Menu

Mode Gelap
3 Rute Angkutan Motis Siap Dukung Keamanan Mudikmu Ditjen Hubla Inisiasi Pemetaan Kluster Pelabuhan Tekan Angka Kecelakaan di Angleb, Ditjen Hubdat Rampcheck Bus dan Gelar Mudik Gratis Ada 69.232 Kuota, Pendaftaran Tiket Kapal Laut Gratis Dibuka 6 Maret KAI: 1,7 Juta Pelanggan Gunakan Face Recognition untuk Boarding KA pada Awal 2026 Pelindo Pastikan Kesiapan Layanan Pelabuhan Makassar Jelang Mudik Lebaran 2026

ANJUNGAN

Ditjen Hubla Inisiasi Pemetaan Kluster Pelabuhan

badge-check


 Dirjen Hubla Perbesar

Dirjen Hubla

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi/Pemetaan Klaster Pelabuhan dalam rangka Mitigasi Bencana Alam menyampaikan, Indonesia secara geografis dan geologis berada di kawasan ring of fire yang sangat rawan terhadap gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, serta dampak perubahan iklim.

“Oleh karenanya, peningkatan kualitas sarana dan prasana transportasi laut harus direncanakan dengan mengadopsi mitigasi pengurangan risiko bencana,” tutur Dirjen Masyhud di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Sejumlah peristiwa besar, seperti gempa dan tsunami di Palu pada tahun 2018, kata dia, memberikan pelajaran berharga bahwa infrastruktur pelabuhan harus dirancang dan dikelola dengan pendekatan ketangguhan bencana.

“Identifikasi dan pemetaan klaster pelabuhan bukan hanya sekedar kegiatan administratif atau teknis, tetapi merupakan langkah fundamental khususnya dalam mengklasifikasikan tingkat risiko dan kerentanan pelabuhan terhadap berbagai jenis bencana,” ujar Dirjen Masyhud.

Selain itu, pendekatan klaster juga akan memudahkan dalam melakukan perencanaan spasial, standardisasi keamanan, serta pengalokasian anggaran yang lebih tepat sasaran.

Dia menyatakan, mitigasi adalah investasi jangka panjang demi keselamatan masyarakat, keberlanjutan ekonomi, dan kedaulatan negara.

Mitigasi bencana harus dilakukan secara kolaboratif dan berbasis data sehingga diperlukan sinergi antara kementerian teknis, pemerintah daerah, operator pelabuhan, dunia usaha, hingga komunitas lokal.

“Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi untuk kemudian bergerak. Justru kita harus mengambil langkah proaktif dan antisipatif, demi mewujudkan sistem kepelabuhanan nasional yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Direktur Kepelabuhanan, Muhammad Anto Julianto berharap hasil FGD ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan nasional dan peta jalan penguatan ketahanan pelabuhan tahun 2026 dan seterusnya.

“Diharapkan forum ini menghasilkan rekomendasi yang konkret, terukur, dan implementatif, baik dalam bentuk penyusunan regulasi, standar teknis, maupun rencana aksi lintas kementerian/lembaga untuk tahun 2026 dan seterusnya,” ucap Anto.

Ditjen Hubla memastikan bahwa pelabuhan tetap dapat berfungsi sebagai jalur distribusi bantuan kemanusiaan ketika bencana terjadi.

“Dalam situasi krisis, pelabuhan sering kali menjadi titik masuk utama logistik, alat berat, dan tenaga medis. Dengan demikian ketangguhan pelabuhan menjadi bagian dari ketahanan nasional,” pungkasnya

Turut hadir perwakilan dari Kementerian Perhubungan dan UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta menghadirkan narasumber yang berasal dari Kementerian ESDM, BMKG, BNPB, Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, kalangan Akademisi dan Praktisi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ada 69.232 Kuota, Pendaftaran Tiket Kapal Laut Gratis Dibuka 6 Maret

5 Maret 2026 - 19:31 WIB

Pelindo Pastikan Kesiapan Layanan Pelabuhan Makassar Jelang Mudik Lebaran 2026

5 Maret 2026 - 18:38 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Tegaskan Dukungan Berantas Perdagangan Ilegal Satwa

5 Maret 2026 - 15:39 WIB

Terminal Teluk Lamong Kolaborasi dengan Kejari Tanjung Perak untuk Perkuat Tata Kelola Perusahaan

5 Maret 2026 - 15:26 WIB

Perkuat Keselamatan, SPJM Pasang Fasilitas Safety Baru di Jembatan Mahakam Samarinda

5 Maret 2026 - 15:13 WIB

Tingkatkan Pelayanan, KSOP Cirebon Gandeng PT Langgeng Jaya Maritim

5 Maret 2026 - 14:10 WIB

IPC TPK Hadirkan Kepedulian Ramadan Lewat 1.600 Paket Takjil Gratis untuk TKBM dan Pengguna Jasa

4 Maret 2026 - 21:40 WIB

Angkutan Lebaran, PELNI Siapkan 55 Kapal dan 751 Ribu Tiket

4 Maret 2026 - 20:13 WIB

Perayaan Hari Raya Nyepi, ASDP Hentikan Penyeberangan di Lintas Jawa-Bali-Lombok 18-19 Maret

4 Maret 2026 - 17:36 WIB

30% Tiket Diskon PELNI Sudah Terjual hingga Hari ini

4 Maret 2026 - 16:11 WIB

Trending di ANJUNGAN