Menu

Mode Gelap
Menteri KKP Trenggono Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan Angkut Bantuan ke NTT Whoosh Meriahkan Kemerdekaan RI dengan Paduan Suara dan Siagakan Puluhan Petugas Pakai Kostum Nusantara Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat Didong dan Tari Guel Semarakkan Panggung Kemerdekaan di Gedung Agung Yogyakarta Pentas Seni Kemerdekaan RI di RT 05 Tegalsari Semarang Juga Diisi Tasyakuran Pembangunan Talud Jalan PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro

SENI BUDAYA

Didong dan Tari Guel Semarakkan Panggung Kemerdekaan di Gedung Agung Yogyakarta

badge-check


 Didong dan Tari Guel Semarakkan Panggung Kemerdekaan di Gedung Agung Yogyakarta Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA — Pada Pesta Rakyat memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung Agung, Yogyakarta, 15 Agustus 2026, mahasiswa Gayo menghadirkan dua warisan budaya dari dataran tinggi Tanoh Gayo: Didong dan Tari Guel.

Di panggung itu, tepukan Didong bertemu syair dan lantunan suara. Tiga ceh—Amri, Najib, dan Hafiz—memimpin pertunjukan didukung sepuluh orang penepok.

Kemudian Tari Guel mengambil ruang. Anhar memerankan Gajah, bersama Miko dan empat penari perempuan. Gerak tubuh, komposisi tari, dan simbol-simbol yang melekat pada Guel membawa jejak sejarah serta kehidupan masyarakat Gayo ke tengah masyarakat Yogyakarta.

Ada sesuatu yang menarik dari panggung ini: anak-anak muda Gayo tidak sedang sekadar mempertontonkan kesenian kampung halaman. Mereka sedang membawa identitas.

Di rantau, identitas tidak cukup disimpan dalam ingatan. Ia perlu dinyanyikan, ditarikan, diperkenalkan, dan dipertemukan dengan identitas-identitas lain. Yogyakarta, dengan lingkungan pendidikan dan masyarakatnya yang multikultural, menjadi ruang perjumpaan berbagai tradisi Nusantara.

Ketua Tim Koordinasi IPEMAH LUTYO, Hanif, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kebudayaan diharapkan menjadi sarana memperkuat identitas budaya sekaligus membangun silaturahmi dengan daerah lain.

“Semoga dengan adanya kita mahasiswa yang terus menampilkan dan menghidupkan budaya Gayo, kita berharap ini bisa menguatkan dan menjadi ajang silaturahmi budaya dengan daerah-daerah lain, termasuk juga pengenalan budaya dengan masyarakat yang belum familiar dengan budaya Gayo,” ujar Hanif.

Begitulah kebudayaan bekerja.

Ia tidak mengenal batas kabupaten. Tidak berhenti di kaki Bur Gayo. Tidak pula selesai ketika seorang anak muda meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu.

Didong ikut merantau. Guel ikut berjalan.

Keduanya menemukan panggung baru di Yogyakarta, bertemu dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, lalu pulang kembali ke tanah asalnya dalam bentuk cerita: bahwa tradisi masih hidup ketika anak mudanya mau menghidupkan.

Pesta Rakyat HUT ke-81 RI akhirnya bukan sekadar perayaan kemerdekaan. Ia menjadi ruang kecil tempat Indonesia melihat dirinya sendiri—beragam, berwarna, dan saling mengisi.*** (Fikar W Eda)

Baca Lainnya

Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat

17 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Pentas Seni Kemerdekaan RI di RT 05 Tegalsari Semarang Juga Diisi Tasyakuran Pembangunan Talud Jalan

17 Agustus 2026 - 16:40 WIB

PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro

17 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Upacara Kemerdekaan di Kampung Nelayan, Trenggono Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029

17 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Di HUT Ke-81 RI, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Semangat Kemerdekaan Harus Bebaskan Diri dari Malas dan Penyalahgunaan Wewenang

17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

17 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Musara Gayo Jabodetabek Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kenang Perjuangan Pejuang Gayo dan Radio Rimba Raya

17 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Diwarnai Tembakan, Rakyat Aceh Melawan

17 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue

17 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Patriotisme Bukan Seremoni: Menjaga Indonesia 81 Tahun dengan Konstitusi, Hukum, dan Persatuan

17 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Trending di RAGAM