Menu

Mode Gelap
Transisi Energi Kereta Api Gunakan Biodies B50, KAI Pastikan Keandalan Tetap Terjaga Masuki Tahun Baru Islam dan Libur Sekolah, Whoosh Terapkan Skema Tarif Dinamis Mulai Rp250 Ribu dan Diskon Rombongan hingga 20% Pilihan Kereta Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Layani 44,05 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan Roy Romly, Konselor dan Pegiat Sosial Siap Luncurkan Anthem Filantropi untuk Para Pejuang Kemanusiaan KAI Group Layani 166,15 Juta Pelanggan Urban Berbasis Listrik, Kurangi Emisi hingga 15.350 Ton CO₂e Pelanggan Stasiun Cibadak Naik 6,46 Persen, Jadi Akses Favorit Menuju Wisata Sukabumi

PERON

Pilihan Kereta Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Layani 44,05 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan

badge-check


 Pilihan Kereta Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Layani 44,05 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat konektivitas perjalanan Jakarta–Bandung melalui beragam pilihan layanan kereta api, mulai dari kereta jarak jauh, kereta lokal, Commuter Line hingga kereta cepat Whoosh.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, seluruh layanan yang mendukung mobilitas pada koridor tersebut melayani 44.049.159 pelanggan, meningkat 8,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 40.709.534 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan meningkatnya mobilitas masyarakat antara Jakarta dan Bandung mendorong KAI menghadirkan berbagai alternatif perjalanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

“Mobilitas Jakarta–Bandung terus berkembang. Karena itu, KAI menghadirkan berbagai pilihan layanan agar pelanggan dapat menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan, mulai dari perjalanan langsung ke Stasiun Bandung, akses menuju Stasiun Kiaracondong dan Cimahi, hingga perjalanan lanjutan ke Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Purwokerto,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

KA Parahyangan Jadi Andalan Jakarta–Bandung

KAI mencatat KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung pulang-pergi (PP) masih menjadi layanan utama bagi pelanggan yang melakukan perjalanan langsung antara Jakarta dan Bandung.

Sepanjang Januari–Mei 2026, KA Parahyangan melayani 475.072 pelanggan, meningkat 38,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 342.837 pelanggan.

Menurut KAI, pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan langsung yang menghubungkan dua kota besar tersebut untuk keperluan bisnis, pendidikan, wisata maupun kunjungan keluarga.

Papandayan dan Cikuray Perkuat Akses ke Garut

Selain KA Parahyangan, pelanggan juga dapat memanfaatkan KA Papandayan relasi Gambir–Garut PP yang berhenti di Stasiun Bandung. Layanan ini melayani 180.640 pelanggan selama Januari–Mei 2026 atau meningkat 18,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 151.919 pelanggan.

Sementara itu, KA Cikuray relasi Pasarsenen–Garut PP mencatat volume pelanggan sebanyak 266.993 orang, naik 7,13 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang mencapai 249.218 pelanggan.

Kedua layanan tersebut menjadi pilihan bagi pelanggan yang ingin melanjutkan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dan Garut dengan tarif yang kompetitif.

Pangandaran dan Serayu Layani Priangan Timur hingga Purwokerto

Untuk perjalanan menuju wilayah Priangan Timur, KAI menyediakan KA Pangandaran relasi Gambir–Banjar PP yang juga berhenti di Stasiun Bandung. Hingga Mei 2026, layanan ini melayani 146.160 pelanggan.

Meski mengalami penurunan sebesar 10,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 163.349 pelanggan, KA Pangandaran tetap menjadi salah satu moda penting yang menghubungkan Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar.

Adapun KA Serayu relasi Pasarsenen–Purwokerto PP melayani 568.759 pelanggan atau meningkat 3,14 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 sebanyak 551.465 pelanggan. Kereta ini menjadi alternatif bagi pelanggan yang menuju wilayah Bandung Raya melalui Stasiun Kiaracondong dan Cimahi.

