Menu

Mode Gelap
360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026 Ciptakan Petugas Andal, KAI Daop 7 Madiun Selenggarakan Diklat Refreshing PPKA KAI Group Perkuat Integrasi Antarmoda, Jumlah Penumpang LRT Jabodebek hingga Whoosh Meningkat pada Triwulan I 2026 Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik Belum Pulih dari Bencana, Rencana Pacuan Kuda di Takengon Diprotes Helikopter Jatuh di Sanggau Kalimantan Barat, Delapan Orang Tewas

RAGAM

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

badge-check


 Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Fenomena tak biasa terjadi di wilayah dataran tinggi Gayo pasca bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah komoditas pertanian justru mengalami peningkatan hasil panen secara signifikan, mulai dari durian hingga kopi.

Sebelumnya, komoditas durian lebih dulu menunjukkan lonjakan produksi dengan masa panen yang lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini terpantau di sejumlah daerah penghasil durian seperti Durian Jamat, serta beberapa kampung di Kecamatan Ketol, di antaranya Bergang, Kekuyang, Bah, Pantan Reduk, dan wilayah sekitarnya.

Memasuki musim kopi, fenomena serupa kembali terjadi. Hampir seluruh wilayah penghasil kopi di dataran tinggi Gayo mengalami peningkatan produksi. Namun di balik melimpahnya hasil panen, para petani justru dihadapkan pada persoalan baru, yakni kekurangan tenaga kerja untuk memetik kopi.

Akibatnya, tidak sedikit buah kopi yang terpaksa dibiarkan rontok karena tidak sempat dipanen.

Kondisi ini dipicu oleh panen yang terjadi secara serentak di hampir semua wilayah, sehingga petani lebih fokus mengelola kebunnya masing-masing.

Di sisi lain, buruh petik kopi yang biasanya didatangkan dari luar daerah seperti Aceh Tamiang, tahun ini tidak dapat hadir karena masih terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November lalu.

Situasi ini bahkan memunculkan fenomena baru di kalangan petani, yakni dibukanya lowongan kerja buruh petik kopi secara luas, sesuatu yang sebelumnya jarang terlihat di wilayah dataran tinggi Gayo.

Meski demikian, melimpahnya hasil panen tetap menjadi berkah yang patut disyukuri. Para petani berharap pemerintah dapat hadir memberikan solusi, baik dalam hal penyediaan tenaga kerja maupun pengendalian harga, agar hasil panen yang melimpah tidak justru berdampak pada penurunan nilai jual di tingkat petani.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

SEUSAMA Gelar Halal Bihalal dan Mulai Pembangunan Balai Pengajian di Aceh Utara

16 April 2026 - 11:35 WIB

Dua Nama Lolos Seleksi, PMI Jakarta Timur Bersiap Gelar Muskot 2026

16 April 2026 - 05:41 WIB

Akhirnya TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Desak Platform Lain Mengikuti

15 April 2026 - 10:48 WIB

Relawan Soroti Lambannya Penanganan Bencana di Wilayah Tengah Aceh, Desak Percepatan dan Transparansi

15 April 2026 - 00:27 WIB

Trending di RAGAM