Menu ✖

Mode Gelap
Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama Kemenhub dan TNI AD Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara di Bandara Kalimarau Hari Santri Nasional 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Santri Teguhkan Khittah Kebangsaan dan Perkuat Persatuan HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi

RAGAM

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

badge-check


 Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Fenomena tak biasa terjadi di wilayah dataran tinggi Gayo pasca bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah komoditas pertanian justru mengalami peningkatan hasil panen secara signifikan, mulai dari durian hingga kopi.

Sebelumnya, komoditas durian lebih dulu menunjukkan lonjakan produksi dengan masa panen yang lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini terpantau di sejumlah daerah penghasil durian seperti Durian Jamat, serta beberapa kampung di Kecamatan Ketol, di antaranya Bergang, Kekuyang, Bah, Pantan Reduk, dan wilayah sekitarnya.

Memasuki musim kopi, fenomena serupa kembali terjadi. Hampir seluruh wilayah penghasil kopi di dataran tinggi Gayo mengalami peningkatan produksi. Namun di balik melimpahnya hasil panen, para petani justru dihadapkan pada persoalan baru, yakni kekurangan tenaga kerja untuk memetik kopi.

Akibatnya, tidak sedikit buah kopi yang terpaksa dibiarkan rontok karena tidak sempat dipanen.

Kondisi ini dipicu oleh panen yang terjadi secara serentak di hampir semua wilayah, sehingga petani lebih fokus mengelola kebunnya masing-masing.

Di sisi lain, buruh petik kopi yang biasanya didatangkan dari luar daerah seperti Aceh Tamiang, tahun ini tidak dapat hadir karena masih terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November lalu.

Situasi ini bahkan memunculkan fenomena baru di kalangan petani, yakni dibukanya lowongan kerja buruh petik kopi secara luas, sesuatu yang sebelumnya jarang terlihat di wilayah dataran tinggi Gayo.

Meski demikian, melimpahnya hasil panen tetap menjadi berkah yang patut disyukuri. Para petani berharap pemerintah dapat hadir memberikan solusi, baik dalam hal penyediaan tenaga kerja maupun pengendalian harga, agar hasil panen yang melimpah tidak justru berdampak pada penurunan nilai jual di tingkat petani.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo

21 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Santri Teguhkan Khittah Kebangsaan dan Perkuat Persatuan

21 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Kemenhub-Polri Perkuat Sinergi dan Kolaborasi di Sektor Transportasi

21 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Para Pakar Bicara Blok Andaman Berpotensi Gerus Kewenangan Khusus Aceh

21 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Wahyoe Liluk Winarto Kembali Menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Semarang

21 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, KKP Pulihkan Usaha Perikanan Pascabencana Sumatra

21 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal

21 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Usai Ditetapkan PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korporasi, Konsesi Hutan Jadi Sorotan

21 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, KNMP Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

21 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Catatan M. Mujiburrohman: Mengapa Pemerintahan Prabowo Terus Digoyang? 

21 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Trending di RAGAM