Menu ✖

Mode Gelap
Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2 Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama Kemenhub dan TNI AD Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara di Bandara Kalimarau Hari Santri Nasional 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Santri Teguhkan Khittah Kebangsaan dan Perkuat Persatuan

RAGAM

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

badge-check


 Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sejumlah tokoh pemuda Aceh yang berdomisili di Jakarta menyampaikan keprihatinan atas dinilai lambannya penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Aceh. Mereka menilai respons pemerintah, baik di tingkat pusat maupun provinsi, belum sepenuhnya mencerminkan kondisi darurat yang dihadapi masyarakat terdampak.

Boy Para, Putra Gara, Boy Iskandar, dan Bois dalam pernyataan bersama, Kamis, 16 April 2026, mengatakan bahwa penanganan bencana seharusnya menjadi prioritas utama, mengingat dampaknya yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari tempat tinggal, pangan, hingga layanan kesehatan.

“Ini bukan sekadar soal prosedur administratif. Ini menyangkut kelangsungan hidup banyak orang. Respons yang lamban berpotensi memperburuk kondisi di lapangan,” ujar Boy Para.

Mereka menyoroti sejumlah laporan dari masyarakat yang menyebutkan keterlambatan distribusi bantuan logistik serta belum meratanya penanganan di daerah terdampak. Dalam beberapa kasus, warga disebut masih mengandalkan bantuan swadaya dan inisiatif komunitas lokal untuk memenuhi kebutuhan harian.

Putra Gara menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat. Menurut dia, bencana yang terjadi tidak bisa ditangani secara parsial. “Harus ada langkah terpadu dan cepat. Pemerintah pusat dan provinsi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Senada dengan itu, Boy Iskandar menilai bahwa kesiapsiagaan bencana di Aceh perlu dievaluasi secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya sistem mitigasi yang lebih responsif, termasuk kesiapan logistik dan infrastruktur tanggap darurat.

Sementara itu, Bois menegaskan bahwa perhatian ekstra dari pemerintah sangat dibutuhkan, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan. “Mereka yang paling terdampak. Kalau penanganan terlambat, risiko yang dihadapi jauh lebih besar,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Aceh termasuk daerah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, frekuensi kejadian bencana di wilayah tersebut cenderung meningkat, seiring perubahan pola cuaca dan degradasi lingkungan.

Para tokoh pemuda ini berharap pemerintah segera mengambil langkah lebih cepat dan terukur, termasuk mempercepat distribusi bantuan, memperbaiki koordinasi lintas lembaga, serta memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan penanganan yang layak.

“Ini momentum untuk menunjukkan kehadiran negara secara nyata. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan di saat paling sulit,” kata mereka.*** (Rana)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2

21 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo

21 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Santri Teguhkan Khittah Kebangsaan dan Perkuat Persatuan

21 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Kemenhub-Polri Perkuat Sinergi dan Kolaborasi di Sektor Transportasi

21 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Para Pakar Bicara Blok Andaman Berpotensi Gerus Kewenangan Khusus Aceh

21 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Wahyoe Liluk Winarto Kembali Menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Semarang

21 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, KKP Pulihkan Usaha Perikanan Pascabencana Sumatra

21 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal

21 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Usai Ditetapkan PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korporasi, Konsesi Hutan Jadi Sorotan

21 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, KNMP Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

21 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Trending di EKOBIS