Menu

Mode Gelap
Terminal Teluk Lamong Bekali Warga Ring 1 dengan Kompetensi dan Sertifikasi Gada Pratama Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan Pascagempa NTT Di Tengah Dampak Gempa, Pelindo Hadir Bantu Masyarakat Flores DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta DAMRI Hadirkan Promo Cashback SPayLater selama Bulan Agustus 2026 IPC TPK Dorong Pemulihan Ekosistem Mangrove melalui Program “The North Green Movement”

KABIN

Helikopter Jatuh di Sanggau Kalimantan Barat, Delapan Orang Tewas

badge-check


 Helikopter Jatuh di Sanggau Kalimantan Barat, Delapan Orang Tewas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan memastikan seluruh penumpang dan awak helikopter tipe Airbus Helicopter EC 130 T2 dengan registrasi PK-CFX yang jatuh di wilayah hutan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, meninggal dunia. Helikopter tersebut dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam pernyataan resminya pada Jumat, 17 April 2026, menyebutkan helikopter itu lepas landas dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 pada Kamis pagi, 16 April 2026, pukul 07.37 WIB.

Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.39 WIB, pesawat terdeteksi mengirimkan sinyal darurat saat berada di wilayah hutan Kalimantan Barat. Pada pukul 09.15 WIB, helikopter dinyatakan hilang kontak. AirNav Indonesia kemudian mengeluarkan notifikasi darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur penerbangan.

Helikopter itu diawaki satu pilot, Capt. Marindra Wibowo, serta satu engineer, Harun Arasyid, dan membawa enam penumpang, termasuk satu warga negara Malaysia.

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter. Berdasarkan laporan di lapangan, tidak ada korban selamat dalam peristiwa tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia memastikan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Basarnas, serta unsur TNI Angkatan Udara dalam proses evakuasi dan penanganan lanjutan di lokasi kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak berspekulasi terkait kejadian ini,” kata Lukman.

Hingga kini, proses evakuasi korban masih berlangsung di lokasi yang berada di kawasan hutan. Pemerintah belum menyampaikan penyebab pasti kecelakaan dan menegaskan investigasi akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.*** (Rana)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Flores NTT

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival

19 Agustus 2026 - 21:38 WIB

GMF Rampungkan Modernisasi Hercules TNI AU Usia Operasional Bertambah hingga 20 Tahun

19 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Citilink Terbangi Rute Bandung ke Medan, Denpasar, Surabaya, Palembang, dan Balikpapan

17 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Dukung Penanganan Gempa NTT, AirNav Pastikan Layanan Navigasi Lancar

16 Agustus 2026 - 14:08 WIB

5 Bandara Terdampak Gempa di Kepulauan Flores NTT

15 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Penerbangan Perdana Garuda Indonesia Rute Bali-Bandung-Bali Banjir Penumpang

14 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Bandara Husein Sastranegara Bersiap Penuh Layani Pesawat Boeing 737-800

13 Agustus 2026 - 21:45 WIB

HUT ke-81 RI, Pelita Air Tawarkan Diskon Harga Tiket hingga 45%

13 Agustus 2026 - 15:09 WIB

API Banyuwangi Siapkan SDM Penerbangan Berkompeten

12 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Trending di KABIN