Menu ✖

Mode Gelap
Danrem 182/JO Pimpin Sertijab Dandim 1811/Teluk Wondama, Tekankan Soliditas dan Pendekatan Humanis Catatan Iwan Piliang: Ketika Sistem Tak Mampu Bekerja, Tangan Tuhan yang Akan Mengerjakan Hadapi Libur Nataru, Marine Inspector Siap Uji Petik Kapal KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat Nias Selatan Mubes IKA SMA Negeri 1 Takengon Tahun 2026, Momentum Menyatukan Alumni dan Memajukan Almamater Eks Kapolri Sekaligus KSP Listyo Sigit Prabowo Dkk Resmi Ditahan di Rutan Mabes Polri Terkait Kasus Penyadapan Ilegal

RAGAM

Relawan Sahabat Safar Dampingi Anak Korban Longsor di Desa Jongok Meluem

badge-check


 Relawan Sahabat Safar Dampingi Anak Korban Longsor di Desa Jongok Meluem Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Pasca bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Takengon, Aceh Tengah, kepedulian terhadap pemulihan psikososial anak-anak terus dilakukan. Suhaili Beke menjadi penggerak utama kegiatan belajar dan bermain bagi anak-anak korban longsor di Desa Jongok Meluem, Kecamatan Kebayakan.

Sejak hari ke-10 pasca longsor, Suhaili Beke bertemu dengan relawan SahabatSafar yang sebelumnya melakukan kegiatan pengajaran bagi anak-anak di lokasi pengungsian Blang Mersah, Kecamatan Kebayakan. Dari pertemuan tersebut, Suhaili mengajak relawan SahabatSafar untuk hadir dan melakukan kegiatan serupa di desanya agar anak-anak kembali bersemangat belajar.

 

Undangan tersebut disambut positif oleh SahabatSafar Takengon. Saat relawan tiba di Desa Jongok Meluem, mereka disambut antusias oleh Suhaili bersama sejumlah relawan pengajar yang merupakan istri dan anggota keluarganya, serta puluhan anak-anak di sebuah masjid desa setempat.

Anak-anak korban longsor diajak berkumpul di masjid untuk mengikuti kegiatan belajar dan bermain bersama. Kegiatan ini dilakukan setelah hampir sepekan pasca bencana, di tengah kondisi anak-anak yang masih terlihat murung dan mengalami trauma akibat rumah mereka terdampak longsor.

Melihat kondisi tersebut, Suhaili Beke—yang juga dikenal dengan nama panggilan Beke—berinisiatif mengajak anak-anak untuk kembali beraktivitas positif melalui kegiatan edukatif dan permainan. Ia turut melibatkan istrinya, Lisa Yuhana, kakak iparnya Simahrejeki, serta adik iparnya Wahdana sebagai relawan pengajar.

Tempat belajar yang diberi nama sekolah Rakyat sukses mengajak anak-anak untuk bergabung.

Suhaili beke mengatakan sekolah Rakyat yang digagasnya adalah sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk memberikan pendidikan dan pemulihan trauma kepada anak-anak

Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat membantu memulihkan semangat dan kondisi psikologis anak-anak korban longsor di Desa Jongok Meluem.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Ketika Sistem Tak Mampu Bekerja, Tangan Tuhan yang Akan Mengerjakan

4 November 2026 - 07:44 WIB

Mubes IKA SMA Negeri 1 Takengon Tahun 2026, Momentum Menyatukan Alumni dan Memajukan Almamater

4 November 2026 - 03:09 WIB

DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

3 November 2026 - 21:20 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pengawasan Pemerintahan Bersama FORKABI di Cibinong, Soroti Kualitas Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah

3 November 2026 - 20:55 WIB

Sumpah Alternatif Atau Pilihan Terakhir Penyelesaian Perkara Di Masyarakat Gayo

3 November 2026 - 16:07 WIB

Tiga Academia Bikin Heboh Panggung D’Academy 8, Ari Sampang Sementara Teratas Virtual Gift

3 November 2026 - 15:48 WIB

Empat Bulan Tinggal di Hunian Senen, Sahrul: Kami Berharap Bisa Menetap Selamanya

3 November 2026 - 13:42 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Layanan Pelabuhan

3 November 2026 - 13:23 WIB

Danrem 182/JO dan Ketua Persit Kunjungi Kodim 1806/Teluk Bintuni, Tekankan Soliditas dan Profesionalisme Prajurit

3 November 2026 - 12:14 WIB

ACC Hadir Dengan Promo Menarik di OJK FinExpo 2026

3 November 2026 - 08:26 WIB

Trending di EKOBIS