Menu

Mode Gelap
Distribusi Bantuan untuk Warga Lubok Pusaka Terus Berlanjut, Sumur Bor hingga Terpal Disalurkan GLN Gareulis Luncurkan TALENTA 2026, Dorong Literasi sebagai Gerakan Transformatif Keberangkatan Jemaah Haji ke Tanah Suci Mulai 22 April, InJourney Airports Pastikan Kesiapan 19 Bandara Wisman Naik Kereta Jarak Jauh Capai 129 Ribu pada Triwulan I 2026, Tertinggi Lima Tahun Tani Merdeka Aceh Tengah Terdepan Menjaga Kedaulatan Pangan Ramah Lingkungan, KAI Services Klaim Pangkas 7 Ton Sampah Plastik dari Operasional Kereta pada 2025

RAGAM

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

badge-check


 Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sejumlah tokoh pemuda Aceh yang berdomisili di Jakarta menyampaikan keprihatinan atas dinilai lambannya penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Aceh. Mereka menilai respons pemerintah, baik di tingkat pusat maupun provinsi, belum sepenuhnya mencerminkan kondisi darurat yang dihadapi masyarakat terdampak.

Boy Para, Putra Gara, Boy Iskandar, dan Bois dalam pernyataan bersama, Kamis, 16 April 2026, mengatakan bahwa penanganan bencana seharusnya menjadi prioritas utama, mengingat dampaknya yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari tempat tinggal, pangan, hingga layanan kesehatan.

“Ini bukan sekadar soal prosedur administratif. Ini menyangkut kelangsungan hidup banyak orang. Respons yang lamban berpotensi memperburuk kondisi di lapangan,” ujar Boy Para.

Mereka menyoroti sejumlah laporan dari masyarakat yang menyebutkan keterlambatan distribusi bantuan logistik serta belum meratanya penanganan di daerah terdampak. Dalam beberapa kasus, warga disebut masih mengandalkan bantuan swadaya dan inisiatif komunitas lokal untuk memenuhi kebutuhan harian.

Putra Gara menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat. Menurut dia, bencana yang terjadi tidak bisa ditangani secara parsial. “Harus ada langkah terpadu dan cepat. Pemerintah pusat dan provinsi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Senada dengan itu, Boy Iskandar menilai bahwa kesiapsiagaan bencana di Aceh perlu dievaluasi secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya sistem mitigasi yang lebih responsif, termasuk kesiapan logistik dan infrastruktur tanggap darurat.

Sementara itu, Bois menegaskan bahwa perhatian ekstra dari pemerintah sangat dibutuhkan, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan. “Mereka yang paling terdampak. Kalau penanganan terlambat, risiko yang dihadapi jauh lebih besar,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Aceh termasuk daerah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, frekuensi kejadian bencana di wilayah tersebut cenderung meningkat, seiring perubahan pola cuaca dan degradasi lingkungan.

Para tokoh pemuda ini berharap pemerintah segera mengambil langkah lebih cepat dan terukur, termasuk mempercepat distribusi bantuan, memperbaiki koordinasi lintas lembaga, serta memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan penanganan yang layak.

“Ini momentum untuk menunjukkan kehadiran negara secara nyata. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan di saat paling sulit,” kata mereka.*** (Rana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Distribusi Bantuan untuk Warga Lubok Pusaka Terus Berlanjut, Sumur Bor hingga Terpal Disalurkan

18 April 2026 - 15:27 WIB

GLN Gareulis Luncurkan TALENTA 2026, Dorong Literasi sebagai Gerakan Transformatif

18 April 2026 - 15:00 WIB

Tani Merdeka Aceh Tengah Terdepan Menjaga Kedaulatan Pangan

18 April 2026 - 12:11 WIB

Zakat untuk Guru Al-Quran di Gaza, Menjaga Nyala Pendidikan di Tengah Krisis

18 April 2026 - 10:31 WIB

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Trending di RAGAM