Menu

Mode Gelap
Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau Mobilitas Sumatra Meningkat, KA Rajabasa Layani 534.748 Pelanggan hingga Juli 2026 InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota Dari Tim Alfa hingga Ubi Bombing, Upaya Padamkan Karhutla Way Kambas Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi

RAGAM

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

badge-check


 Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Fenomena tak biasa terjadi di wilayah dataran tinggi Gayo pasca bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah komoditas pertanian justru mengalami peningkatan hasil panen secara signifikan, mulai dari durian hingga kopi.

Sebelumnya, komoditas durian lebih dulu menunjukkan lonjakan produksi dengan masa panen yang lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini terpantau di sejumlah daerah penghasil durian seperti Durian Jamat, serta beberapa kampung di Kecamatan Ketol, di antaranya Bergang, Kekuyang, Bah, Pantan Reduk, dan wilayah sekitarnya.

Memasuki musim kopi, fenomena serupa kembali terjadi. Hampir seluruh wilayah penghasil kopi di dataran tinggi Gayo mengalami peningkatan produksi. Namun di balik melimpahnya hasil panen, para petani justru dihadapkan pada persoalan baru, yakni kekurangan tenaga kerja untuk memetik kopi.

Akibatnya, tidak sedikit buah kopi yang terpaksa dibiarkan rontok karena tidak sempat dipanen.

Kondisi ini dipicu oleh panen yang terjadi secara serentak di hampir semua wilayah, sehingga petani lebih fokus mengelola kebunnya masing-masing.

Di sisi lain, buruh petik kopi yang biasanya didatangkan dari luar daerah seperti Aceh Tamiang, tahun ini tidak dapat hadir karena masih terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November lalu.

Situasi ini bahkan memunculkan fenomena baru di kalangan petani, yakni dibukanya lowongan kerja buruh petik kopi secara luas, sesuatu yang sebelumnya jarang terlihat di wilayah dataran tinggi Gayo.

Meski demikian, melimpahnya hasil panen tetap menjadi berkah yang patut disyukuri. Para petani berharap pemerintah dapat hadir memberikan solusi, baik dalam hal penyediaan tenaga kerja maupun pengendalian harga, agar hasil panen yang melimpah tidak justru berdampak pada penurunan nilai jual di tingkat petani.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya

25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Maulid di Simpang Kelaping Jadi Momentum Menghidupkan Masjid dan Memperkuat Kebersamaan Warga

25 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Santunan KEMALA Berbuah Inspirasi, Anak Yatim Mitra Istiqomah Tunjukkan Hafalan dan Karakter

25 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Masyarakat Reubee Antusias Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Trending di RAGAM