCOFINDO (PERSERO), bus H2 DDF dapat menurunkan kadar emisi gas buang (CO, CO₂, dan NOx) kurang lebih sebesar 60% dibandingkan ketika menggunakan bahan bakar biosolar murni 100%.
Pengembangan proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Perum DAMRI, PT PLN (Persero), PT SUCOFINDO (PERSERO), dan PT Tritunggal Prakasa Global. Dalam kolaborasi tersebut, DAMRI berperan sebagai penyedia unit bus yang digunakan dalam implementasi dan pengujian teknologi konversi H2 DDF, sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem hidrogen nasional.
“DAMRI terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendukung terwujudnya transportasi berkelanjutan. Keterlibatan kami dalam pilot project H2 DDF menjadi bukti nyata bahwa DAMRI siap berkolaborasi dalam mengembangkan teknologi transportasi rendah emisi sekaligus mendukung penguatan ekosistem hidrogen di Indonesia,” ujar Arifin selaku Direktur Teknik dan Fasilitas Perum DAMRI.
Dalam implementasi pilot project ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) berperan sebagai pihak independen yang melakukan verifikasi dan assurance terhadap aspek keselamatan, keandalan, serta kesesuaian teknis penerapan teknologi Hydrogen–Diesel Dual Fuel (H2 DDF). Peran tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa inovasi teknologi hidrogen dapat diterapkan secara aman, terukur, dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, menyampaikan bahwa keterlibatan PT SUCOFINDO (PERSERO) merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam mendorong pengembangan teknologi energi bersih yang andal dan berkelanjutan di Indonesia.
“Sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification and Consultation (TICC), SUCOFINDO berperan sebagai pihak independen yang memastikan implementasi teknologi H2 DDF pada Bus DAMRI memenuhi aspek keselamatan, keandalan, dan kesesuaian teknis. Melalui verifikasi dan assurance yang kami lakukan, penerapan teknologi hidrogen dapat berlangsung secara aman, terukur, dan sesuai standar yang berlaku, sehingga mendukung pengembangan ekosistem hidrogen nasional yang kredibel dan berkelanjutan,” ujar Sandry Pasambuna.
Keikutsertaan DAMRI dalam GHES 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan inovasi transportasi hijau kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi lintas sektor, DAMRI berharap implementasi teknologi hidrogen dapat terus berkembang dan menjadi salah satu solusi dalam mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi nasional.
Komitmen DAMRI dalam menghadirkan transportasi ramah lingkungan sejatinya telah diwujudkan melalui pengoperasian 316 unit bus listrik pada layanan Transjakarta. Kehadiran bus konversi H2 DDF menjadi langkah lanjutan DAMRI dalam mengembangkan inovasi teknologi rendah emisi sekaligus mendukung percepatan pengembangan ekosistem hidrogen nasional.
Melalui transformasi yang berkelanjutan, DAMRI terus mengambil peran aktif dalam mendukung target dekarbonisasi sektor transportasi nasional. Dengan memadukan operasional armada bus listrik dan pengembangan teknologi hidrogen, DAMRI optimistis dapat menghadirkan sistem transportasi jalan yang semakin bersih, efisien, dan berkelanjutan. Langkah ini menegaskan posisi DAMRI sebagai pelopor transformasi transportasi hijau di Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya masa depan mobilitas yang lebih ramah lingkungan.(ahmad)




























