Menu

Mode Gelap
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran KAI Angkut 123.810 Ton Barang Retail pada Semester I 2026, Naik 5,06 Persen For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media Meski Terima Investasi TikTok Rp24,5 Triliun, PHK di Tokopedia Tetap Ada? Perkuat Akses Pendidikan Anak Marjinal, Gubernur DKI Jakarta Siapkan 8 Hektare Lahan Ekstra

KABIN

Helikopter Jatuh di Sanggau Kalimantan Barat, Delapan Orang Tewas

badge-check


 Helikopter Jatuh di Sanggau Kalimantan Barat, Delapan Orang Tewas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan memastikan seluruh penumpang dan awak helikopter tipe Airbus Helicopter EC 130 T2 dengan registrasi PK-CFX yang jatuh di wilayah hutan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, meninggal dunia. Helikopter tersebut dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam pernyataan resminya pada Jumat, 17 April 2026, menyebutkan helikopter itu lepas landas dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 pada Kamis pagi, 16 April 2026, pukul 07.37 WIB.

Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.39 WIB, pesawat terdeteksi mengirimkan sinyal darurat saat berada di wilayah hutan Kalimantan Barat. Pada pukul 09.15 WIB, helikopter dinyatakan hilang kontak. AirNav Indonesia kemudian mengeluarkan notifikasi darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur penerbangan.

Helikopter itu diawaki satu pilot, Capt. Marindra Wibowo, serta satu engineer, Harun Arasyid, dan membawa enam penumpang, termasuk satu warga negara Malaysia.

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter. Berdasarkan laporan di lapangan, tidak ada korban selamat dalam peristiwa tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia memastikan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Basarnas, serta unsur TNI Angkatan Udara dalam proses evakuasi dan penanganan lanjutan di lokasi kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak berspekulasi terkait kejadian ini,” kata Lukman.

Hingga kini, proses evakuasi korban masih berlangsung di lokasi yang berada di kawasan hutan. Pemerintah belum menyampaikan penyebab pasti kecelakaan dan menegaskan investigasi akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.*** (Rana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ditjen Hubud-DGAC Prancis Perbarui Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil

6 Juli 2026 - 06:49 WIB

Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu

6 Juli 2026 - 06:32 WIB

Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik

4 Juli 2026 - 08:54 WIB

Perkuat Kualitas Layanan Navigasi AirNav Indonesia-ASA Gelar Program ITSAP

3 Juli 2026 - 17:11 WIB

Citilink Serahkan Hadiah Undian Mobil dan Tiket Gratis untuk Pelanggan Setia

3 Juli 2026 - 14:57 WIB

InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara

2 Juli 2026 - 21:04 WIB

Insiden Pesawat Perintis PK-RCY di Balinggama, Papua Pegunungan, Pilot Meninggal Dunia

2 Juli 2026 - 16:21 WIB

Citilink Buka 5 Rute Baru Hubungkan Kalimantan, Yogya, dan Batam

1 Juli 2026 - 14:43 WIB

Kemenhub Dorong Percepatan Persiapan Reaktivasi Bandara Husein Bandung

1 Juli 2026 - 09:06 WIB

Buka Munas IABI, Dirjen Hubud Tekankan Pentingnya Penguatan SDM Ahli Bandar Udara

28 Juni 2026 - 15:32 WIB

Trending di BANDARA