Menu

Mode Gelap
Roda Kematian Militerisme: Kemanusiaan yang Tergerus Peradaban Keras – Refleksi Lukisan Munadi Cecep (Tangerang) Terhenti di Top 21 Aksi 2026 Kunjungi Terminal Teluk Lamong, Wali Kota Surabaya Pererat Kolaborasi Pengembangan Layanan Logistik Kuliner Kereta Hadirkan Menu Takjil Khusus Berbuka Puasa Selama Ramadan 574 Ribu Tiket Lebaran 2026 Terjual dari Gambir dan Pasar Senen, 86 Ribu Kursi Masih Tersedia Menko PMK: Keselamatan Pemudik Prioritas Utama

ANJUNGAN

Diikuti 100 Insan Pelayaran, INSA Jaya Gelar Pelatihan Artificial Intelligence (AI)-Gratis 

badge-check


 INSA Jaya gelar pelatihan AI. Foto istimewa Perbesar

INSA Jaya gelar pelatihan AI. Foto istimewa

Wartatrans.com, JAKARTA – Industri pelayaran Indonesia mulai menapaki fase baru. Digitalisasi tak lagi sekadar jargon, melainkan kebutuhan strategis. Di tengah arus perubahan itu, Dewan Pimpinan Cabang Indonesian National Shipowners’ Association (DPC INSA Jaya) menggelar “Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Bisnis Pelayaran” pada 1–4 Desember 2025 di Jakarta.

Pelatihan dilaksanakan dalam empat batch, masing-masing diikuti 25 peserta, dengan total 100 insan maritim dari berbagai sektor. Peserta berasal dari anggota perusahaan pelayaran DPC INSA Jaya, operator terminal, serta sejumlah entitas strategis seperti PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), PELINDO II Cabang Tanjung Priok, MCT/Pelabuhan Tegar Indonesia, dan mitra kepelabuhanan lainnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua DPC INSA Jaya, Andi S. Patonangi, yang menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi, khususnya AI, menjadi kunci agar industri pelayaran nasional mampu bertahan dan bersaing di tengah kompetisi global yang kian ketat.

“AI bukan lagi masa depan—ia sudah hadir hari ini. Jika industri pelayaran tidak beradaptasi sekarang, kita akan tertinggal jauh dari pemain regional dan global,” ujar Andi dalam sambutannya.

Pelatihan difokuskan pada pendalaman cara menerapkan dan berkomunikasi secara efektif dengan AI. Materi dimulai dengan pemahaman dasar “Deep Intro AI” untuk mengenali cara kerja sistem kecerdasan buatan, kemudian dilanjutkan dengan metode Deep Think AI, yaitu teknik memanfaatkan AI sebagai alat analisis, pemetaan masalah, dan penyusunan skenario bisnis. Peserta juga dibekali pendekatan Deep Search AI untuk mengoptimalkan kemampuan pencarian serta pengolahan data secara cepat, luas, dan akurat. Puncak dari seluruh pembelajaran diarahkan pada Penguasaan Teknik Prompting, yakni seni menyusun perintah yang tepat kepada AI agar mampu menghasilkan output yang presisi, relevan, dan aplikatif bagi kebutuhan nyata bisnis pelayaran—mulai dari perencanaan operasional, layanan pelanggan, hingga efisiensi administrasi perusahaan.

Materi pelatihan disampaikan oleh dua narasumber utama, Mohamad Erwin Y. Zubir, Sekretaris DPC INSA Jaya, yang memaparkan strategi pemanfaatan AI sesuai konteks industri pelayaran nasional, serta Frederik H. F. Abarua, S.Kom., M.Kom, pakar teknologi AI, yang mengulas sisi teknis sekaligus studi kasus implementasi AI di sektor logistik dan maritim.

Keduanya menegaskan bahwa adopsi AI tidak harus mahal atau rumit. Berbagai platform digital yang tersedia saat ini dapat diakses oleh perusahaan pelayaran skala kecil hingga besar, asalkan dibarengi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam berinteraksi dengan teknologi tersebut.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapat paparan teori, tetapi juga mengikuti simulasi langsung penggunaan tool AI serta template AI, mulai dari latihan menyusun prompt yang efektif, pengolahan data otomatis, hingga pembuatan analisis dan laporan bisnis berbasis AI.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Diskusi berlangsung dinamis, terutama membahas peluang peningkatan efisiensi operasional dan kecepatan layanan di pelabuhan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan.

Melalui pelatihan ini, DPC INSA Jaya berharap dapat melahirkan SDM pelayaran yang adaptif terhadap transformasi digital, sekaligus memperkuat daya saing industri maritim nasional.

“Transformasi digital bukan pilihan. Ini keharusan. Dan AI adalah pintu masuk menuju masa depan pelayaran Indonesia,” tutup Mohamad Erwin Y. Zubir.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungi Terminal Teluk Lamong, Wali Kota Surabaya Pererat Kolaborasi Pengembangan Layanan Logistik

2 Maret 2026 - 16:55 WIB

Menko PMK: Keselamatan Pemudik Prioritas Utama

2 Maret 2026 - 14:18 WIB

Konsisten Taat Pajak, SPJM Kembali dapat Apresiasi dari DJP Sulselbartra

2 Maret 2026 - 10:28 WIB

Ayo Cek, Kemenhub Atur Pergerakan di Pelabuhan Penyeberangan Selama Periode Angleb

2 Maret 2026 - 10:12 WIB

Dorong Transisi Energi, KAI Operasikan PLTS di 103 Lokasi dengan Kapasitas 4.450,65 kWp

2 Maret 2026 - 05:25 WIB

ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Mudik Lebaran di Kepulauan Riau

1 Maret 2026 - 17:25 WIB

Ada Konflik di Timur Tengah, Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah

1 Maret 2026 - 15:10 WIB

Menag ‘Kepeleset’ Bicara dan Minta Maaf: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

1 Maret 2026 - 09:32 WIB

FIFGROUP Raih Dua Penghargaan Bergengsi dari Warta Ekonomi, Tegaskan Kekuatan Transformasi dan Keunggulan Syariah

28 Februari 2026 - 21:59 WIB

Dirut Pelindo Perdana Kunker ke Kijing Kelolaan PTP Nonpetikemas

28 Februari 2026 - 16:10 WIB

Trending di ANJUNGAN