Wartatrans.com, SUKABUMI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pelanggan yang menggunakan Stasiun Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Kenaikan tersebut mencerminkan semakin besarnya peran stasiun ini dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus akses menuju berbagai destinasi wisata di Sukabumi.

Berdasarkan data KAI, volume pelanggan naik dan turun di Stasiun Cibadak selama periode Januari–Mei 2026 mencapai 74.281 pelanggan, meningkat 6,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 69.775 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang mampu menghubungkan kawasan permukiman, pusat kegiatan ekonomi, hingga destinasi wisata.
“Stasiun Cibadak menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan sehari-hari maupun perjalanan akhir pekan. Kereta api memberikan pilihan transportasi yang nyaman, tepat waktu, dan terhubung dengan berbagai tujuan di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi,” ujar Anne.
Stasiun Cibadak saat ini dilayani oleh KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi pulang-pergi (PP), yang menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat di lintas tersebut. Melalui layanan ini, pelanggan dapat terhubung dengan sejumlah stasiun, antara lain Bogor, Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cisaat, hingga Sukabumi.
Konektivitas tersebut mendukung mobilitas berbagai kalangan, mulai dari pekerja, pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, hingga wisatawan yang melakukan perjalanan antarkota di wilayah Jawa Barat.
Selain melayani kebutuhan perjalanan harian, Stasiun Cibadak juga menjadi salah satu pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di Sukabumi. Dari kawasan stasiun, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke Situ Gunung Suspension Bridge, yang dikenal sebagai salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, serta mengunjungi Curug Sawer dan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang menawarkan panorama alam pegunungan dan hutan tropis.
Kawasan Cibadak dan Sukabumi juga dikenal memiliki beragam kuliner serta oleh-oleh khas yang kerap menjadi tujuan wisatawan setelah menikmati wisata alam. Kemudahan akses menggunakan kereta api membuat perjalanan menjadi lebih praktis karena terhindar dari kepadatan lalu lintas di jalan raya, terutama saat akhir pekan.
Menurut Anne, peningkatan volume pelanggan di Stasiun Cibadak menunjukkan bahwa manfaat transportasi berbasis rel semakin dirasakan masyarakat, baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun kebutuhan rekreasi.
“Kereta api membantu masyarakat menjangkau lebih banyak peluang dan pengalaman. Ada yang menggunakannya untuk bekerja dan belajar, ada pula yang memanfaatkannya untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga. Stasiun Cibadak menjadi salah satu simpul yang mempertemukan berbagai kebutuhan perjalanan tersebut,” kata Anne.
Dengan tren pertumbuhan pelanggan yang terus berlanjut, dukungan layanan KA Pangrango, serta akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan Sukabumi, Stasiun Cibadak semakin memperkuat perannya sebagai gerbang mobilitas dan pariwisata yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai tujuan di Jawa Barat.(fahmi)































