Menu

Mode Gelap
Arus Balik Nataru Menguat, Okupansi Layanan AKAP DAMRI Tembus 81 Persen Minat Kereta Panoramic Meningkat, KAI Catat 150.176 Pelanggan Sepanjang 2025 Libur Tahun Baru, Penumpang Commuter Line Tembus 15 Juta Orang Selama Nataru Fort Canning Tree Tunnel Jadi Spot Favorit Wisatawan di Singapura Relawan Sahabat Safar Dampingi Anak Korban Longsor di Desa Jongok Meluem KAI Daop 6 Yogyakarta Layani 1,004 Juta Penumpang hingga Hari ke-16 Angkutan Nataru

PERISTIWA

Festival Lomba Mural Meriahkan Bantaran Talud Code Terban Selama Empat Hari

badge-check


					Festival Lomba Mural Meriahkan Bantaran Talud Code Terban Selama Empat Hari Perbesar

Wartatrans.com,YOGYAKARTA — Suasana bantaran Talud Code di Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kemantren Jetis Yogyakarta berubah menjadi lautan warna. Selama empat hari, mulai 22 hingga 25 November 2025, kawasan itu menjadi panggung kreativitas dalam Festival Lomba Mural yang diikuti 30 peserta dari berbagai komunitas mural Yogyakarta dan sejumlah daerah luar kota.

Meski cuaca mendung menaungi hampir seluruh rangkaian kegiatan, antusiasme peserta maupun warga tetap tinggi. Komunitas mural dari Batu Malang, Tegal, Brebes, Pemalang, Semarang, Magelang, hingga Salatiga turut memeriahkan kompetisi mural yang digelar di sepanjang dinding talud permanen Kali Code.

Peserta mural sedang asik menggores warna menjadi gambar.

Dari Kawasan Kumuh Menjadi Ruang Publik Estetis

Kawasan Terban Madani dulunya dikenal sebagai hunian kumuh kaum urban di tepi Sungai Code. Penataan lingkungan yang buruk—mulai dari sanitasi, jalur penghubung, hingga sistem pembuangan sampah—membuat kawasan ini terkesan semrawut dan tidak teratur.

Setelah dilakukan pembangunan talud permanen dan penataan hunian menjadi klaster rusun, wajah baru Terban kini terlihat jauh lebih tertata, layak huni, dan bernuansa modern. Dinding talud yang semula kusam dan penuh bekas bekesting cor telah berubah menjadi kanvas raksasa yang menghadirkan gradasi warna dan berbagai karakter mural dari para seniman.

Apresiasi Camat Gondokusuman

Camat Gondokusuman Kemantren Yogyakarta, Guritno A.P., memberikan apresiasi besar terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran mural tidak hanya memperindah kawasan, tetapi memiliki nilai sosial yang lebih luas.

“Mural bukan sekadar elemen penghias talud sungai. Di balik goresan warna itu ada pesan moral positif yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu membangun ruang publik yang lebih hidup dan edukatif,” ungkap Guritno.

Camat Gondokusuman Kemantren Yogyakarta, Guritno A.P.

Harapan Menjadi Ikon Wisata Baru

Ketua Pelaksana Festival Mural sekaligus penggagas konsep, Harjono, yang juga Ketua LPMK Yogyakarta, berharap kegiatan ini dapat menjadi pilot project dalam pengembangan ikon wisata lokal.

“Kegiatan ini kami harapkan memberi dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi ikon pariwisata baru yang mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar,” ujarnya.

Sejak festival digelar, pedagang UMKM yang berjualan makanan dan minuman merasakan peningkatan jumlah pengunjung. Masyarakat yang datang untuk menyaksikan proses pembuatan mural menjadi pasar potensial selama empat hari berlangsungnya acara.

Ruang Publik yang Semakin Hidup

Festival mural ini tidak hanya mengubah tampilan bantaran kali menjadi lebih artistik, tetapi juga memperkuat identitas Terban sebagai komunitas urban yang kreatif dan adaptif. Dengan hadirnya deretan mural baru, kawasan Talud Code kini berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata alternatif yang memadukan seni, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Arus Balik Nataru Menguat, Okupansi Layanan AKAP DAMRI Tembus 81 Persen

2 Januari 2026 - 21:24 WIB

Relawan Sahabat Safar Dampingi Anak Korban Longsor di Desa Jongok Meluem

2 Januari 2026 - 18:35 WIB

Upacara Kenaikan Pangkat Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Periode Januari 2026

2 Januari 2026 - 17:33 WIB

Pengurus KNG Raya Gelar Pertemuan Bahas RAT 2026 dan Bantuan Bencana

2 Januari 2026 - 12:02 WIB

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

2 Januari 2026 - 06:35 WIB

Trending di RAGAM