Wartatrans.com, JAKARTA – Yogyakarta tetap menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat menjelang Lebaran 2026. Aktivitas penerbangan melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menunjukkan tren pertumbuhan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat melalui YIA pada Januari 2025 tercatat sebanyak 158.913 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan Januari 2024 yang mencapai 149.274 orang, atau bertambah 9.639 penumpang setara 6,5 persen.

Seiring meningkatnya mobilitas udara, kebutuhan bahan bakar pesawat turut mengalami kenaikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat distribusi avtur (Aviation Turbine Fuel) pada Januari 2026 mencapai 10.614.520 liter. Volume tersebut meningkat dibandingkan Januari 2025 sebesar 8.349.580 liter dan Januari 2024 sebesar 7.581.100 liter.
Jika dibandingkan Januari 2024, distribusi avtur pada Januari 2026 naik 3.033.420 liter atau sekitar 40 persen. Sementara dibandingkan Januari 2025, terjadi peningkatan 2.264.940 liter atau sekitar 27,1 persen. Tren ini menunjukkan peningkatan kebutuhan energi penerbangan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir, termasuk menjelang periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan angkutan avtur menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran konektivitas udara, terutama pada momentum Lebaran ketika mobilitas masyarakat meningkat signifikan.
“Setiap dua hari sekali, satu rangkaian kereta api kami berangkat membawa avtur demi memastikan roda penerbangan di YIA terus berputar,” ujar Anne.
Distribusi avtur dilakukan dari Stasiun Cilacap, Jawa Tengah, menuju Stasiun Rewulu, Bantul, DIY. Dari Stasiun Rewulu, avtur kemudian disuplai ke YIA untuk memenuhi kebutuhan operasional maskapai. Pola pengiriman rutin tersebut memastikan pasokan tetap terjaga saat frekuensi penerbangan meningkat.
Kelancaran distribusi avtur berdampak langsung terhadap kepastian jadwal penerbangan dan kenyamanan perjalanan masyarakat. Penerbangan yang berjalan sesuai rencana turut mendukung arus kunjungan wisata, perjalanan keluarga, serta aktivitas bisnis ke Yogyakarta. Sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga pelaku UMKM di DIY juga merasakan manfaat dari konektivitas udara yang stabil.
Anne menegaskan keberlanjutan distribusi avtur merupakan bagian dari peran KAI dalam menjaga ekosistem transportasi nasional agar tetap terhubung dan produktif, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran.
“Kami memastikan distribusi avtur berjalan lancar agar operasional penerbangan di YIA tetap stabil. Ketika konektivitas udara terjaga, mobilitas masyarakat terlindungi, dan aktivitas ekonomi daerah terus bergerak. Di situlah peran strategis kereta api hadir mendukung Indonesia tetap terkoneksi,” tutup Anne.(fahmi)
































