Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memastikan kelancaran Angkutan Lebaran 2026 melalui pemantauan langsung di lapangan. Pada Sabtu, 28 Maret 2026 kemarin, Direktur Utama (Dirut) KAI Bobby Rasyidin melakukan monitoring operasional di layanan kereta cepat Whoosh yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Kegiatan diawali dengan kedatangan di Stasiun Halim pukul 09.30 WIB dan disambut oleh Dirut KCIC Dwiyana Slamet Riyadi beserta jajaran manajemen. Peninjauan dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan KA G1017 menuju Tegalluar Summarecon untuk melihat kondisi pelayanan dan pergerakan pelanggan di stasiun.

Selanjutnya, Bobby melanjutkan perjalanan menuju Padalarang menggunakan KA G1026 pukul 11.35 WIB. Pada kesempatan tersebut, Ia menyapa langsung pelanggan serta memberikan apresiasi kepada petugas layanan, termasuk petugas loket dan layanan merchandise, yang bertugas menjaga kualitas pelayanan selama periode Lebaran.
Bobby menyampaikan bahwa layanan Whoosh menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat pada masa arus balik Lebaran.
“Pergerakan pelanggan pada layanan Whoosh menunjukkan tren yang terus meningkat. Ini menjadi indikator kuat bahwa konektivitas Jakarta–Bandung melalui kereta cepat semakin diandalkan masyarakat, terutama saat mobilitas tinggi seperti Lebaran,” ujar Bobby.
Berdasarkan data KCIC, hingga Ahad siang pada periode H+7 Lebaran 2026, penjualan tiket Whoosh telah mencapai sekitar 12.000 tiket. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga mendekati 20.000 pelanggan pada malam hari seiring masih berlangsungnya penjualan hingga keberangkatan terakhir pukul 21.23 WIB dari Stasiun Padalarang.
Sejalan dengan tren tersebut, layanan Whoosh pada periode Angkutan Lebaran sejak 11 hingga 28 Maret 2026 telah melayani sebanyak 301.239 pelanggan. Capaian ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta cepat sebagai pilihan perjalanan yang andal dan efisien.
Peningkatan volume pelanggan terutama terlihat dari arah Bandung menuju Jakarta, seiring berakhirnya periode libur Lebaran dan dimulainya kembali aktivitas kerja.
Untuk menjaga kelancaran layanan, KCIC telah mengoptimalkan berbagai aspek operasional. Penguatan dilakukan pada layanan stasiun, perjalanan kereta, hingga integrasi antarmoda transportasi. Konektivitas diperkuat melalui layanan feeder, transportasi daring, shuttle, dan moda lanjutan lainnya guna memastikan perjalanan pelanggan berlangsung lancar dari titik awal hingga tujuan akhir.
Fasilitas di stasiun juga terus ditingkatkan, mencakup ruang tunggu reguler dan VIP, mushala, pos kesehatan, ruang ibu menyusui, serta fasilitas ramah disabilitas. Selain itu, tersedia area tenant, WiFi gratis, dan water station untuk mendukung kenyamanan pelanggan selama berada di stasiun.
Dalam menghadapi arus balik, KCIC juga menghadirkan fasilitas tambahan seperti area bermain anak, hiburan di stasiun, serta peningkatan kebersihan dan layanan petugas. Di sisi operasional, kesiapan sumber daya manusia menjadi perhatian utama dengan memastikan seluruh petugas pelayanan, pengamanan, dan kru operasional dalam kondisi prima melalui pemeriksaan kesehatan.
Whoosh sebagai kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara beroperasi dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam dan melayani rute Jakarta–Bandung melalui empat stasiun utama, yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon.
“Melalui sinergi KAI Group, layanan perkeretaapian yang terintegrasi terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis, khususnya pada periode Lebaran,” tutup Bobby.(fahmi)