Commuter Line dan KA Lokal Dukung Konektivitas

Selain layanan jarak jauh, KAI juga mengandalkan jaringan Commuter Line dan KA lokal untuk memperluas konektivitas antardaerah.

Sepanjang Januari–Mei 2026, Commuter Line Cikarang melayani 36.294.605 pelanggan, meningkat 8,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 33.519.333 pelanggan.

Dari wilayah Cikarang, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KA Walahar relasi Cikarang–Purwakarta PP yang melayani 1.807.649 pelanggan, naik 7,85 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, KA Jatiluhur relasi Cikarang–Cikampek PP mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 28,20 persen, dari 449.156 pelanggan menjadi 575.808 pelanggan pada Januari–Mei 2026.

Setelah tiba di kawasan Bandung Raya, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan lokal KA Garut/Cibatuan yang melayani 1.317.737 pelanggan, meningkat 7,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.224.630 pelanggan.

Whoosh Tambah Pilihan Perjalanan Cepat

Di samping layanan konvensional, pelanggan juga dapat memilih kereta cepat Whoosh untuk perjalanan Jakarta–Bandung. Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan ini melayani 2.415.736 pelanggan, meningkat 1,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.381.619 pelanggan.

Anne menegaskan setiap layanan memiliki karakteristik dan segmen pasar yang berbeda sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan moda perjalanan yang sesuai kebutuhan.

“Setiap layanan memiliki karakter dan pasar masing-masing. Yang paling penting, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk bepergian dengan transportasi berbasis rel yang aman, nyaman, efisien, dan terhubung dengan berbagai stasiun tujuan,” kata Anne.

KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal, memastikan stasiun keberangkatan dan tujuan sesuai kebutuhan, serta memeriksa jadwal melalui kanal resmi perusahaan. Tiket kereta api jarak jauh dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun kanal penjualan resmi lainnya.

“KAI akan terus memperkuat layanan, konektivitas, dan kemudahan perjalanan agar kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian dari Jakarta menuju Bandung, Garut, Priangan Timur, Purwokerto, dan berbagai stasiun lain di Jawa Barat,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Transisi Energi Kereta Api Gunakan Biodies B50, KAI Pastikan Keandalan Tetap Terjaga

14 Juni 2026 - 10:00 WIB

Masuki Tahun Baru Islam dan Libur Sekolah, Whoosh Terapkan Skema Tarif Dinamis Mulai Rp250 Ribu dan Diskon Rombongan hingga 20%

14 Juni 2026 - 09:47 WIB

KAI Group Layani 166,15 Juta Pelanggan Urban Berbasis Listrik, Kurangi Emisi hingga 15.350 Ton CO₂e

14 Juni 2026 - 05:16 WIB

Pelanggan Stasiun Cibadak Naik 6,46 Persen, Jadi Akses Favorit Menuju Wisata Sukabumi

14 Juni 2026 - 01:12 WIB

Bahas Peluang Kemitraan UMKM, KAI Services Hadir di Talkshow Program Campuspreneur Pengembangan Wirausaha Muda di IPB

13 Juni 2026 - 13:30 WIB

Pelanggan KA Lokal Jawa Barat Tumbuh 67,95 Persen dalam Tiga Tahun

13 Juni 2026 - 11:28 WIB

KAI Services Resmikan Mess Responsibility di Surabaya, Tingkatkan Kenyamanan Frontliner

13 Juni 2026 - 10:30 WIB

Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

13 Juni 2026 - 10:26 WIB

Dirut KAI ke Prabowo Laporkan Telah Tutup 119 Perlintasan Sebidang Prioritas, Percepat Penanganan Titik Rawan Kecelakaan

13 Juni 2026 - 10:02 WIB

MRT Jakarta Tutup Sementara Stasiun Dukuh Atas dan Bundaran HI Dampak Unjuk Rasa

12 Juni 2026 - 17:50 WIB

Trending di PERON