Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh mencapai 129.105 pelanggan pada Triwulan I 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kereta api kini semakin diminati wisatawan asing untuk perjalanan antarkota di Indonesia. Menurut dia, pertumbuhan jumlah pelanggan mancanegara terjadi secara konsisten sejak 2022.

Pada Triwulan I 2022, jumlah wisatawan mancanegara tercatat 26.225 pelanggan. Angka itu meningkat menjadi 103.722 pada 2023, lalu 121.329 pada 2024, naik lagi menjadi 128.933 pada 2025, dan mencapai 129.105 pada tahun ini.
“Perjalanan dengan kereta api makin sering masuk dalam rencana wisata mereka,” kata Anne dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (18/4/2026).
KAI mencatat keberangkatan wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi di sejumlah stasiun besar. Stasiun Gambir menjadi titik keberangkatan tertinggi dengan 20.881 pelanggan, disusul Yogyakarta 17.912 pelanggan dan Bandung 11.371 pelanggan.
Selanjutnya Pasar Senen mencatat 7.691 pelanggan, Surabaya Gubeng 6.481 pelanggan, Semarang Tawang 4.875 pelanggan, Malang 3.516 pelanggan, Surabaya Pasar Turi 3.271 pelanggan, Cirebon 3.138 pelanggan, dan Solo Balapan 2.764 pelanggan.
Anne menilai perjalanan kereta api memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan karena memungkinkan penumpang menikmati lanskap antarkota secara langsung selama perjalanan.
“Selama perjalanan, wisatawan bisa melihat langsung perubahan lanskap dari satu kota ke kota lain. Itu yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan,” ujarnya.
Menurut Anne, KAI akan terus mengevaluasi layanan dengan menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan. Perusahaan juga berupaya memperluas konektivitas agar perjalanan antarkota semakin mudah diakses.(fahmi)






























