Menu ✖

Mode Gelap
BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026 Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik

PERON

KAI Group Layani 166,15 Juta Pelanggan Urban Berbasis Listrik, Kurangi Emisi hingga 15.350 Ton CO₂e

badge-check


 KAI Group Layani 166,15 Juta Pelanggan Urban Berbasis Listrik, Kurangi Emisi hingga 15.350 Ton CO₂e Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Group terus memperkuat peran transportasi publik berbasis listrik sebagai solusi mobilitas perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan urban berbasis listrik yang dioperasikan KAI Group melayani 166.154.342 pelanggan, sekaligus berkontribusi dalam menekan emisi karbon di wilayah perkotaan.

Layanan tersebut mencakup LRT Jabodebek, Commuter Line Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, Commuter Line Yogyakarta, dan LRT Sumsel yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat menuju kawasan perkantoran, pusat pendidikan, area bisnis, bandara, hingga berbagai ruang publik.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan transportasi berbasis listrik memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan mobilitas urban yang semakin tinggi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi sektor transportasi.

“Kereta listrik perkotaan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Perjalanan menjadi lebih terukur, kapasitas layanan besar, dan emisi yang dihasilkan per pelanggan jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

Dari total jumlah pelanggan tersebut, Commuter Line Jabodetabek menjadi kontributor terbesar dengan melayani 146.259.555 pelanggan selama Januari hingga Mei 2026. Angka ini meningkat 5,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 138.227.725 pelanggan.

KAI menilai Commuter Line masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Jabodetabek karena mampu melayani perjalanan dari kawasan permukiman menuju pusat aktivitas ekonomi dengan kapasitas besar dan frekuensi perjalanan yang tinggi.

Sementara itu, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pelanggan sepanjang lima bulan pertama 2026 atau meningkat 23,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 10.727.798 pelanggan.

Berdasarkan data yang disampaikan KAI, LRT Jabodebek menghasilkan emisi sekitar 15 gram CO₂e per penumpang per kilometer, lebih rendah dibandingkan sepeda motor yang mencapai sekitar 37 gram CO₂e per penumpang per kilometer. Dengan demikian, emisi sepeda motor sekitar 146,67 persen lebih tinggi dibandingkan LRT Jabodebek.

Di sektor transportasi menuju bandara, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.013.574 pelanggan pada Januari–Mei 2026, naik 14,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 883.065 pelanggan.

Sementara itu, Commuter Line Yogyakarta mencatat volume pelanggan sebanyak 3.854.340 orang, meningkat 7,88 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang mencapai 3.572.727 pelanggan. Layanan ini menjadi moda penting yang menghubungkan kawasan Yogyakarta dan Solo, termasuk pusat pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi.

Di Sumatera Selatan, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Sebagai sistem angkutan rel perkotaan pertama di Pulau Sumatera, layanan ini menghubungkan kawasan permukiman, pusat bisnis, perkantoran, perguruan tinggi, kompleks olahraga Jakabaring, hingga Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

KAI menjelaskan LRT Sumsel menggunakan tenaga listrik melalui sistem third rail atau Listrik Aliran Bawah bertegangan 750 volt DC, sehingga operasional keretanya tidak menghasilkan emisi gas buang langsung selama perjalanan.

Berdasarkan perhitungan sederhana menggunakan rata-rata jarak perjalanan 10 kilometer per pelanggan, layanan urban berbasis listrik KAI Group diperkirakan mampu mengurangi sekitar 15.350 ton CO₂e sepanjang Januari hingga Mei 2026 dibandingkan jika perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan pribadi.

Anne menegaskan pengembangan transportasi publik berbasis listrik merupakan bagian dari komitmen KAI Group dalam mendukung mobilitas rendah emisi dan pembangunan transportasi berkelanjutan.

“Setiap pelanggan yang beralih ke transportasi publik berbasis listrik ikut membantu menekan beban emisi transportasi harian. Karena itu, KAI Group terus memperkuat layanan urban agar semakin mudah diakses, nyaman digunakan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas

1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

1 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

Trending di PERON